28.8 C
Bandung
Sabtu, Jun 6, 2026
Info Burinyay
Wisata

*The Ongrets Hill dan Moe Sky View Cafe Hadirkan Wisata Alam Baru dengan Panorama Sunrise dan Lautan Awan di Ciwidey*

Pemandangan udara kawasan wisata The Ongrets Hill di Desa Sukawening, Ciwidey, Kabupaten Bandung, yang menghadirkan area glamping, spot swafoto, dan Moe Sky View Cafe di tengah panorama perbukitan serta hutan bambu.
Suasana kawasan wisata The Ongrets Hill di Kampung Pasir Haur, Desa Sukawening, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Destinasi wisata alam yang berada di ketinggian 1.230 mdpl ini menawarkan panorama pegunungan, lautan awan, area camping privat, serta Moe Sky View Cafe yang menjadi daya tarik baru wisata Bandung Selatan. - Fotoinfoburinyay/lee

Ciwidey, Info Burinyay – Kawasan Bandung Selatan kembali menambah pilihan destinasi wisata alam. The Ongrets Hill yang berlokasi di RW 17 Kampung Pasir Haur, Desa Sukawening, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, terus menarik minat wisatawan sejak mulai beroperasi pada Mei 2025.

Berdiri di ketinggian sekitar 1.230 meter di atas permukaan laut, kawasan ini menawarkan panorama pegunungan, hamparan sawah hijau, serta hutan bambu yang masih terjaga. Karena itu, banyak wisatawan memilih lokasi tersebut untuk menikmati suasana yang tenang dan jauh dari kepadatan perkotaan.

Tidak hanya mengandalkan keindahan alam, pengelola juga menghadirkan berbagai fasilitas penunjang. Salah satunya adalah Moe Sky View Cafe & Resto yang kini menjadi tempat favorit pengunjung untuk bersantai sambil menikmati panorama alam Ciwidey.

Owner The Ongrets Hill, H. Gun Gun Gunawan, menjelaskan bahwa pihaknya mengembangkan kawasan wisata tersebut dengan konsep ramah lingkungan.

“Yang istimewa dari The Ongrets Hill adalah wisata alam yang ramah lingkungan. Kami tetap menjaga estetika hutan bambu yang sudah ada. Kawasan ini didominasi hutan bambu, area persawahan, dan pegunungan yang mengelilinginya,” ujar Gun Gun.

Menurutnya, momen sunrise menjadi salah satu daya tarik utama yang paling banyak diburu wisatawan. Selain itu, fenomena lautan awan juga kerap muncul pada pagi hari sehingga menambah keindahan panorama alam dari kawasan perbukitan tersebut.

“Lokasi ini berada di ketinggian 1.230 mdpl. Dari pukul 05.00 sampai 07.00 pagi, pengunjung dapat menikmati matahari terbit. Saat ini merupakan periode yang sangat baik karena kondisi alam mendukung hingga sekitar November. Di bawah kawasan ini juga sering muncul lautan awan yang menjadi favorit wisatawan,” katanya.

Keindahan alam tersebut semakin lengkap dengan hamparan sawah hijau yang membentang di sekitar kawasan. Dari beberapa titik pandang, wisatawan juga dapat melihat perkampungan yang berada di wilayah Desa Sukawening. Ketika sore hari tiba, panorama matahari terbenam menjadi suguhan lain yang tidak kalah menarik.

Seiring meningkatnya jumlah kunjungan, pengelola terus menambah fasilitas yang mendukung aktivitas wisata. Salah satu fasilitas unggulan yang tersedia saat ini adalah area camping privat untuk wisatawan yang ingin menikmati suasana alam lebih lama.

“Wisatawan luar kota umumnya memilih menginap atau berkemah untuk memburu sunrise. Saat ini kami menyediakan 15 deck camping privat. Suasananya tenang karena pengunjung bisa menikmati suara alam secara langsung,” jelasnya.

Berbeda dengan wisatawan dari luar daerah, pengunjung lokal biasanya mulai berdatangan sejak dini hari. Mereka memanfaatkan waktu tersebut untuk mendapatkan posisi terbaik saat menyaksikan matahari terbit.

Selain area camping, pengelola juga menyediakan berbagai fasilitas lainnya. Kawasan wisata ini memiliki spot swafoto, bamboo bridge atau jembatan bambu, jalur jogging track yang melintasi hutan bambu, area Puncak Moyan, dua jembatan penghubung, musala di tiga titik, toilet, warung, angkringan, serta restoran.

Dari sisi biaya, wisatawan tidak perlu mengeluarkan dana besar untuk menikmati seluruh daya tarik tersebut. Pengelola menetapkan tiket masuk sebesar Rp10.000 per orang yang digunakan untuk mendukung kebersihan dan pemeliharaan kawasan wisata.

Bagi wisatawan yang ingin melakukan reservasi, pengelola menyediakan layanan pemesanan melalui akun media sosial resmi The Ongrets Hill. Informasi kontak WhatsApp juga tersedia pada kanal digital tersebut sehingga memudahkan proses pemesanan.

Lebih lanjut, Gun Gun berharap The Ongrets Hill dapat menjadi pilihan masyarakat yang ingin melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

“Setiap orang memiliki aktivitas yang padat. Karena itu, mereka membutuhkan tempat untuk menenangkan pikiran, mengurangi stres, dan menikmati suasana yang lebih rileks. Di sini pengunjung dapat mendengar suara burung, tonggeret, dan berbagai suara alam lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, Pengelola Moe Sky View Cafe & Resto, Ganjar Nugraha, mengatakan pihaknya menghadirkan beragam pilihan menu untuk melengkapi pengalaman wisata para pengunjung.

“Kami menyediakan menu Nusantara yang dipadukan dengan beberapa menu Japanese serta pilihan makanan dan minuman lainnya,” kata Ganjar.

Untuk kategori makanan, paket ayam goreng dan ikan nila asam manis menjadi menu yang paling banyak diminati pelanggan. Adapun pada kategori minuman, ice brown sugar, americano, lemon tea, dan bandrek menempati daftar pesanan favorit pengunjung.

Menurut Ganjar, kapasitas area indoor restoran saat ini mencapai sekitar 75 hingga 100 orang. Namun demikian, pengelola telah menyiapkan rencana pengembangan area baru di bagian atas kawasan.

“Ke depan kami akan membuka area tambahan agar kapasitas pengunjung bertambah dan pengalaman menikmati panorama alam menjadi lebih maksimal,” ujarnya.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.