26.9 C
Bandung
Minggu, Jun 7, 2026
Info Burinyay
Wisata

Palawi Resmi Kelola Ranca Upas, Penangkaran 93 Rusa Kini Tampil Lebih Bersih dan Modern

Wisatawan memberi pakan rusa di Penangkaran Rusa Ranca Upas, Rancabali, Kabupaten Bandung, yang kini dikelola PT Perhutani Alam Wisata (Palawi) sejak 1 Juni 2026.
Pengunjung berinteraksi dan memberi pakan rusa di kawasan Penangkaran Rusa Ranca Upas, Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sejak pengelolaan beralih ke PT Perhutani Alam Wisata (Palawi) pada 1 Juni 2026, pengelola terus melakukan penataan kawasan, peningkatan fasilitas wisata, serta penguatan program konservasi guna meningkatkan kenyamanan pengunjung dan kesejahteraan satwa. Foto:infoburinyay/lee

Rancabali, Info Burinyay – PT Perhutani Alam Wisata (Palawi) resmi mengambil alih pengelolaan Penangkaran Rusa Ranca Upas, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sejak 1 Juni 2026. Sebelumnya, Koperasi Edelweiss mengelola kawasan konservasi yang menjadi salah satu ikon wisata alam Bandung Selatan tersebut.

Setelah proses serah terima selesai, manajemen Palawi langsung bergerak melakukan pembenahan di berbagai area. Tim pengelola memperbaiki fasilitas kandang, menata jalur wisata, serta memperkuat fungsi edukasi konservasi untuk pengunjung.

Site Manager Ranca Upas, Jaka Ismawijaya, mengatakan Perhutani Alam Wisata kini memegang penuh tanggung jawab pengelolaan kawasan. Karena itu, perusahaan memprioritaskan peningkatan kualitas perawatan satwa sekaligus kenyamanan wisatawan.

“Alhamdulillah sekarang Perhutani Alam Wisata mengelola kawasan ini. Harapannya rusa-rusa menjadi lebih terawat dan lebih diperhatikan,” ujar Jaka.

Saat ini, populasi rusa di kawasan tersebut mencapai 93 ekor. Selain itu, pengelola memanfaatkan area seluas sekitar lima hektare khusus untuk penangkaran rusa.

Tidak hanya fokus pada satwa, Palawi juga meningkatkan kualitas fasilitas wisata. Salah satunya melalui pembangunan dek pengamatan yang memungkinkan pengunjung menikmati panorama alam dan berinteraksi dengan rusa secara aman.

“Kami membangun dek ini demi keselamatan dan kenyamanan pengunjung. Mereka bisa berfoto sambil menikmati suasana alam tanpa mengganggu area satwa,” katanya.

Palawi menjalankan program penataan kawasan agar tampak lebih hijau dan lebih terbuka. Untuk mendukung tujuan tersebut, tim pengelola membuka sejumlah area yang sebelumnya tertutup pagar sehingga pengunjung dapat menikmati pemandangan lebih luas.

“Saya ingin kawasan ini semakin hijau dan enak dipandang. Karena itu, kami terus melakukan perubahan agar pengunjung selalu menemukan suasana baru saat datang ke Ranca Upas,” tutur Jaka.

Selain memperkuat wisata konservasi, pengelola juga mengembangkan fasilitas wisata lainnya. Kawasan camping ground yang mencakup Blok Saparana, Blok Puspa, dan Blok Rasamala tetap menjadi pilihan favorit wisatawan. Di samping itu, pengunjung juga dapat menikmati fasilitas camper van eksklusif dan Igloo Camp.

Jaka menjelaskan wisatawan cukup melakukan reservasi sebelum datang ke lokasi. Setelah itu, pengunjung dapat langsung menikmati berbagai fasilitas camping yang tersedia.

“Kami menyediakan tenda Naturhike, area parkir di dekat tenda, listrik, kursi lipat, sleeping bag, dan perlengkapan camping lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Teras Kopi Upas melengkapi pengalaman wisata melalui layanan kuliner di dalam kawasan. Barista Teras Kopi Upas, Rifki Alfian Ramdhani, mengatakan pihaknya menyediakan beragam menu makanan dan minuman bagi wisatawan.

“Kami menawarkan nasi goreng kencur, nasi goreng ayam, rice bowl chicken, rice bowl beef, serta berbagai pilihan minuman. Kami juga menjual madu Perhutani, minyak kayu putih, dan minyak telon,” kata Rifki.

Menurut Rifki, jumlah pengunjung akhir pekan kali ini memang sedikit lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya. Namun demikian, aktivitas di Teras Kopi Upas tetap menunjukkan tren positif.

“Alhamdulillah banyak pengunjung datang untuk menikmati makanan dan minuman di sini,” ujarnya.

Di sisi lain, sejumlah wisatawan mengaku melihat perubahan positif di kawasan Ranca Upas.

Siska Dewi Anggraeni dari Ciroyom, Bandung, mengunjungi Ranca Upas bersama keluarga saat libur akhir pekan. Ia menikmati suasana alam yang sejuk sekaligus mencoba beberapa wahana wisata.

“Udara di sini segar dan nyaman. Tadi kami melihat rusa lalu melanjutkan perjalanan dengan motor ATV untuk berkeliling kawasan,” katanya.

Pengunjung asal Bekasi, Candavatika Cahyarini, menilai kondisi penangkaran rusa saat ini jauh lebih bersih dibandingkan kunjungan sebelumnya. Ia sudah tiga kali datang ke kawasan wisata tersebut.

“Setiap kunjungan selalu menghadirkan pengalaman baru. Penangkaran rusa sekarang terlihat lebih bersih dan lebih tertata,” ujarnya.

Selanjutnya, Fitri Aanisa Hasyim datang bersama rekan-rekannya untuk melakukan survei lokasi kegiatan camping perusahaan. Ia menilai kawasan Ranca Upas sangat cocok untuk berbagai kegiatan luar ruang.

“Tempat ini sangat layak menjadi lokasi camping sekolah maupun perusahaan karena banyak pilihan wisata yang dapat dinikmati peserta,” katanya.

Pendapat serupa datang dari Nabilah Mufidah yang baru pertama kali mengunjungi Ranca Upas. Menurutnya, kawasan wisata tersebut menawarkan area yang luas serta akses perjalanan yang mudah.

“Tempatnya rapi, luas, dan memiliki banyak pilihan wisata. Jalur menuju lokasi juga mudah sehingga cocok untuk kegiatan keluarga maupun gathering perusahaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Chudri, wisatawan asal Bekasi yang merayakan anniversary keluarga, mengaku puas dengan pengalaman berlibur di kawasan tersebut.

“Kami menginap di resort, lalu menikmati penangkaran rusa, area kelinci, dan Teras Kopi Upas. Udara di sini adem, suasananya nyaman, dan tempatnya aman untuk keluarga,” katanya.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.