Bandung, Info Burinyay – Panitia Reuni Emas Alumni SMA BPI Angkatan 1976 sukses menggelar Reuni Emas 50 Tahun bertajuk “Berkisah Selamanya Bersahabat 1976–2026” di Sindang Reret Resto, Jalan Surapati No. 53, Kota Bandung, Senin (20/7/2026). Melalui tema “Dari Bangku Sekolah untuk Kenangan yang Tak Lekang Oleh Waktu”, para alumni memperkuat kembali tali silaturahmi setelah menempuh perjalanan hidup selama lima dekade.
Sejak pagi, para alumni berdatangan dari berbagai kota di Indonesia. Mereka saling menyapa, berjabat tangan, berpelukan, serta mengenang berbagai cerita semasa menempuh pendidikan di SMA BPI. Suasana hangat langsung memenuhi ruangan. Gelak tawa, canda, dan kisah masa muda kembali menghidupkan kenangan yang selama puluhan tahun tersimpan dalam ingatan.
Selain menjadi ajang nostalgia, reuni tersebut juga mempererat hubungan antarsahabat yang tetap terjaga meskipun waktu telah membawa mereka menempuh jalan hidup masing-masing. Oleh karena itu, panitia merancang seluruh rangkaian kegiatan agar setiap alumni dapat menikmati kebersamaan dalam suasana penuh kekeluargaan.
Ketua Panitia Reuni Emas, Dedi Kusnandar, menjelaskan bahwa reuni kali ini memiliki makna yang sangat istimewa. Menurutnya, angkatan 1976 kini genap menempuh perjalanan persahabatan selama 50 tahun sejak pertama kali menginjakkan kaki di bangku SMA.
“Reuni emas ini merupakan reuni yang kelima puluh tahun. Kami masuk sekolah pada tahun 1976 dan sekarang sudah tahun 2026. Artinya, persahabatan kami telah berjalan selama 50 tahun. Karena itu, kami menyebutnya Reuni Emas,” ujar Dedi.
Selanjutnya, Dedi mengungkapkan bahwa hampir seluruh alumni kini telah memasuki usia di atas 65 tahun bahkan mendekati 70 tahun. Karena itu, ia mengajak seluruh sahabatnya untuk menjaga kesehatan sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual.
“Saya berharap teman-teman terus menjaga kesehatan. Selain itu, mari kita menjaga akhlak, memperbanyak amal saleh, memperkuat iman, serta mengisi usia dengan berbagai kegiatan yang membawa manfaat,” tuturnya.
Sementara itu, Humas Reuni Emas Alumni SMA BPI 1976, Drs. H. Bambang Budiraharjo, M.Si., menilai reuni memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar pertemuan biasa. Menurutnya, kebersamaan selama lima puluh tahun telah membentuk ikatan persaudaraan yang sangat kuat.
“Alhamdulillah, kita telah melewati perjalanan persahabatan selama 50 tahun. Melalui Reuni Emas ini, kami mengajak seluruh alumni SMA BPI lulusan 1976, baik IPA maupun IPS, untuk hadir dan merayakan kebersamaan yang telah kita bangun bersama,” katanya.
Lebih lanjut, Bambang mengajak seluruh alumni untuk hadir tepat waktu agar seluruh rangkaian acara berjalan sesuai rencana.
“Kehadiran setiap alumni akan menambah makna acara. Karena itu, kami berharap seluruh undangan hadir sesuai jadwal. Kami ingin menjadikan reuni ini sebagai ajang silaturahmi yang hangat sekaligus memperkuat rasa kekeluargaan,” jelasnya.
Di sisi lain, Capt. Gajah Rooseno, M.Mar., mengapresiasi penyelenggaraan reuni tersebut. Ia berharap panitia dapat kembali menggelar kegiatan serupa pada masa mendatang apabila seluruh alumni masih diberikan kesehatan.
“Ini merupakan kegiatan yang sangat baik. Mudah-mudahan kalau Allah memberikan umur panjang, kita bisa kembali mengadakan reuni berikutnya. Semoga kita semua memperoleh kesehatan jasmani dan rohani, umur panjang, serta keberkahan,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, Lia Amalia, Herwati, dan Neneng Mardiana juga mengungkapkan rasa bahagia setelah kembali bertemu sahabat-sahabat lamanya.
“Terima kasih. Sudah sangat lama kami tidak bertemu teman-teman. Hampir lima puluh tahun. Hari ini benar-benar menjadi momen yang membahagiakan,” ujar mereka.
Kemudian, Jais Darga mengaku langsung mengingat berbagai pengalaman semasa sekolah ketika bertemu kembali dengan teman-temannya.
“Begitu bertemu teman-teman, saya langsung teringat masa-masa sekolah. Saya ingat kenakalan kami, kebersamaan kami, dan semua cerita indah waktu itu. Saya juga ingin meminta maaf kepada Erna yang dulu sering saya ajak usil. Untuk semua sahabat, semoga Allah kembali mempertemukan kita pada kesempatan berikutnya,” katanya.
Selanjutnya, Ayi Syarif Rahmat dari Cimaung, Kabupaten Bandung, mengajak seluruh alumni memanfaatkan reuni sebagai sarana saling mengingatkan dalam kebaikan.
“Usia kita sekarang sudah mendekati 60 sampai 70 tahun. Karena itu, mari kita lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jangan hanya berkumpul untuk bernostalgia, tetapi juga saling menasihati agar hidup kita semakin baik,” ujarnya.
Selain itu, Luki Rais yang datang dari Denpasar, Bali, mengaku sangat bersyukur karena akhirnya kembali bertemu dengan teman-temannya setelah puluhan tahun.
“Sudah sekitar tiga puluh tahun saya tidak bertemu teman-teman. Semoga kita semua selalu sehat sehingga masih memiliki kesempatan untuk berkumpul lagi,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Buyung Adisaputra yang datang dari Jakarta. Menurutnya, reuni membangkitkan kembali kenangan indah masa remaja yang tidak pernah terlupakan.
“Saya senang sekali bertemu teman-teman zaman dulu. Kami kembali mengingat masa rambut gondrong, kenakalan remaja, dan berbagai cerita yang selalu membuat kami tertawa. Saya berharap kita semua tetap sehat, panjang umur, dan kembali bertemu pada reuni berikutnya,” tuturnya.
Menjelang berakhirnya acara, para alumni kembali mengabadikan kebersamaan melalui sesi foto bersama. Mereka saling berjabat tangan, bertukar nomor telepon, serta berjanji menjaga komunikasi setelah reuni usai. Kebersamaan itu sekaligus membuktikan bahwa waktu tidak mampu menghapus persahabatan yang telah mereka bangun sejak bangku sekolah.
Melalui Reuni Emas 50 Tahun Alumni SMA BPI 1976, seluruh peserta tidak hanya mengenang perjalanan masa muda, tetapi juga memperkuat komitmen untuk menjaga silaturahmi, saling mendoakan, serta mengisi masa depan dengan semangat persaudaraan. Semangat “Berkisah Selamanya Bersahabat” pun terus hidup sebagai simbol bahwa persahabatan sejati tidak pernah lekang oleh waktu.
