Minggu, Jul 26, 2026
Info Burinyay
PendidikanSumedang

IPDN Wisuda 1.404 Lulusan Tahun Akademik 2025/2026, Mendagri Tito Karnavian Tekankan Birokrasi Berbasis Pengetahuan

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyerahkan penghargaan kepada lulusan terbaik pada Wisuda IPDN Tahun Akademik 2025/2026 di Kampus Jatinangor, Sumedang.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyerahkan penghargaan kepada lulusan terbaik saat Sidang Senat Terbuka Wisuda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun Akademik 2025/2026 di Gedung Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Minggu (26/7/2026). Foto: Info Burinyay/dj

Jatinangor, Info Burinyay – Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mewisuda 1.404 lulusan dalam Sidang Senat Terbuka Tahun Akademik 2025/2026. Prosesi berlangsung di Gedung Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Minggu (26/7/2026). Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian hadir dan memberikan arahan kepada seluruh wisudawan.

IPDN meluluskan peserta dari empat jenjang pendidikan. Kampus itu menghasilkan 1.204 lulusan Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan. Selain itu, IPDN juga meluluskan 73 peserta Program Magister Terapan Studi Pemerintahan. Kemudian, kampus tersebut mencetak 45 doktor baru. Selanjutnya, IPDN meluluskan 82 peserta Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan.

Wisuda tahun ini menjadi momen penting bagi para lulusan. Keluarga ikut merasakan kebanggaan atas capaian tersebut. Pada saat yang sama, pemerintah memperoleh tambahan aparatur yang siap mengabdi di berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Tito Karnavian meminta seluruh alumni mengembangkan birokrasi yang bertumpu pada ilmu pengetahuan. Menurutnya, aparatur pemerintah harus mampu melahirkan kebijakan yang berdasarkan kajian akademik dan kebutuhan masyarakat.

“Kehadiran para pemikir muda bidang kepamongprajaan ini diharapkan menjadi angin segar bagi tata kelola birokrasi nasional yang berbasis pengetahuan. Para wisudawan IPDN diharapkan mampu membuat kebijakan-kebijakan baru yang berbasis pada pengetahuan dan berlandaskan teori,” ujar Tito Karnavian.

Selain menguasai teori, para alumni juga harus cepat menyesuaikan diri dengan kondisi daerah penugasan. Tito menjelaskan bahwa setiap wilayah memiliki tantangan yang berbeda. Karena itu, aparatur pemerintah harus memahami karakter masyarakat sebelum mengambil kebijakan.

Tito juga mengungkapkan tingginya kebutuhan pemerintah daerah terhadap lulusan IPDN. Banyak kepala daerah meminta tambahan aparatur dari kampus tersebut. Mereka menilai lulusan IPDN memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter kepemimpinan yang kuat.

“Banyak kepala daerah yang sudah request lulusan IPDN, karena lulusan IPDN ini bukan hanya belajar akademik, mereka juga belajar kesamaptaan, jasmani, kesehatan, mental ideologi, nasionalisme, integritas, disiplin dan lain-lain. Itu yang membuat mereka banyak diminati. Nanti kita lihat apakah bisa dipenuhi semua, karena Saya inginnya mereka belajar dulu di daerah lain di seluruh Indonesia,” katanya.

Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si kemudian menyampaikan laporan akademik. Ia juga mengumumkan para lulusan terbaik dari setiap program pendidikan.

Aji Bayu Ramadhan, S.Tr.IP asal pendaftaran Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat prestasi sebagai lulusan terbaik Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan. Ia meraih IPK 3,84. Prestasi itu mengantarkannya menerima penghargaan Kartika Astha Brata.

“Dari Program Vokasi Sarjana Terapan, lulusan terbaik diperoleh Aji Bayu Ramadhan, S.Tr.IP asal pendaftaran Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan raihan IPK 3,84. Ia juga berhak menerima penghargaan Kartika Astha Brata,” kata Halilul Khairi.

IPDN juga memilih sembilan lulusan terbaik lainnya. Kampus tersebut menyerahkan penghargaan Kartika Sapta Abdi Praja kepada seluruh penerima. Mereka berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Kepulauan Riau, dan Nusa Tenggara Timur.

Selanjutnya, Elliya Nurul Firdaus, S.H., M.Tr.IP meraih predikat lulusan terbaik Program Magister Terapan Studi Pemerintahan. Dr. Iin Mutmainnah, S.Sos., M.Si mencatat prestasi sebagai lulusan terbaik Program Doktor Ilmu Pemerintahan. Sementara itu, Ridwan Mochamad Ramdhani memimpin capaian akademik pada Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan.

IPDN terus memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan kader pemerintahan. Kampus tersebut membangun kompetensi akademik sekaligus membentuk integritas, disiplin, nasionalisme, dan kepemimpinan. Karena itu, para alumni diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik. Mereka juga harus menghadirkan inovasi birokrasi serta meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan di seluruh Indonesia.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.