Jumat, Sep 4, 2026
Info Burinyay
Peristiwa

Widi Koswara Khitbah Novi Arni Nurmades, Dua Keluarga Perkuat Ikatan Silaturahmi

Widi Koswara terima tanda lamaran Novi Arni Nurmades didampingi orang tua
Prosesi khitbah Widi Koswara dan Novi Arni Nurmades berlangsung hangat saat Widi menerima simbolis tanda lamaran dengan didampingi orang tua. Foto:Info Burinyay/dj

Solokanjeruk, Infoi Burinyay — Prosesi khitbah atau lamaran Widi Koswara kepada Novi Arni Nurmades berlangsung di kediaman keluarga Novi, Kp. Rancaenong, Desa Cibodas, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Jumat (4/9/2026).

Momen tersebut mempertemukan keluarga besar kedua calon mempelai dalam suasana penuh kehangatan. Selain menjadi tahap menuju pernikahan, acara itu juga memperkuat hubungan silaturahmi antara keluarga besar Widi dan keluarga besar Novi.

Novi Arni Nurmades merupakan anak pertama dari pasangan Bapak H. Ajat Sudrajat dan Ibu Hj. Rina Nurjanah. Sementara itu, Widi Koswara merupakan anak ketiga dari pasangan Bapak Asep Koswara dan Ibu Imas.

Karena itu, keluarga dari kedua pihak memberikan doa dan pesan agar hubungan Widi dan Novi terus berkembang menuju kehidupan rumah tangga yang harmonis.

Perwakilan keluarga besar Asep Koswara, Ustad Ari Mustopa, menyampaikan ucapan selamat sekaligus doa untuk kedua calon mempelai.

“Saya mau mengucapkan selamat dan doa. Semoga Widi dan Novi menempuh hidup barunya dengan banyak kebahagiaan, berkah umur, dan berkah rezeki,” ujar Ari.

Selain itu, Ari berharap Widi dan Novi kelak mampu membangun keluarga yang berlandaskan nilai keagamaan.

“Semoga rumah tangganya sampai menjadi rumah tangga sakinah, mawaddah, warahmah,” katanya.

Ari juga menyampaikan pesan kepada keluarga Novi sebagai calon besan. Menurutnya, keluarga besar memiliki peran penting dalam membimbing pasangan muda ketika menghadapi persoalan dalam kehidupan rumah tangga.

“Titip cucu si Widi. Kalau ada kesalahan, ya perbaiki. Namanya pasti anak-anak banyak salahnya,” ucap Ari.

Sementara itu, perwakilan keluarga besar Ajat Sudrajat, Dr. KH. Muhammad Agus Nurkholik, MN., S.Ag., SE., MA., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan acara tersebut.

Ia melihat kedua keluarga menunjukkan sikap saling menghormati dan menghargai. Bahkan, pertemuan tersebut memperlihatkan adanya semangat untuk saling melengkapi.

“Secara pribadi saya mengapresiasi acara yang luar biasa hari ini. Nampak sekali dua keluarga besar ini adalah keluarga besar yang saling menghormati, saling menghargai, dan kemudian saling melengkapi,” tutur Agus.

Menurut Agus, prosesi khitbah tidak hanya menjadi agenda seremonial. Lebih dari itu, acara tersebut dapat menjadi momentum untuk mempererat hubungan dua keluarga.

“Mudah-mudahan acara khitbah ini, acara tunangan ini bukan hanya sekadar menjadi formalitas, tapi menjadi pengikat dua keluarga dalam silaturahmi,” katanya.

Agus kemudian berharap hubungan tersebut mengantarkan Widi dan Novi menuju kehidupan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.

“Kita doakan semoga acara ini berjalan dengan sukses dan kemudian bisa mengantarkan ke arah yang lebih baik, menjalin hari esok yang lebih elok, menggapai masa datang yang insya Allah semakin gemilang,” ujarnya.

Selanjutnya, Asep Juarsa, SE., dari keluarga besar Ajat Sudrajat, turut menyampaikan rasa syukur atas pertemuan kedua keluarga.

Menurut Asep, prosesi tersebut menghadirkan kegembiraan sekaligus membuka ruang silaturahmi yang lebih luas.

“Alhamdulillah kita turut gembira dengan acara ini. Ada pertemuan silaturahmi antara keluarga yang luar biasa,” kata Asep.

Karena itu, ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada acara khitbah. Sebaliknya, hubungan kedua keluarga dapat terus tumbuh dan memberikan keberkahan bagi kedua pihak.

“Mudah-mudahan untuk ke depan ini menjadi silaturahmi yang lebih kuat, lebih berkah untuk kedua pihak ini,” ujarnya.

Asep juga memberikan pesan kepada Widi dan Novi agar menjadikan pertunangan sebagai tahap penting sebelum memasuki pernikahan.

“Mudah-mudahan jalinan dari silaturahmi pertunangan ini menjadi pengikat yang kokoh, sehingga menjadi pengikat untuk nanti ke depan menjadi titik akhir dalam pernikahan,” tutur Asep.

Di sisi lain, Tokoh Agama Ustad Ceceng Abdillah menilai prosesi lamaran berjalan lancar. Ia kemudian mendoakan agar hubungan Widi dan Novi terus berkembang hingga pernikahan.

“Alhamdulillah acara lamaran sukses, tidak ada halangan-halangan dan tidak ada apa-apa,” kata Ceceng.

Menurutnya, prosesi khitbah menjadi awal dari perjalanan panjang kedua calon mempelai. Karena itu, ia berharap hubungan tersebut terus mendapatkan kelancaran.

“Mudah-mudahan ini baru kembang, semoga menjadi buah, berjenjang sampai pernikahan dan diperjadikan pernikahan yang sakinah, mawaddah, warahmah,” ujarnya.

Prosesi khitbah Widi Koswara dan Novi Arni Nurmades tidak hanya mempertemukan dua calon mempelai. Acara tersebut juga mempertemukan dua keluarga besar dalam satu ikatan silaturahmi.

Selanjutnya, kedua keluarga berharap hubungan Widi dan Novi dapat terus berjalan menuju jenjang pernikahan. Selain itu, mereka menitipkan doa agar pasangan tersebut mampu membangun keluarga yang harmonis, saling menghormati, dan memperoleh keberkahan dalam perjalanan kehidupan bersama.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.