Rancaekek, Info Burinyay – Malam Puncak Hajat Lembur Desa Sukamanah berlangsung meriah di halaman Balai Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Minggu malam, 6 September 2026. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia yang melibatkan masyarakat dari 17 RW.
Rangkaian acara menghadirkan berbagai kegiatan yang sebelumnya berlangsung dalam suasana semarak dan penuh partisipasi warga. Selain menjadi ruang silaturahmi, Hajat Lembur juga menjadi momentum untuk mengangkat kembali seni, budaya, kreativitas, serta kekompakan masyarakat Desa Sukamanah.
Pada malam puncak, panitia menyerahkan sertifikat penghargaan kepada para RW dan peserta yang ikut memeriahkan rangkaian kegiatan. Penghargaan tersebut diberikan kepada peserta Karnaval, Lomba Posyandu, Lomba Gapura, Paskibraka Terbaik, Lomba Jampana, RW Paling Meriah, hingga Lomba Pos Ronda.
Selain penghargaan, masyarakat juga mendapat hiburan melalui penampilan spesial Puspa Sunda Jaya. Pertunjukan kesenian tradisional tersebut menjadi salah satu daya tarik utama malam puncak Hajat Lembur. Penampilan itu sekaligus memperkuat nuansa budaya Sunda yang menjadi bagian penting dalam kegiatan masyarakat Desa Sukamanah.
Kepala Desa Sukamanah H. Dede Rahim mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan Hajat Lembur berjalan kondusif selama dua hari.
“Alhamdulillah tuntas sudah dua hari berturut-turut kondusif semuanya. Ada beberapa RW yang tidak mengirimkan itu karena ada halangan anak-anaknya sakit. Jadi nanti untuk tahun depan semoga lebih meriah dari tahun ini,” ujar Dede Rahim.
Menurutnya, pemerintah desa juga ingin menjaga kesinambungan kegiatan budaya di tengah masyarakat. Karena itu, Desa Sukamanah berencana mempertahankan kegiatan seni dan budaya sebagai bagian dari agenda masyarakat pada tahun-tahun berikutnya.
“Jadi tetap di Sukamanah diadakan rampak sekar ibu-ibu pun untuk meningkatkan adat dan budaya Sukamanah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Dr. H. Cecep Suhendar, S.Pd., M.Si., menilai Hajat Lembur menunjukkan kuatnya partisipasi masyarakat dalam membangun kegiatan bersama. Ia menyebut kegiatan tersebut lahir dari inisiatif warga dan mendapat dukungan berbagai unsur di Desa Sukamanah.
“Ini kan hajat lembur warga masyarakat Desa Sukamanah. Kegiatan ini merupakan inisiasi murni dari warga masyarakat yang dipimpin oleh kepala desa, Bapak Haji Dede Rahim, kemudian Ketua BPD Pak Abdul Gani, dan Ketua PKK Ibu Dian,” ujar Cecep.
Ia menambahkan, penyelenggaraan kegiatan juga mendapat dukungan dari 17 ketua RW melalui Forum RW. Selain itu, Karang Taruna turut mengambil peran dalam mengakomodasi dan mengoordinasikan sumber daya masyarakat.
Cecep menyebut Hajat Lembur sebagai kegiatan tahunan yang menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menampilkan potensi seni dan budaya lokal.
“Ini merupakan kegiatan tahunan yang merupakan manifestasi dari peringatan dan perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-81,” katanya.
Ia menilai keterlibatan Karang Taruna dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu kekuatan utama. Karang Taruna mampu menggerakkan generasi muda sekaligus mengakomodasi berbagai talenta yang berkembang di lingkungan Desa Sukamanah.
“Ini peranserta Karang Taruna luar biasa, bisa mengakomodasi, mengoordinasi semua sumber daya manusia yang ada sehingga tampilan seni pun, seni budaya yang ditampilkan ini adalah murni talenta-talenta yang ada di Desa Sukamanah,” tutur Cecep.
Menurutnya, karakter budaya Sunda juga terlihat kuat dalam kehidupan masyarakat Sukamanah. Ia berharap generasi muda terus menjaga tradisi tersebut agar tidak terputus oleh perubahan zaman.
“Ini dipimpin oleh kepala desa sendiri yang setiap hari selalu pakai totopong, pakai ikat. Dalam kegiatan sehari-harinya pun ini merefleksikan budaya Sunda,” ujarnya.
Karena itu, Cecep mendorong adanya proses regenerasi budaya secara berkelanjutan. Ia berharap generasi muda Desa Sukamanah mampu mempertahankan tradisi dan meneruskannya kepada generasi berikutnya.
“Sehingga saya yakin generasi muda harus terus mempertahankan tradisi ini dan berestafet dari masa ke masa ke generasi muda selanjutnya pun tetap mempertahankan tradisi ini,” katanya.
Dukungan terhadap keberlanjutan Hajat Lembur juga datang dari BPD Desa Sukamanah. Anggota BPD Terpilih Desa Sukamanah Dadi Febrianto menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa, Karang Taruna, PHBN Desa Sukamanah, serta seluruh pihak yang ikut menyukseskan kegiatan.
“Kami selaku BPD terpilih Desa Sukamanah mengucapkan sebesar-besarnya ucapan terima kasih kepada Kepala Desa Sukamanah, Bapak Haji Dede Rahim dan Karang Taruna Desa Sukamanah serta PHBN Desa Sukamanah serta jajarannya telah melaksanakan acara hajat lembur untuk masyarakat,” ujar Dadi.
Ia menilai antusiasme warga menjadi salah satu faktor penting yang membuat rangkaian kegiatan berjalan meriah dan lancar. Karena itu, ia berharap Hajat Lembur dapat terus hadir setiap tahun.
“Di mana partisipasi warga sangat antusias sehingga acara berjalan dengan meriah dan lancar. Mudah-mudahan acara seperti ini terus dilaksanakan tiap tahun agar supaya budaya Sunda intinya selalu dikembangkan untuk generasi selanjutnya,” katanya.
Ketua Karang Taruna Desa Sukamanah Ramadan Oktaviana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat. Ia mengucapkan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Desa Sukamanah, Kepala Desa H. Dede Rahim, perangkat desa, anggota DPRD, BPD, serta para tokoh masyarakat.
“Saya sebagai ketua mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada semua jajaran Pemdes Desa Sukamanah, terutama kepada Bapak Haji Dede Rahim, serta jajaran perangkat desa,” ujar Ramadan.
Ia juga memberikan pesan kepada seluruh Karang Taruna di 17 RW agar terus menjaga kekompakan dan meningkatkan keterlibatan dalam berbagai kegiatan desa.
“Untuk semua Karang Taruna di 17 RW di Desa Sukamanah, semoga makin kompak, makin berani, dan berpartisipasi dalam seluruh kegiatan desa. Salam satu hati,” katanya.
Perwakilan RW sekaligus panitia dari Karang Taruna Desa Sukamanah, Deden Suganda, turut menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan pelaksanaan Hajat Lembur. Ia menilai seluruh rangkaian acara berlangsung sukses, lancar, dan kondusif.
“Alhamdulillahirabbil’alamin, sim kuring panginten salaku panitia ti Karang Taruna Desa Sukamanah, alhamdulillah acara sukses, lancar, kondusif,” ujar Deden.
Deden juga mengajak masyarakat untuk terus bergerak dan berkontribusi bagi kemajuan Desa Sukamanah. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk mengambil langkah dalam membangun desa.
“Utamana mah jangan takut untuk melangkah, maju terus, pantang mundur. Berjuang untuk memajukan Desa Sukamanah,” katanya.
Dengan berakhirnya malam puncak tersebut, rangkaian Hajat Lembur Desa Sukamanah resmi ditutup. Namun, semangat kebersamaan, partisipasi warga, serta upaya mempertahankan seni dan budaya Sunda diharapkan terus berkembang.
Selain menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 RI, Hajat Lembur juga memperlihatkan bagaimana masyarakat dapat mengelola potensi lokal melalui kolaborasi pemerintah desa, BPD, Karang Taruna, Forum RW, tokoh masyarakat, serta warga.
Ke depan, Desa Sukamanah diharapkan mampu mengembangkan kegiatan serupa dengan cakupan yang semakin luas. Dengan demikian, tradisi lokal tidak hanya menjadi bagian dari perayaan tahunan, tetapi juga menjadi ruang regenerasi budaya dan penguatan kebersamaan masyarakat.