Soreang, Info Burinyay — Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bandung bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bandung menggelar Seminar Pembinaan Organisasi Kemasyarakatan bagi pengurus dan anggota GOW, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Dewi Sartika, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung, Soreang. Sebanyak 100 peserta mengikuti seminar yang menjadi bagian dari Program Hibah APBD Kabupaten Bandung Tahun Anggaran 2026.
Seminar mengusung tema “Bedas Cerdas”. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Melalui seminar ini, GOW mendorong pengurus dan anggota meningkatkan kapasitas kelembagaan. Karena itu, materi pembinaan juga menyoroti tata kelola organisasi, tata tertib, hak dan kewajiban organisasi kemasyarakatan, hingga prosedur administrasi dan legalitas organisasi.
Ketua GOW Kabupaten Bandung Hj. Emma Dzubaedah, SE., MM., mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat keberadaan organisasi wanita di Kabupaten Bandung.
“Kami dari GOW Kabupaten Bandung pada hari Selasa tanggal 8 September 2026 mengadakan acara pembinaan organisasi wanita se-Kabupaten Bandung,” ujar Emma.
Menurutnya, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Kesbangpol serta DPPKB PPA Kabupaten Bandung. Selain mendapatkan pembinaan, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan organisasi dan prosedur legalitas yang perlu dimiliki setiap organisasi.
Emma menjelaskan, GOW Kabupaten Bandung menaungi 40 organisasi wanita di tingkat kabupaten dan 31 organisasi di tingkat kecamatan.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan bekal dalam pembinaan organisasi, termasuk bimbingan mengenai tata tertib organisasi serta prosedur perizinan dari Kemenkumham yang harus dimiliki setiap organisasi,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga mendapat sambutan dari Bupati Bandung. Pemerintah daerah berharap keberadaan GOW semakin mampu merefleksikan peran organisasi perempuan dalam pembangunan daerah.
Sementara itu, Staff Bidang Analisis Kebijakan Ahli Pertama Kesbangpol Kabupaten Bandung, Fadli Musthafa, S.M., menilai kerja sama antara GOW dan Kesbangpol dapat menjadi fondasi untuk membangun organisasi yang semakin mandiri.
“Kami dari Kesbangpol ingin menyampaikan terima kasih dan juga sukses atas kegiatannya. Sinergi ini kami harapkan ke depannya agar GOW dapat menjadi organisasi yang mandiri dan juga sukses,” kata Fadli.
Fadli menjelaskan, Kesbangpol memberikan penguatan mengenai tugas dan fungsi organisasi kemasyarakatan. Selain itu, pihaknya mengingatkan kembali hak dan kewajiban organisasi ketika menjalankan aktivitas di tengah masyarakat.
Menurut Fadli, organisasi juga memiliki peluang mengembangkan badan usaha untuk mendukung kemandirian kelembagaan.
“Kami di Kesbangpol juga ingin memberikan informasi bahwa ormas dapat memiliki badan usaha sendiri supaya ke depannya organisasi bisa mandiri dalam melaksanakan kegiatannya,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap organisasi yang berada di bawah naungan GOW dapat mengembangkan potensi masing-masing. Kemandirian tersebut dinilai penting agar organisasi mampu menjalankan program secara berkelanjutan dan memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat.
Ketua Panitia Kegiatan, Kaesih Saroh, S.Pd., mengatakan panitia menargetkan 100 peserta dalam seminar tersebut. Peserta berasal dari pengurus dan anggota GOW Kabupaten Bandung serta perwakilan GOW tingkat kecamatan.
“Ini adalah kegiatan GOW bekerja sama dengan Kesbangpol Kabupaten Bandung. Acaranya berbentuk seminar pembinaan untuk anggota GOW Kabupaten Bandung dan perwakilan dari GOW Kecamatan se-Kabupaten Bandung,” tutur Kaesih.
Ia menyebut sejumlah unsur turut menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya perwakilan pemerintah daerah, Kesbangpol, DPPKB PPA, jajaran GOW, serta organisasi kemasyarakatan.
Di sisi lain, Penasehat GOW Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Permanawati, S.Pd.I., M.M., mengapresiasi pelaksanaan seminar tersebut. Menurutnya, forum pembinaan dapat menjadi ruang untuk merefleksikan kembali peran organisasi wanita di Kabupaten Bandung.
“Saya apresiasi dengan adanya kegiatan yang hari ini merefleksi organisasi wanita yang berada di Kabupaten Bandung,” kata Emma Dety.
Ia berharap pembinaan tidak berhenti pada peningkatan pemahaman pengurus. Lebih dari itu, organisasi wanita perlu memperluas kiprah dan menghadirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini memberikan edukasi, pemahaman, dan tentunya lebih melebarkan sayap untuk bagaimana organisasi wanita itu lebih besar,” ujarnya.
Emma Dety juga menekankan pentingnya kehadiran organisasi wanita di tengah masyarakat. Menurutnya, organisasi perlu memastikan berbagai program yang mereka jalankan memberikan manfaat langsung bagi perempuan di Kabupaten Bandung.
“Harapan ke depannya yaitu bagaimana organisasi wanita ini bisa lebih dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Bandung, terutama untuk wanita-wanita yang ada di Kabupaten Bandung,” katanya.
Seminar “Bedas Cerdas” tersebut sekaligus menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan dalam menjaga keberlanjutan organisasi. Dengan tata kelola yang lebih baik, legalitas yang jelas, serta kemampuan mengembangkan sumber daya secara mandiri, GOW diharapkan semakin aktif mengambil bagian dalam pembangunan Kabupaten Bandung.
Selain itu, sinergi antara GOW, Kesbangpol, dan perangkat daerah membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk mendorong organisasi perempuan agar tidak hanya aktif secara internal, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.