30 C
Bandung
Selasa, Sep 8, 2026
Info Burinyay
Kegiatan OrganisasiKota Bandung

Rakercab III IWAPI Kota Bandung Dorong Perempuan Pengusaha Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi

Pelantikan Pengurus Ranting IWAPI Rancasari Buah Batu Lengkong 2026-2030
Pelantikan dan pengangkatan Dewan Pengurus Ranting IWAPI Kecamatan Rancasari, Buah Batu, dan Lengkong periode 2026-2030 dalam Rakercab III DPC IWAPI Kota Bandung, Selasa (8/9/2026). Foto:Info Burinyay/red

Bandung, Info Burinyay — DPC Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Bandung menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) III pada Selasa, 8 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom BNI 46 Lantai 8, Kanwil 04 Jawa Barat, Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 3, Kota Bandung.

Rakercab III DPC IWAPI Kota Bandung mengangkat tema “Perempuan Pengusaha yang Inovatif, Kolaboratif dan Tangguh Menghadapi Krisis melalui Penguatan Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi”.

Melalui agenda tersebut, IWAPI Kota Bandung mendorong anggota untuk memperkuat kapasitas usaha sekaligus membangun kolaborasi dengan pemerintah, BUMN, swasta, serta berbagai organisasi.

Ketua DPC IWAPI Kota Bandung, Hj. Rosnida Ratnawati, SE., mengatakan Rakercab menjadi momentum penting untuk mengevaluasi program organisasi sekaligus menyusun agenda kerja berikutnya.

“Alhamdulillah pada hari ini, Selasa, 8 September 2026, DPC IWAPI Kota Bandung mengadakan rapat kerja cabang yang ketiga di BNI Tower Bandung. Pembukaan berjalan dengan lancar,” kata Rosnida.

Menurutnya, evaluasi program menjadi bagian penting dalam memastikan organisasi terus berkembang. Karena itu, IWAPI Kota Bandung ingin memperluas kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung pengusaha perempuan.

“Harapan saya, semoga dalam Rakercab ini apa yang menjadi rencana kita, yaitu mengevaluasi program tahun yang lalu dan membuat program kerja tahun berjalan, dapat berjalan dengan lancar, mudah, dan kita semakin banyak bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik swasta, BUMN, maupun pemerintah,” ujarnya.

Selain memperkuat kolaborasi, Rosnida juga membuka peluang kerja sama dengan lembaga legislatif. Ia berharap anggota DPR dan DPRD dapat memberikan ruang kolaborasi bagi pengusaha perempuan.

“Kami ingin sekali berkolaborasi dan dilirik oleh anggota dewan. Selama ini kami belum pernah mengadakan kolaborasi dengan DPR maupun DPRD. Mudah-mudahan didengar dan kami sangat menanti uluran tangan dari beliau-beliau semua,” tutur Rosnida.

Sementara itu, Ketua Umum DPD IWAPI Dr. Hj. Masrura Ram Idjal, SE., MBA., M.Sc. melalui sambutan yang dibacakan Wakil Ketua Umum I Bidang Organisasi, Susy Susanti, SE., MM., mengapresiasi pelaksanaan Rakercab III DPC IWAPI Kota Bandung.

Masrura menilai Rakercab tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi. Menurutnya, forum tersebut harus menghasilkan evaluasi dan langkah strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam dunia usaha.

“Saya berharap Rakercab ini tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi menjadi momentum untuk mengevaluasi apa yang sudah kita lakukan dan menyusun langkah yang lebih baik ke depan,” demikian sambutan Masrura.

Ia juga menilai tema Rakercab sangat relevan dengan kondisi ekonomi dan tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.

“Perempuan pengusaha harus terus inovatif, mampu berkolaborasi, dan tangguh sehingga dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi keluarga, masyarakat, dan perekonomian daerah,” ujarnya.

Karena itu, IWAPI perlu terus menjadi ruang bagi para pengusaha perempuan untuk memperluas jaringan, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan anggota.

“Mari kita jadikan IWAPI sebagai wadah untuk saling menguatkan, memperluas jaringan, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan anggota,” katanya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Bandung. Dalam sambutan Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan yang dibacakan Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung, Dr. Tris Avianti Ratnajati, SE., M.Si., Pemkot Bandung mengapresiasi konsistensi IWAPI dalam mendorong kemajuan pengusaha perempuan.

Pemerintah Kota Bandung menilai aktivitas pengusaha perempuan memiliki dampak langsung terhadap perekonomian. Selain memperkuat ekonomi keluarga, pelaku usaha perempuan turut menggerakkan sektor UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas aktivitas ekonomi daerah.

“Kontribusi para anggota IWAPI tidak hanya menguatkan keluarga, tetapi juga menggerakkan UMKM, membuka lapangan kerja, dan mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Bandung,” demikian sambutan Wali Kota Bandung.

Pemkot Bandung juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi perempuan dalam mengembangkan usaha. Tantangan tersebut mencakup keterbatasan akses terhadap pelatihan, permodalan, teknologi, jaringan pasar, hingga pandangan yang masih membatasi peran perempuan.

Karena itu, pemerintah mendorong penguatan kapasitas pengusaha perempuan secara berkelanjutan. Langkah tersebut penting agar pelaku usaha, khususnya sektor rintisan, mikro, dan kecil, mampu meningkatkan kemandirian serta menangkap peluang ekonomi baru.

Pada Rakercab III tersebut, isu ketahanan pangan juga mendapat perhatian khusus. Dr. H. Anang Sudarna, M.Si., yang menjadi narasumber, mengaitkan ketahanan pangan dengan pengelolaan sampah dan penerapan circular economy.

Anang menjelaskan konsep tersebut melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber daya ekonomi. Menurutnya, masyarakat dapat mengolah sampah organik melalui metode composting maupun biokonversi menggunakan maggot.

“Sesuai dengan permintaan panitia, tema ataupun judul paparan yang saya sampaikan itu menyangkut tiga aspek: pengelolaan sampah, circular economy, dan ketahanan pangan,” kata Anang.

Ia kemudian menjelaskan potensi sampah organik Kota Bandung. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung yang ia sampaikan, produksi sampah mencapai sekitar 1.541 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 42 persen merupakan sampah organik.

Sampah tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari sisa makanan, buah busuk, daun, hingga limbah pasar sayuran. Jika masyarakat mengelolanya secara optimal, sampah organik dapat menghasilkan produk yang bernilai ekonomi.

“Artinya sekitar 640 sekian ton. Itu bisa menghasilkan setiap hari itu kurang lebih 160 ton sampah organik yang sangat bagus itu berupa kasgot. Di samping itu, bisa menghasilkan kurang lebih 65 ton maggot-nya,” jelas Anang.

Menurut Anang, pengelolaan tersebut dapat menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan. Pupuk organik dapat mendukung sektor pertanian, sedangkan maggot dapat menjadi sumber pakan atau bahan baku pakan ternak dan ikan.

“Potensi mendukung circular economy jelas: sampah diolah menjadi pupuk, maggot, jadi produk pertanian, buah-buahan, sayur-sayuran, padi termasuk di dalamnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa konsep circular economy menghubungkan berbagai proses produksi. Dalam sistem tersebut, limbah dari satu proses dapat menjadi bahan baku bagi proses berikutnya. Pada akhirnya, sistem tersebut dapat mendukung kemandirian pangan sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru.

Selain forum diskusi dan edukasi, Rakercab III DPC IWAPI Kota Bandung juga menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung. Agenda tersebut meliputi pelantikan dan pengangkatan Dewan Pengurus Ranting Kecamatan Rancasari, Kecamatan Buah Batu, dan Kecamatan Lengkong untuk periode 2026–2030.

Panitia juga memberikan penghargaan kepada perempuan pengusaha berprestasi tingkat Kota Bandung. Selain itu, kegiatan menghadirkan edukasi ketahanan pangan, edukasi dari BNI, pemberian bibit pohon, serta bazar UMKM.

Ketua Panitia Rakercab III DPC IWAPI Kota Bandung, Hj. Kartikowati Djoharijah, mengatakan keberhasilan kegiatan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.

“Alhamdulillah hari ini Rakercab III DPC IWAPI Kota Bandung berjalan sukses dan lancar. Tentunya hal ini berkat dukungan dari berbagai pihak,” kata Kartikowati.

Ia menyampaikan apresiasi kepada BNI 46, para sponsor, Pemerintah Kota Bandung, sejumlah dinas, serta organisasi yang turut mendukung kegiatan.

Menurutnya, rangkaian acara tidak hanya berfokus pada agenda organisasi. Panitia juga menggabungkan edukasi lingkungan, penguatan kepengurusan tingkat ranting, serta apresiasi terhadap perempuan pengusaha.

“Hari ini acaranya meliputi edukasi tentang lingkungan, pelantikan ranting, juga pemilihan pengusaha perempuan berprestasi,” ujarnya.

Kartikowati juga mengajak para pengusaha perempuan di Kota Bandung untuk bergabung dengan IWAPI. Ia menilai organisasi dapat menjadi ruang untuk memperluas jaringan, meningkatkan kapasitas, dan membangun kolaborasi usaha.

Salah satu pengurus yang mengikuti pelantikan, Reny Rochmawat, Ketua Ranting IWAPI Kecamatan Buah Batu, menyampaikan komitmennya untuk mengembangkan kepengurusan di wilayah tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini saya dilantik di Ranting Buah Batu. Terima kasih juga kepada Ibu Rosnida selaku Ketua Umum DPC IWAPI Kota Bandung. Mudah-mudahan kita bisa bersinergi dan berkolaborasi,” kata Reny.

Ia juga meminta dukungan dan arahan agar Ranting IWAPI Kecamatan Buah Batu dapat berkembang serta memperluas jumlah anggota.

Sementara itu, Hj. Ai Mulyati yang meraih penghargaan Perempuan Pengusaha Berprestasi Tingkat Kota Bandung mengaku penghargaan tersebut memberikan motivasi baru untuk terus mengembangkan usaha.

“Alhamdulillah, dengan usaha dari awal sampai sekarang, ternyata berhasil mendapatkan penghargaan. Hal ini memberikan motivasi kembali dan semangat untuk terus berusaha,” ujar Ai.

Ia juga menyampaikan pesan kepada sesama pengusaha perempuan agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan usaha.

“Jangan berputus asa. Semangat terus karena pada akhirnya, dengan kerja keras, kita akan mendapatkan sesuatu yang membahagiakan,” katanya.

Dukungan terhadap pelaksanaan Rakercab III juga disampaikan Area Head BNI W.04, Gerardus Fredericus Heijneker. Ia memberikan apresiasi kepada jajaran DPC IWAPI Kota Bandung dan para peserta yang mengikuti kegiatan.

“Selamat dalam melaksanakan Rakercab DPC IWAPI Kota Bandung. Selalu semangat dan sukses untuk Ibu-ibu hebat,” ujar Gerardus.

DPC IWAPI Kota Bandung menempatkan penguatan kapasitas perempuan pengusaha, kolaborasi lintas sektor, ketahanan pangan, dan kemandirian ekonomi sebagai bagian dari agenda organisasi.

Hasil evaluasi program serta rancangan kerja yang dibahas dalam Rakercab diharapkan dapat menjadi pijakan bagi IWAPI Kota Bandung untuk memperluas manfaat organisasi. Dengan demikian, pengusaha perempuan tidak hanya mampu bertahan menghadapi tekanan ekonomi, tetapi juga dapat menciptakan peluang usaha baru dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian Kota Bandung.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.