Selasa, Sep 22, 2026
Info Burinyay
Kab. BandungKegiatan Pemerintahan

Emma Dety Dorong Perempuan ASN Kabupaten Bandung Jaga Kesehatan dan Tingkatkan Produktivitas

Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Emma Dety Permanawati menyampaikan materi kesehatan dan peran perempuan ASN
Ketua TP PKK Kabupaten Bandung, Hj. Emma Dety Permanawati, saat menyampaikan arahanya kepada para perempuan ASN Kabupaten Bandung dalam Ladies Program KORPRI di Hotel Grand Sunshine, Soreang, Selasa (22/9/2026). Foto:Info Burinyay/Diskominfo

Soreang, Info Burinyay — Ketua TP PKK Kabupaten Bandung, Hj. Emma Dety Permanawati, mendorong perempuan aparatur sipil negara (ASN) menjaga kesehatan sekaligus terus mengembangkan kapasitas diri.

Menurut Emma, kesehatan menjadi modal penting bagi perempuan untuk menjalankan berbagai tanggung jawab. Perempuan ASN tidak hanya menghadapi tuntutan pekerjaan, tetapi juga memiliki peran dalam keluarga dan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Emma dalam Ladies Program KORPRI Kabupaten Bandung bertema “Perempuan Sehat, Kinerja Meningkat: Penguatan Peran Perempuan ASN Kabupaten Bandung” di Hotel Grand Sunshine, Soreang, Selasa (22/9/2026).

Emma mengatakan kesehatan perempuan memiliki hubungan erat dengan produktivitas. Karena itu, perempuan perlu memahami kondisi dirinya dan mampu mengelola berbagai situasi yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

“Kesehatan adalah modal utama produktivitas perempuan. Kita sebagai perempuan harus bisa menerima sekaligus mengelola kondisi dan situasi diri kita sendiri,” kata Emma.

Menurut Emma, perempuan ASN menjalankan peran yang tidak sederhana. Di satu sisi, mereka harus menyelesaikan tanggung jawab kedinasan. Di sisi lain, mereka tetap memiliki tanggung jawab terhadap keluarga.

Kondisi tersebut membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Bahkan, perempuan ASN terkadang harus meninggalkan keluarga untuk menjalankan tugas kedinasan.

“Apalagi dengan peran sebagai ASN, kita perlu memperbesar rasa ikhlas. Ada kalanya kita harus rela meninggalkan anak yang mungkin sedang sakit atau meninggalkan keluarga karena ada tugas luar,” ujarnya.

Namun, Emma mengingatkan bahwa makna kesehatan tidak berhenti pada kondisi fisik. Kesehatan juga mencakup kondisi mental dan emosional.

Selain itu, perempuan perlu mampu mengatur keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga. Kemampuan tersebut membantu perempuan menghadapi tuntutan pekerjaan tanpa mengabaikan hubungan dengan keluarga.

Di tengah berbagai tanggung jawab tersebut, Emma mendorong perempuan ASN untuk tidak berhenti belajar.

Menurutnya, perkembangan lingkungan kerja menuntut perempuan ASN memiliki kemampuan untuk beradaptasi. Peningkatan kompetensi juga mendukung perempuan menjalankan tugas secara lebih optimal.

“Jadilah perempuan ASN yang smart, kompeten, dan adaptif. Perempuan ASN harus terus bertumbuh, jangan berhenti belajar,” katanya.

Emma juga meminta perempuan ASN tidak merasa bersalah ketika memilih menjalankan karier sekaligus mengabdi melalui pemerintahan.

Menurutnya, kualitas hubungan antara orang tua dan anak tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah waktu yang tersedia. Perhatian yang konsisten juga memiliki arti penting bagi anak.

“Jangan pernah merasa bersalah bekerja sebagai ASN. Anak akan merasakan kehadiran orang tuanya melalui perhatian-perhatian kecil yang konsisten,” ujarnya.

Karena itu, Emma mengajak perempuan ASN tetap menyediakan ruang bagi keluarga. Kesibukan pekerjaan tidak harus menghilangkan kesempatan untuk membangun kedekatan dengan anak.

Emma juga menyoroti pentingnya keteladanan orang tua. Menurutnya, anak tidak hanya belajar melalui nasihat, tetapi juga melalui perilaku yang mereka lihat setiap hari.

“Anak akan melihat keteladanan daripada hanya mendengarkan nasihat orang tuanya,” kata Emma.

Dengan demikian, perempuan ASN dapat membangun keseimbangan melalui perhatian, komunikasi, dan keteladanan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga keharmonisan keluarga di tengah tuntutan pekerjaan.

Emma berharap kegiatan Ladies Program KORPRI Kabupaten Bandung dapat menjadi ruang untuk saling menguatkan. Ia ingin perempuan ASN semakin peduli terhadap kesehatan dan terus meningkatkan kompetensi.

“Saya harap ibu-ibu di sini bisa menjadi sosok teladan yang sehat dan bahagia di rumah serta bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sejalan dengan pesan Emma, Ketua Dewan KORPRI Kabupaten Bandung, Marlan, menekankan pentingnya menjaga kesehatan perempuan.

Marlan mengatakan kesehatan perempuan tidak hanya berdampak pada diri sendiri. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan produktivitas perempuan dalam keluarga dan masyarakat.

“Dengan menjaga kesehatan perempuan, kita tidak hanya menjaga dirinya sendiri, tetapi juga menjaga produktivitas perannya di keluarga dan masyarakat,” ujar Marlan.

Selain itu, Marlan menyoroti kesempatan perempuan ASN untuk menempati posisi strategis dalam pemerintahan.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bandung terus memberikan ruang bagi ASN perempuan untuk berkontribusi dalam berbagai bidang pemerintahan.

“Di Kabupaten Bandung sudah diberikan ruang bagi ASN perempuan untuk menempati posisi-posisi strategis dan ini sangat didukung oleh Pak Bupati,” katanya.

Marlan juga mengingatkan perempuan agar meningkatkan perhatian terhadap pencegahan kanker serviks.

Ia menyebut perkembangan teknologi kesehatan memberikan pilihan pemeriksaan yang semakin mudah. Salah satunya melalui pemeriksaan urine yang tersedia di Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung.

Karena itu, ia mendorong perempuan meningkatkan kesadaran terhadap pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Selain kesehatan dan penguatan kapasitas, Ladies Program KORPRI Kabupaten Bandung juga menghadirkan materi kesadaran digital.

Kepala Diskominfo Kabupaten Bandung, Teguh Purwayadi, menyampaikan materi mengenai kewaspadaan terhadap berbagai risiko di ruang digital.

Salah satu perhatian dalam materi tersebut berkaitan dengan praktik judi online. Teguh mengingatkan ASN perempuan agar memiliki kepekaan terhadap kondisi di lingkungan sekitar.

Menurut Teguh, ASN tidak seharusnya bersikap permisif ketika menemukan praktik judi online. Ia mendorong peserta mengambil langkah dengan melaporkan temuan tersebut kepada pihak terkait.

“ASN perempuan harus peka. Jangan segan untuk melaporkan apabila menemukan adanya praktik judi online di lingkungannya,” tegas Teguh.

Teguh menjelaskan bahwa kesadaran digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi. Kesadaran tersebut juga mencakup kemampuan mengenali risiko dan melindungi diri serta keluarga.

Dengan rangkaian materi itu, kegiatan Ladies Program KORPRI Kabupaten Bandung memperkuat pembahasan mengenai peran perempuan ASN dari berbagai sisi.

Namun, pesan utama Emma tetap menjadi benang merah kegiatan. Perempuan ASN perlu menjaga kesehatan, terus belajar, membangun keseimbangan keluarga, dan meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

Penguatan tersebut diharapkan dapat mendukung perempuan ASN menjalankan peran secara produktif. Pada saat yang sama, perempuan tetap dapat menjadi sosok teladan bagi keluarga dan memberikan pelayanan terbaik dalam tugas pemerintahan.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.