Sumedang, Info Burinyay — Agenda audiensi antara Koalisi 99 Peduli Sumedang dan Pemerintah Kabupaten Sumedang pada Senin, 28 September 2026, belum menghasilkan dialog langsung dengan Bupati Sumedang. Pertemuan tersebut sedianya membahas isu yang berkembang terkait Wakil Bupati Sumedang.
Koalisi 99 Peduli Sumedang datang dengan agenda meminta penjelasan pemerintah daerah mengenai beredarnya percakapan yang mengatasnamakan Wakil Bupati Sumedang. Namun, Bupati Sumedang tidak hadir dalam agenda tersebut.
Pemerintah Kabupaten Sumedang kemudian mengutus Asisten Daerah atau Asda untuk menerima rombongan Koalisi 99. Meski demikian, perwakilan koalisi memilih tidak melanjutkan audiensi karena menginginkan penjelasan langsung dari pimpinan daerah.
Moderator aksi, Oesep Sarwat, mengatakan pihaknya telah menyampaikan permohonan audiensi secara resmi melalui surat sekitar sepekan sebelum agenda berlangsung.
Menurut Oesep, kedatangan Koalisi 99 bukan untuk memberikan penilaian atau menghakimi pihak tertentu. Sebaliknya, mereka ingin memperoleh klarifikasi langsung mengenai isu yang telah beredar di tengah masyarakat.
“Kami tentu kecewa. Kami datang untuk mencari kejelasan, bukan menghakimi siapa pun,” tegas Oesep.
Selain itu, Oesep menilai klarifikasi dari pemerintah daerah penting untuk mencegah berkembangnya informasi yang belum memperoleh penjelasan resmi.
Ia mengatakan, percakapan berantai yang mengatasnamakan Wakil Bupati Sumedang telah menimbulkan perhatian publik. Karena itu, Koalisi 99 meminta pemerintah daerah memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut.
“Kami tidak bermaksud menyepelekan Asda, tetapi kami butuh penjelasan langsung dari pengambil keputusan utama,” ujar Oesep.
Setelah menyampaikan sikap tersebut, Koalisi 99 membatalkan agenda audiensi yang berlangsung pada Senin. Mereka kemudian menyampaikan bahwa pihaknya akan menunggu respons pemerintah daerah terkait permintaan klarifikasi tersebut.
Sementara itu, Pembina Koalisi 99 Peduli Sumedang, H. Ecek Karyana, menyampaikan sikap lebih tegas. Ia mengatakan Koalisi 99 mempertimbangkan aksi lanjutan apabila pemerintah daerah tidak memberikan respons terhadap tuntutan mereka.
Ecek bahkan menyebut kemungkinan pengerahan massa dalam jumlah besar. Ia juga menyampaikan rencana menduduki dan menyegel ruang kerja Bupati Sumedang sebagai bentuk tekanan aksi.
“Jika Bupati tetap bersikap pasif dan mengabaikan panggilan ini, kami tidak akan ragu menduduki dan menyegel ruang kerja Bupati Sumedang,” kata Ecek.
Meski demikian, Ecek menyatakan bahwa tujuan utama gerakan tersebut tetap meminta kejelasan mengenai informasi yang berkembang. Ia menempatkan keterbukaan informasi sebagai bagian penting dalam merespons kegaduhan yang muncul di masyarakat.
Di sisi lain, hingga agenda audiensi berakhir, Koalisi 99 belum memperoleh dialog langsung dengan Bupati Sumedang. Karena itu, perkembangan berikutnya akan bergantung pada respons Pemerintah Kabupaten Sumedang terhadap permintaan klarifikasi tersebut.
Koalisi 99 Peduli Sumedang menyatakan akan memantau langkah pemerintah daerah. Mereka juga membuka kemungkinan menggelar aksi lanjutan apabila tidak mendapat respons sesuai harapan.
Agenda audiensi yang awalnya diharapkan menjadi ruang klarifikasi justru berakhir tanpa pertemuan langsung antara Koalisi 99 dan Bupati Sumedang. Persoalan tersebut kini memasuki tahap berikutnya, dengan perhatian publik tertuju pada sikap Pemerintah Kabupaten Sumedang terhadap isu yang berkembang dan rencana aksi lanjutan Koalisi 99.