Rancabali, Info Burinyay – Sebanyak 50 peserta mengikuti pelepasan dan pembagian ijazah pendidikan kesetaraan PKBM Al-Firdaus dan Jaringan Advokasi Rakyat Miskin Indonesia (JARMI) Kecamatan Pasirjambu. Kegiatan berlangsung di Awi Langit Lakeside, Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Rabu (21/10/2026).
Para peserta mengikuti program pendidikan kesetaraan yang mencakup Paket B setara SMP dan Paket C setara SMA. Mereka kini memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan, meningkatkan keterampilan, atau memasuki dunia kerja.
Camat Pasirjambu Heri Mulyadi, S.IP., hadir bersama jajaran pemerintah kecamatan. Turut hadir Kepala Seksi Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Edi Rismawan, M.Pd., M.M.Pd., Penilik PKBM wilayah Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali, pengurus yayasan, guru, tutor, serta para lulusan.
Heri Mulyadi mengapresiasi langkah PKBM Al-Firdaus dan JARMI dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Menurutnya, program kesetaraan dapat membantu mengurangi jumlah anak yang tidak bersekolah di Kabupaten Bandung.
“Semoga kegiatan ini bisa mengurangi anak tidak sekolah, khususnya di Kabupaten Bandung. Kelulusan hari ini bukan akhir perjalanan. Mudah-mudahan para lulusan bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Heri.
Ketua PKBM Al-Firdaus Pasirjambu Muhamad Jimli Fatihin, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan para peserta menyelesaikan pendidikan. Ia juga mengapresiasi perjuangan peserta yang mengikuti pembelajaran hingga mencapai kelulusan.
Jimli mengakui pengelola PKBM masih memiliki sejumlah kekurangan dalam pembelajaran dan pelayanan. Karena itu, pihaknya berkomitmen memperbaiki kualitas penyelenggaraan pendidikan pada masa mendatang.
“Kami akan terus memperbaiki kekurangan dalam pembelajaran maupun pelayanan. Pesan saya, teruslah belajar di mana pun kalian berada. Jangan malu dengan jalur pendidikan yang kalian tempuh, baik formal maupun nonformal, karena pendidikan tetap sama,” kata Jimli.
Ketua Yayasan Ibadurrohman Kusumahani Al Badriyah H. Enjang Rohimat, S.Ag., M.M., menjelaskan bahwa yayasan telah menyelenggarakan pendidikan nonformal selama 23 tahun.
Enjang menyebut yayasan mencatat 83 lulusan Paket A, Paket B, dan Paket C pada tahun ini. Sementara itu, kegiatan pelepasan di Rancabali diikuti sekitar 50 peserta.
Ia berharap para lulusan terus menuntut ilmu dan memanfaatkan ijazah untuk membuka peluang masa depan. Menurutnya, pendidikan memberikan bekal penting bagi masyarakat untuk mengembangkan kemampuan dan meraih cita-cita.
“Harapan kami, para lulusan terus menggali ilmu seluas-luasnya. Semoga ijazah ini bermanfaat dan memberi kemudahan bagi mereka untuk menggapai harapan serta cita-cita,” tutur Enjang.
Enjang juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan pendidikan yayasan. Ia berharap para mitra terus menjalin kerja sama agar program pendidikan nonformal dapat berkembang lebih baik.
Ketua Umum JARMI H. Toni Rustandi turut mengapresiasi dukungan para guru, pemangku kepentingan, dan PT Geo Dipa Energi. Menurutnya, dukungan perusahaan tersebut telah membantu keberlangsungan program pendidikan selama empat tahun terakhir.
Toni menegaskan komitmen JARMI untuk menjaga kepercayaan para mitra. Ia juga ingin memastikan organisasi tersebut terus memperjuangkan akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Alhamdulillah, kegiatan pembagian ijazah sekaligus pelepasan lulusan Paket A, Paket B, dan Paket C berjalan dengan baik. Kami berterima kasih kepada semua pihak, terutama PT Geo Dipa Energi, yang telah membantu selama empat tahun ini,” ungkap Toni.
Ia berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga. Dengan demikian, masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk menyelesaikan pendidikan dan meningkatkan kualitas hidup.
Kepala Seksi Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Edi Rismawan, M.Pd., M.M.Pd., juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada para lulusan PKBM Al-Firdaus dan JARMI tahun ajaran 2025–2026.
Edi mendorong lulusan Paket B melanjutkan pendidikan ke Paket C. Ia juga mengajak lulusan Paket C mempertimbangkan pendidikan tinggi sesuai minat dan kemampuan mereka.
Selain itu, Edi menyoroti dukungan beasiswa melalui kerja sama dengan PT Geo Dipa Energi. Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat membuka peluang bagi warga belajar yang ingin melanjutkan pendidikan.
“Jangan berhenti hanya karena sudah lulus. Lulusan Paket B diharapkan melanjutkan ke Paket C, sedangkan lulusan Paket C bisa melanjutkan kuliah. Alhamdulillah, ada dukungan beasiswa melalui kerja sama dengan Geo Dipa,” jelas Edi.
Edi berharap para lulusan kelak berkontribusi dalam pembangunan dan mengambil peran penting menuju Indonesia Emas 2045. Ia menilai pendidikan kesetaraan dapat menjadi salah satu jalan bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas diri.
Bagi para peserta, ijazah tersebut menjadi bekal untuk menentukan langkah berikutnya. Galuh Renata Putri Alexa, lulusan Paket C asal Desa Cibodas, mengaku bersyukur setelah menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun.
Galuh merasa senang karena akhirnya dapat menerima ijazah yang telah lama ia nantikan. Kini, ia mempertimbangkan pilihan untuk melanjutkan kuliah atau langsung bekerja.
“Saya sangat senang karena sudah lama menantikan ijazah Paket C. Saya berterima kasih kepada PKBM Al-Firdaus karena program ini sangat membantu saya untuk kehidupan selanjutnya,” ujar Galuh.
Deti Suryati juga merasakan manfaat pendidikan kesetaraan. Ia mengikuti pembelajaran Paket B hingga Paket C di PKBM Al-Firdaus sebelum menerima ijazah dalam kegiatan tersebut.
Deti menyampaikan terima kasih kepada Muhamad Jimli Fatihin dan para tutor yang membimbingnya selama proses belajar. Ia menilai ilmu yang diperoleh selama mengikuti pendidikan sangat berharga untuk menjalani kehidupan selanjutnya.
Pelepasan dan pembagian ijazah ini menunjukkan peran pendidikan nonformal dalam memperluas akses belajar masyarakat. PKBM Al-Firdaus dan JARMI menjalankan program tersebut bersama dukungan pemerintah, tenaga pendidik, yayasan, dan mitra perusahaan.
Melalui kerja sama tersebut, penyelenggara berharap semakin banyak warga memperoleh kesempatan menyelesaikan pendidikan. Para lulusan pun dapat memanfaatkan ijazah sebagai modal untuk melanjutkan studi, mengembangkan kompetensi, dan meraih masa depan yang lebih baik.