Rancaekek, Info Burinyay – Pemerintah Kecamatan Rancaekek bersama SMAN 1 Rancaekek menggelar pelayanan jemput bola perekaman dan pembagian e-KTP pemula bagi siswa. Kegiatan itu berlangsung saat acara Perpisahan Astronova 2026 di Dome SMAN 1 Rancaekek, Jalan Walini No.55, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Kamis, 7 Mei 2026.
Camat Rancaekek, H. Gugum Gumilar, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa program tersebut menjadi bentuk sinergi antara pemerintah kecamatan dan pihak sekolah. Melalui kegiatan itu, pemerintah ingin mempermudah pelajar memperoleh dokumen kependudukan sejak usia 17 tahun.
“Sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi SMAN 1 Rancaekek bersama Kecamatan Rancaekek, kami melaksanakan kegiatan jemput bola perekaman e-KTP,” ujar Gugum Gumilar.
Saat memberikan sambutan, Gugum mengajak siswa berinteraksi secara langsung. Ia meminta siswa yang sudah berusia 17 tahun untuk mengangkat tangan. Setelah itu, ia menjelaskan fungsi penting e-KTP bagi kebutuhan administrasi setelah lulus sekolah.
Menurut Gugum, siswa akan membutuhkan e-KTP untuk melanjutkan pendidikan, melamar pekerjaan, hingga mengurus berbagai dokumen penting lainnya. Karena itu, pemerintah terus mempercepat pelayanan administrasi kependudukan bagi pelajar.
“e-KTP ini merupakan salah satu dokumen kependudukan yang sangat penting. Setelah lulus nanti, baik untuk kuliah maupun bekerja, pasti akan ditanyakan,” katanya.
Selain itu, Gugum menyampaikan apresiasi kepada pihak SMAN 1 Rancaekek yang telah mendukung program jemput bola tersebut. Dukungan sekolah, kata dia, membantu pemerintah mempercepat pelayanan administrasi kependudukan di lingkungan pelajar.
Ia juga mengakui persoalan e-KTP sering menjadi perhatian masyarakat. Namun, Pemerintah Kabupaten Bandung terus menghadirkan langkah percepatan agar masyarakat lebih mudah memperoleh layanan kependudukan.
“Ini salah satu bentuk usaha dan terobosan Pemerintah Kabupaten Bandung karena kami mengutamakan adik-adik semua. Program ini bernama e-KTP pemula bagi anak-anak yang baru pertama kali memiliki dokumen kependudukan,” jelasnya.
Gugum menambahkan, sebagian besar siswa sebelumnya sudah mengikuti proses perekaman data. Saat ini, Disdukcapil Kabupaten Bandung mulai menyalurkan e-KTP yang selesai dicetak kepada pihak sekolah.
Sementara itu, Gugum meminta siswa yang belum menerima fisik e-KTP agar tetap bersabar. Menurut dia, proses pencetakan berlangsung secara bertahap sehingga distribusi memerlukan waktu.
“Nanti yang kemarin sudah melakukan perekaman bisa dicek di sekolah. Bagi yang belum tercetak, mohon bersabar karena tinggal menunggu waktu saja,” pungkasnya.
