31.1 C
Bandung
Rabu, Mei 13, 2026
Info Burinyay
Jawa BaratParlementer

Komisi III DPRD Jabar Soroti Gelombang PHK yang Tekan Industri dan Daya Beli Masyarakat

Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat Ahmad Faisyal Hermawan menyoroti gelombang PHK yang menghantam industri tekstil dan manufaktur di Jawa Barat.
Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat, Ahmad Faisyal Hermawan, menyampaikan keprihatinannya terhadap gelombang PHK yang melanda sektor industri tekstil, garmen, dan manufaktur di Jawa Barat akibat lesunya pasar dan tingginya biaya produksi. - Foto:infoburinyay/yk

Bandung, Info Burinyay — Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terus menekan kondisi ekonomi di Jawa Barat. Sejumlah sektor industri strategis, seperti tekstil, garmen, elektronik, dan manufaktur, kini menghadapi tekanan berat akibat penurunan permintaan pasar serta tingginya biaya produksi.

Di tengah situasi tersebut, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat memang masih mencatat angka positif. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan fakta berbeda. Banyak pekerja kehilangan penghasilan, daya beli masyarakat menurun, dan aktivitas ekonomi di kawasan industri ikut melambat.

Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat, Ahmad Faisyal Hermawan, menilai sektor tekstil dan garmen menjadi industri yang paling terdampak dalam beberapa bulan terakhir. Ia menyebut banyak perusahaan kehilangan pesanan akibat melemahnya pasar ekspor global.

Selain itu, produk impor murah terus membanjiri pasar domestik. Kondisi tersebut membuat industri lokal sulit bersaing di tengah kenaikan biaya operasional.

“Akibatnya produksi berkurang, perusahaan memangkas jam kerja, dan PHK massal akhirnya terjadi,” ujar Faisyal, Rabu (13/5/2026).

Ia menjelaskan, kawasan Bandung Raya yang selama ini menjadi pusat industri tekstil nasional kini menghadapi tekanan serius. Menurutnya, ribuan buruh berada dalam posisi rawan kehilangan pekerjaan jika situasi ekonomi tidak segera membaik.

Pada saat yang sama, pelaku industri juga menghadapi lonjakan biaya energi, logistik, dan bahan baku. Karena itu, banyak perusahaan memilih melakukan efisiensi agar kegiatan produksi tetap berjalan.

Faisyal menegaskan, dampak PHK massal kini mulai menjalar ke sektor ekonomi masyarakat sekitar kawasan industri. Sejumlah pelaku usaha kecil kehilangan pelanggan karena perputaran uang harian terus menurun.

“Warung makan sekitar pabrik mulai sepi. Kontrakan buruh banyak kosong. Penjualan UMKM menurun. Retail melemah,” katanya.

Penurunan aktivitas ekonomi tersebut mulai terlihat di berbagai kawasan industri di Jawa Barat. Masyarakat kelas menengah ke bawah menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya karena mereka bergantung pada sektor industri padat karya.

Karena itu, Faisyal meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menahan laju PHK. Ia juga mendorong pemerintah memperkuat perlindungan terhadap industri lokal sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.