Dayeuhkolot, Info Burinyay – Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, SE., meninjau langsung kondisi banjir di Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada hari ini. Ia datang bersama BPBD Jawa Barat, Asisten Pemkesra Kabupaten Bandung, perwakilan Kementerian PMK, Kapolsek, Danramil, Camat, serta Kepala Desa. Rombongan bergerak sejak pagi untuk memastikan penanganan berlangsung cepat dan terarah.
Sejak memasuki kawasan yang terdampak, Erwan melihat warga yang masih bertahan di rumah-rumah berisiko. Karena itu, ia segera meminta laporan rinci dari aparat di lapangan. Ia menilai situasi ini tidak boleh terus terjadi setiap musim hujan.
“Saya merasa prihatin karena banjir selalu kembali dari tahun ke tahun. Kita harus mencari solusi menyeluruh agar wilayah ini tidak terus menerus terendam,” ujarnya saat berbicara kepada Info Burinyay di area shelter.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah, provinsi, dan pusat harus menyatukan langkah. Menurutnya, hanya kerja bersama yang mampu memutus siklus banjir tahunan.
“Tiga level pemerintahan harus duduk bersama. Kita tidak bisa menunda pembahasan lagi. Warga butuh kepastian,” tegasnya.
Setelah berdialog dengan warga, Erwan kembali menekankan pentingnya infrastruktur pengendali air. Ia menilai kolam retensi, folder, atau sistem serapan besar mampu menurunkan risiko banjir.
“Kita perlu menambah fasilitas pengendali air agar curah hujan tidak langsung meluap ke permukiman. Kita harus fokus ke pencegahan, bukan hanya respon darurat,” jelasnya.
Selama peninjauan, Erwan juga melihat kondisi anak-anak yang mengungsi. Situasi itu membuatnya meminta penguatan layanan sosial dan kesehatan.
“Anak-anak seharusnya bermain di lingkungan mereka, bukan tinggal di pengungsian. Karena itu saya meminta dinas kesehatan dan dinas sosial terus memantau warga,” katanya.
Ia kemudian menyoroti warga yang masih bertahan di rumah meski air berpotensi naik kembali. Karena hal itu sangat berbahaya, ia langsung menyampaikan imbauan tegas.
“Hari ini, langkah yang paling penting adalah menyelamatkan warga. Saya berharap mereka mau mengungsi demi keselamatan jiwa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah sudah menyiapkan makanan, sarana kesehatan, serta kebutuhan dasar lain di posko.
Untuk memastikan keamanan, aparat gabungan dari Koramil, Polsek, dan BPBD terus berkeliling. Erwan meminta mereka menjaga akses jalan, mengamankan lokasi rawan, serta mengarahkan warga yang masih ragu mengungsi.
“Kita ingin lingkungan ini tetap aman dan kondusif. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” katanya.
Selain itu, ia juga meminta masyarakat tidak terlalu khawatir mengenai harta benda yang mereka tinggalkan. Menurutnya, aparat akan menjaga lingkungan sebaik mungkin.
“Jangan takut kehilangan barang. Kehilangan nyawa jauh lebih berat. Kita semua di sini untuk menjaga mereka,” ujarnya.
Menjelang akhir kunjungan, Erwan menegaskan kembali bahwa pemerintah akan memperkuat koordinasi lintas sektor. Ia menilai banjir Dayeuhkolot membutuhkan strategi besar, bukan sekadar penanganan insidental.
“Kita harus memperbaiki pola. Kita butuh rencana jangka panjang yang benar-benar bekerja,” tegasnya.
Dengan rangkaian langkah tersebut, Erwan berharap Dayeuhkolot dapat keluar dari persoalan banjir yang selalu berulang. Ia memastikan pemerintah tetap hadir hingga kondisi kembali normal dan penanganan jangka panjang berjalan.
