28.8 C
Bandung
Rabu, Apr 22, 2026
Info Burinyay
Pendidikan

Adv. Agus Gandara Wakili Ketua PGRI Kabupaten Bandung Ajak Guru Purna Bakti Terus Mengabdi

Adv. Agus Gandara, Ketua LBH PGRI Kabupaten Bandung, menyampaikan sambutan mewakili Ketua PGRI Kabupaten Bandung dalam acara penghargaan guru purna bakti di GSG PGRI Rancaekek
Adv. Agus Gandara, SH., MH., M.Pd., Ketua LBH PGRI Kabupaten Bandung, memberikan sambutan mewakili Ketua PGRI Kabupaten Bandung pada acara pemberian penghargaan bagi guru purna bakti di Gedung Serbaguna PGRI Rancaekek, Kamis (13/11/2025). -Foto:InfoBurinyay/Denjaya

Rancaekek, Info Burinyay – Suasana hangat dan penuh penghargaan mewarnai Gedung Serbaguna (GSG) PGRI Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kamis, 13 November 2025. Sebanyak 48 guru menerima piagam penghargaan dan cendera mata dari PGRI Rancaekek. Acara ini menjadi wujud apresiasi atas pengabdian mereka yang panjang di dunia pendidikan.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh makna. Advokat Agus Gandara, SH., MH., M.Pd., Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PGRI Kabupaten Bandung, hadir mewakili Ketua PGRI Kabupaten Bandung, H. Yusup Salim, S.Pd.I., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan rasa hormat organisasi kepada para guru purna bakti.

“Saya sangat mengapresiasi langkah PGRI Rancaekek. Dari 21 cabang di Kabupaten Bandung, hanya cabang ini yang menggelar penghargaan khusus untuk guru purna bakti. Inisiatif ini luar biasa dan menunjukkan kepedulian terhadap jasa para pendidik,” ujar Agus Gandara.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penghargaan tersebut bukan soal nilai materi, tetapi bentuk penghormatan dan cinta terhadap pengabdian para guru.

“Piagam dan cendera mata ini sederhana, namun maknanya sangat besar. Ini menjadi simbol bahwa kita pernah berjuang bersama membangun dunia pendidikan,” ungkapnya.

Agus Gandara juga mengingatkan bahwa semangat mendidik tidak berhenti setelah masa pensiun. Menurutnya, guru sejati akan terus mengajar dengan teladan, bukan hanya dengan kata-kata. “Kita berhenti karena aturan, bukan karena kehilangan semangat. Di mana pun berada, tetaplah menjadi pendidik sejati,” tegasnya.

Pernyataan itu mendapat sambutan meriah. Para guru yang hadir merasa bangga karena perjuangan mereka masih dihargai. Beberapa guru bahkan tampak terharu saat menerima piagam dari pengurus cabang. Momen tersebut memperlihatkan betapa besar ikatan emosional di antara anggota PGRI.

Selain sebagai bentuk penghargaan, acara ini juga memperkuat silaturahmi antaranggota. Para guru purna bakti berbagi kisah perjalanan mereka di dunia pendidikan. Sementara itu, para guru muda mendengarkan dengan antusias, karena pengalaman para senior memberi inspirasi untuk terus berjuang di bidang pendidikan.

Ketua PGRI Kabupaten Bandung, H. Yusup Salim, melalui pesan yang dibacakan oleh Agus Gandara, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh guru. Ia menekankan pentingnya menghargai pengabdian pendidik yang telah menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.

“Guru tidak sekadar mengajar, mereka membentuk karakter bangsa. Karena itu, penghormatan kepada mereka harus menjadi tradisi,” katanya.

Acara ditutup dengan penyerahan piagam kepada perwakilan guru purna bakti dan sesi foto bersama. Para peserta terlihat bahagia karena kegiatan ini tidak hanya memberikan penghargaan, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan di antara keluarga besar PGRI.

Dengan kegiatan tersebut, PGRI Rancaekek menunjukkan bahwa penghargaan terhadap guru bukan sekadar formalitas. Lebih dari itu, kegiatan ini menegaskan bahwa semangat mendidik harus terus hidup, bahkan setelah masa tugas resmi berakhir.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.