Rancaekek, Info Burinyay – Senin, 17 November 2025, PGRI Kecamatan Rancaekek memulai Porseni 2025 di Ballroom SMP–SMK Skye Digipreuneur, Jalan Walini No. 24. Sejak pagi, para peserta dari berbagai ranting bergerak menuju lokasi, menyelesaikan registrasi, dan melakukan persiapan sebelum tampil. Sementara itu, panitia mengatur seluruh alur kegiatan agar lomba berlangsung tepat waktu.
Pada sesi pembukaan, Wakil Ketua III PGRI Kabupaten Bandung, H. Eman Sulaeman, S.Pd., MM., menyampaikan apresiasi sebagai perwakilan Ketua PGRI Kabupaten Bandung, H. Yusup Salim, M.Pd. Ia menilai Rancaekek berhasil menghidupkan budaya kompetitif melalui berbagai agenda, termasuk PORGU dan Porseni.
“Alhamdulillah ini Rancaekek luar biasa. Apresiasi yang sangat tinggi dari PGRI Kabupaten Bandung. Mulai dari PORGU, kebudayaan, dan Porseni hari ini. Ini bisa dicontoh oleh cabang lain. Insya Allah nanti muncul bibit untuk mewakili Rancaekek di tingkat kabupaten,” ujarnya.
Setelah itu, ia mengajak peserta menjaga solidaritas.
“Siapapun yang menjadi juara, itulah yang terbaik. Tidak perlu dipermasalahkan karena juri-juri kita profesional,” lanjutnya.
Di sisi lain, Ketua PGRI PC Kecamatan Rancaekek, Drs. Japarudin Ishak, mengulas proses persiapan yang sudah berjalan beberapa minggu. Ia melihat peningkatan antusiasme guru sejak tahap sosialisasi.
“Sekarang lomba seni mulai berjalan dan antusiasmenya luar biasa. Kegiatan ini saya harapkan mampu memunculkan motivasi dan potensi guru-guru Rancaekek,” jelasnya.
Selain itu, ia menyoroti dampak sosial kegiatan ini.
“Silaturahmi dari TK sampai SMA terbangun kuat. Saya bangga melihat kekompakan ini,” tambahnya.
Empat cabang yang masuk dalam agenda tahun ini meliputi Menyanyi Solo, Biantara Sunda, Pupuh, dan Paduan Suara. Para peserta menjalani seleksi internal sebelum tampil, sehingga setiap ranting mengirimkan perwakilan yang sudah teruji.
Tidak hanya itu, Ketua LKBH PGRI Kabupaten Bandung, Adv. Agus Gandara, SH., MH., M.Pd., memberi dukungan penuh sebagai tuan rumah.
“Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan lancar sampai empat hari ke depan, dan nanti kita tutup dengan Fun Walk PGRI Kabupaten Bandung tanggal 22,” ungkapnya.
Ia mengimbau peserta tampil maksimal.
“Tentu saja maksimalkan semua upaya agar menjadi yang terbaik,” ujarnya.
Sementara itu, Hj. Liis Hariani, S.Pd., menambahkan apresiasi kepada pihak sekolah yang membuka fasilitas untuk penyelenggaraan.
“Kami menggelar lomba Menyanyi Solo, Pupuh, Biantara, dan Paduan Suara. Terima kasih kepada seluruh ranting yang mengirimkan peserta terbaik,” ucapnya.
Selama lomba berlangsung, peserta mengatur persiapan dengan lebih disiplin. Mereka menghangatkan suara, berlatih pengucapan, dan menyempurnakan teknik masing-masing. Pada saat bersamaan, panitia mengawasi setiap sesi agar tidak terjadi keterlambatan.
Di panggung utama, lomba menyanyi menampilkan kekuatan vokal para guru. Cabang biantara menonjolkan kemampuan bertutur bahasa Sunda dengan gaya khas. Jenis pupuh menghidupkan sastra tradisional. Paduan suara menyatukan berbagai warna vokal menjadi harmoni yang solid.
Dewan juri menilai performa berdasarkan teknik, penguasaan materi, dan ekspresi. Mereka memberikan arahan singkat sebelum peserta tampil, sehingga kualitas penampilan semakin stabil.
Memasuki hari ketiga, panitia memperketat ritme agar seluruh cabang selesai tepat waktu. Selain itu, panitia juga menyiapkan sesi penutupan yang akan berlangsung pada Kamis malam. Setelah itu, rangkaian PGRI Kabupaten Bandung berlanjut melalui Fun Walk pada 22 November.
Pada akhirnya, ajang Porseni 2025 menguatkan ruang kolaborasi antar-guru. Para peserta menjalin komunikasi baru, membangun jejaring kerja, dan meningkatkan rasa kebersamaan. PGRI berharap kegiatan ini melahirkan wakil Rancaekek yang siap tampil di level kabupaten.
