Soreang, Info Burinyay – Bupati Bandung Dadang Supriatna melakukan inspeksi mendadak ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung pada Senin (5/1/2026). Kunjungan tersebut menjadi langkah awal Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mengawali tahun kerja sekaligus memastikan kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) di sektor pendidikan.
Dalam sidak itu, Bupati yang akrab disapa Kang DS memeriksa kehadiran pegawai serta mencermati pola kerja di lingkungan Dinas Pendidikan. Ia menilai kedisiplinan sebagai fondasi utama dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan kepada masyarakat.
“Disiplin bukan hanya soal hadir tepat waktu. Disiplin juga mencerminkan tanggung jawab, komitmen, dan keteladanan dalam bekerja,” kata Kang DS.
Selain mengecek kedisiplinan ASN, Kang DS meninjau mutu kurikulum yang berjalan di sekolah-sekolah. Ia juga mengevaluasi kualitas sumber daya manusia tenaga pendidik sebagai unsur penting dalam sistem pembelajaran. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan penguatan kompetensi guru.
Kang DS menegaskan peran strategis kepala sekolah dan guru sebagai teladan di lingkungan pendidikan. Ia meminta para pendidik hadir lebih awal sebelum siswa memasuki area sekolah. Langkah tersebut, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan disiplin kerja, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan peserta didik.
“Guru dan kepala sekolah harus memberi contoh. Datang lebih awal, menyambut siswa dengan ramah, dan menciptakan suasana yang nyaman sejak pagi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kang DS mendorong penerapan pendekatan humanis di sekolah. Ia menilai kebiasaan sederhana, seperti menyambut siswa dan bersalaman sebelum masuk kelas, mampu membangun ikatan emosional yang positif.
“Menyambut siswa dan bersalaman terlihat sederhana, tetapi dampaknya besar bagi psikologis anak,” kata Kang DS.
Ia menjelaskan bahwa suasana sekolah yang hangat dapat mendukung proses belajar mengajar secara lebih kondusif. Selain itu, pendekatan tersebut juga membantu menciptakan rasa aman bagi siswa selama berada di lingkungan sekolah.
Lebih lanjut, Kang DS menilai lingkungan sekolah yang penuh perhatian dapat menekan potensi terjadinya perundungan. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang tumbuh yang sehat, bebas dari rasa takut, serta menjunjung tinggi nilai saling menghargai.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman. Anak-anak harus merasa dihargai,” tegasnya.
Dalam sidak tersebut, Kang DS berdialog langsung dengan jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. Ia mendengarkan berbagai masukan terkait tantangan penyelenggaraan pendidikan, mulai dari pemerataan kualitas guru hingga peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Selain itu, Kang DS juga menyoroti pentingnya penguatan manajemen sekolah agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Ia meminta Dinas Pendidikan terus melakukan evaluasi dan inovasi demi meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Kang DS menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam membenahi sektor pendidikan secara berkelanjutan. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembaruan sistem pembelajaran, serta penguatan karakter peserta didik.
Melalui sidak ini, Kang DS berharap kualitas pendidikan di Kabupaten Bandung terus meningkat. Ia optimistis penguatan disiplin, profesionalisme, dan keteladanan mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
“Pendidikan menjadi investasi jangka panjang daerah. Karena itu, semua pihak harus berperan aktif,” pungkas Kang DS.
