Jumat, Apr 17, 2026
Info Burinyay
Pemerintahan

Bupati Bandung Tegas Perjuangkan Hak Milik Lahan 2.000 Lebih Rumah Warga Kertasari

Bupati Bandung bersama jajaran OPD membahas persoalan kepemilikan lahan PPTKH dan perkebunan saat monitoring di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari.
Bupati Bandung bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah melakukan monitoring dan pembahasan kepastian hukum lahan PPTKH dan perkebunan di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, sebelum pelaksanaan Jumat Keliling. - Foto:InfoBurinyay'Diskominfo

Kertasari, Info Burinyay – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kepastian hukum kepemilikan lahan bagi warga Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Penegasan tersebut ia sampaikan saat melaksanakan kegiatan Jumat Keliling di Masjid Jami Al Ikhlas, Desa Tarumajaya, Jumat (6/2/2026).

Dalam kegiatan itu, Bupati Bandung secara langsung membahas persoalan rumah warga yang berdiri di atas tanah PPTKH dan lahan perkebunan. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.

Di Desa Tarumajaya, sekitar 900 rumah berdiri di atas tanah PPTKH. Selain itu, sekitar 300 rumah berada di atas lahan perkebunan. Sementara itu, di Desa Cikembang, sekitar 800 rumah berdiri di kawasan tanah perkebunan.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Bandung untuk mengambil langkah konkret. Oleh karena itu, Bupati Bandung menyatakan akan memperjuangkan kepemilikan lahan tersebut agar warga memperoleh kepastian hukum.

“Insya Allah se-Kecamatan Kertasari akan saya perjuangkan supaya menjadi hak milik. Minta bantuannya ke LPNU Provinsi Jawa Barat. Insya Allah sekuat tenaga akan saya perjuangkan, supaya masyarakat di Desa Tarumajaya dan Desa Cikembang Kecamatan Kertasari memiliki kepastian hukum,” ujar Dadang Supriatna.

Lebih lanjut, Bupati Bandung yang akrab disapa Kang DS berharap rumah yang ditempati warga dapat membawa keberkahan. Menurutnya, wilayah Kertasari memiliki peran penting bagi Kabupaten Bandung dan Jawa Barat.

Selain itu, Kang DS menjelaskan bahwa kawasan Kertasari merupakan wilayah hulu Sungai Citarum. Oleh karena itu, pemerintah daerah menaruh perhatian besar terhadap keberlanjutan kawasan tersebut.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah pejabat nasional telah melakukan survei ke wilayah Kertasari. Di antaranya Gubernur Jawa Barat, Presiden Republik Indonesia, serta Menteri Kehutanan Republik Indonesia.

“Mudah-mudahan tempat ini membawa keberkahan bagi warga Kabupaten Bandung dan masyarakat Jawa Barat. Pusat air Sungai Citarum berada di kawasan Kertasari. Saya sudah mengontrolnya, insya Allah sumber air Citarum akan dipermanenkan dan bermanfaat bagi masyarakat Kertasari dan sekitarnya,” katanya.

Sementara itu, kegiatan Jumat Keliling juga menjadi sarana silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bandung hadir bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bandung.

Sebelum pelaksanaan Jumling, Bupati Bandung memimpin monitoring potensi wilayah di Desa Tarumajaya. Pada kegiatan itu, ia melibatkan sejumlah perangkat daerah.

Adapun perangkat daerah yang ikut serta meliputi Asisten Sekretariat Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, Diskop UKM, Disparekraf, Disperkimtan, Diskominfo, Bagian SDA, Bagian Perekonomian, serta Camat Kertasari.

Selain OPD, jajaran Forkopimcam Kertasari juga turut hadir. Tak hanya itu, Anggota DPRD Kabupaten Bandung yang juga tokoh agama setempat, KH Wawan Sofwan, mengikuti kegiatan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Bandung mengajak jamaah salat Jumat untuk memanjatkan doa. Ia berharap masyarakat Kabupaten Bandung selalu memperoleh keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, Kang DS menyampaikan komitmen pemerintah daerah terhadap program keagamaan. Ia menegaskan bahwa program guru ngaji tetap berjalan dengan anggaran Rp109 miliar per tahun.

Program tersebut melibatkan sekitar 16.400 guru ngaji di Kabupaten Bandung. Selain itu, BAZNAS Kabupaten Bandung mengelola ribuan marbot masjid di berbagai wilayah.

“Program guru ngaji akan tetap dipertahankan. Termasuk ribuan marbot masjid yang dikelola oleh BAZNAS Kabupaten Bandung,” ucapnya.

Tak hanya itu, Bupati Bandung juga mensosialisasikan program magrib wajib mengaji dan isya wajib belajar. Oleh karena itu, ia mengajak para orang tua dan tokoh masyarakat untuk mendukung pelaksanaannya.

“Kami berharap para tokoh masyarakat dan orang tua mendukung program magrib mengaji. Mari biasakan anak-anak melaksanakan magrib mengaji di masjid dan madrasah,” katanya.

Selain mengaji, Kang DS juga meminta para orang tua membatasi penggunaan handphone anak-anak pada malam hari. Dengan demikian, anak-anak dapat membiasakan diri untuk belajar.

Di sisi lain, Bupati Bandung menyampaikan perkembangan program Besti atau Beasiswa Ti Bupati. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bandung menyediakan kuota bagi 250 mahasiswa setiap tahun.

Program tersebut menyasar siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Sasaran utamanya meliputi anak petani, ustadz, dan kiai.

Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Bupati Bandung menyampaikan ucapan Marhaban Ya Ramadhan. Ia berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan sempurna.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.