Ciwidey, Info Burinyay – SMP Negeri 1 Ciwidey menerima 225 calon siswa baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap I Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah menetapkan peserta yang lolos melalui Jalur Domisili dan Jalur Afirmasi setelah menyeleksi 421 pendaftar yang mengikuti proses penerimaan tahun ini.
SMPN 1 Ciwidey mengumumkan hasil seleksi tersebut di lingkungan sekolah yang beralamat di Jalan Babakan Tiga Nomor 70, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Kamis (18/6/2026) pukul 14.00 WIB.
Sejak awal pengumuman, ratusan orang tua dan calon peserta didik mendatangi sekolah untuk melihat hasil seleksi. Selain itu, panitia SPMB membuka layanan informasi guna membantu masyarakat memperoleh penjelasan terkait hasil seleksi maupun tahapan berikutnya.
Kepala SMPN 1 Ciwidey, Ahmad Rohman Somantri, S.Pd., M.M.Pd., menjelaskan bahwa jumlah pendaftar pada tahun ajaran 2026/2027 mencapai 421 siswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 267 siswa mendaftar melalui Jalur Domisili dan 154 siswa memilih Jalur Afirmasi.
“Pendaftar ke SMP Negeri 1 Ciwidey tahun ini mencapai 421 siswa. Untuk Jalur Domisili, sebanyak 267 siswa mengikuti seleksi dan sekolah menerima 150 siswa sesuai kuota yang tersedia. Jarak terjauh peserta yang lolos pada jalur ini mencapai 531 meter,” ujar Ahmad Rohman.
Selanjutnya, sekolah menyeleksi peserta Jalur Afirmasi yang berjumlah 154 siswa. Dari jumlah tersebut, sekolah menetapkan 75 siswa sebagai peserta yang lolos seleksi.
“Untuk Jalur Afirmasi, seluruh pendaftar dari desil 1, desil 2, dan desil 3 berhasil lolos. Selain itu, dua peserta dari desil 4 juga masuk dalam daftar siswa yang lolos seleksi. Jarak terjauh peserta yang lolos melalui Jalur Afirmasi mencapai 545 meter,” jelasnya.
Dengan hasil tersebut, SMPN 1 Ciwidey menerima total 225 siswa pada Tahap I. Sementara itu, sebanyak 196 peserta belum berhasil lolos pada tahap seleksi kali ini.
Meski demikian, Ahmad Rohman mengingatkan bahwa peserta yang belum lolos masih memiliki kesempatan untuk mengikuti SPMB Tahap II.
“Peserta yang belum lolos hari ini masih bisa mengikuti Tahap II yang akan dimulai pada 29 Juni 2026. Sementara itu, siswa yang lolos seleksi dapat langsung melakukan daftar ulang mulai besok,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Panitia SPMB SMPN 1 Ciwidey, Wiwin Kuraesin, S.Pd., menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pelaksanaan SPMB berjalan lancar dan kondusif.
“Alhamdulillah, proses SPMB tahun ini berjalan aman dan terkendali. Dari total 421 pendaftar, sekolah menerima 150 siswa melalui Jalur Domisili dan 75 siswa melalui Jalur Afirmasi,” ungkap Wiwin.
Selain itu, Wiwin menilai sistem pendaftaran tahun ini berjalan lebih efektif karena sekolah dasar mengoordinasikan sebagian besar proses pendaftaran secara kolektif.
“Perbedaan yang paling terlihat tahun ini yaitu sekolah dasar mengoordinasikan pendaftaran secara kolektif. Karena itu, jumlah orang tua yang datang langsung ke SMP untuk meminta bantuan pendaftaran jauh lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak peserta yang belum lolos agar memanfaatkan kesempatan pada Tahap II. Menurutnya, tahap tersebut membuka jalur prestasi akademik, prestasi nonakademik, dan perpindahan tugas orang tua.
“Tahap II akan berlangsung mulai 29 Juni hingga 4 Juli 2026. Karena itu, peserta yang belum lolos masih memiliki peluang melalui jalur yang tersedia,” katanya.
Sementara itu, Guru Kelas VI SDN Panyocokan, Fitri Suciandari, S.Pd., mengatakan bahwa sekolahnya mengikutsertakan 37 siswa pada Tahap I. Rinciannya, 35 siswa mengikuti Jalur Afirmasi dan dua siswa mengikuti Jalur Domisili.
“Alhamdulillah, SMPN 1 Ciwidey menerima 14 siswa asal SDN Panyocokan. Sebelumnya kami sudah melaksanakan sosialisasi kepada orang tua sehingga mereka memahami seluruh mekanisme seleksi yang berlaku,” ujar Fitri.
Menurutnya, orang tua dan siswa dapat menerima hasil seleksi dengan baik karena sekolah telah memberikan informasi sejak awal proses pendaftaran.
Selain itu, pihak sekolah juga mendorong siswa yang belum lolos agar mengikuti Jalur Prestasi atau mempertimbangkan sekolah lain sesuai arahan panitia.
Di lokasi yang sama, salah satu orang tua siswa, Okta, mengaku bersyukur karena putrinya, Savana Kalea Sabila, berhasil lolos melalui Jalur Domisili.
“Alhamdulillah sudah diterima melalui Jalur Domisili. Besok tinggal daftar ulang,” katanya.
Ia juga berharap seluruh peserta yang mengikuti SPMB dapat memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan sesuai pilihan dan kemampuan masing-masing.
“Semoga semua anak yang mendaftar ke SMP mendapatkan sekolah terbaik untuk melanjutkan pendidikan,” ujarnya.
