Rancaekek, Info Burinyay – Pos PAUD At-Taufiq menggelar Pelepasan dan Pentas Seni Tahun Ajaran 2025/2026 Angkatan XIII di Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Rabu (24/6/2026). Melalui tema “Menggapai Asa dan Bintang di Langit”, sekolah merayakan capaian peserta didik selama satu tahun pembelajaran.
Sebanyak 16 siswa menyelesaikan pendidikan anak usia dini. Selanjutnya, mereka akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Panitia juga menggabungkan kegiatan tersebut dengan Tasyakur Binni’mah dan Paturay Tineung. Melalui kegiatan itu, sekolah mengungkapkan rasa syukur atas proses belajar yang telah berlangsung.
Sejak pagi, anak-anak memenuhi area sekolah dengan semangat. Mereka menampilkan berbagai pertunjukan seni di hadapan orang tua dan tamu undangan. Selain itu, mereka menunjukkan kemampuan melalui tarian, nyanyian, dan penampilan edukatif lainnya.
Para guru tidak hanya melatih keterampilan seni. Mereka juga membangun keberanian, kreativitas, dan kemandirian peserta didik. Karena itu, setiap penampilan mendapat sambutan hangat dari para tamu yang hadir.
Kepala Pos PAUD At-Taufiq, Widia Ningrum, S.Pd., mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut. Menurut dia, sekolah tidak bisa menjalankan pendidikan anak usia dini sendirian. Sebaliknya, keberhasilan pendidikan lahir dari kerja sama sekolah, guru, orang tua, dan yayasan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada ayah dan bunda yang selalu mendukung kegiatan sekolah. Terima kasih juga kepada para guru yang dengan penuh dedikasi mendampingi anak-anak serta mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan ini. Apresiasi juga kami sampaikan kepada Pembina Yayasan Cahaya Widia Ilmi, Bapak Roni Irwan Setiawan, yang terus memberikan dukungan bagi kemajuan Pos PAUD At-Taufiq,” ujar Widia.
Lebih lanjut, Widia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menandai kelulusan siswa Kelompok B. Namun, sekolah juga merayakan kenaikan tingkat peserta didik lainnya. Dengan demikian, anak-anak Toddler naik ke Kelompok A. Sementara itu, peserta Kelompok A melanjutkan ke Kelompok B.
“Ini adalah hari yang membahagiakan karena anak-anak telah menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Mereka tumbuh lebih mandiri, percaya diri, dan siap menghadapi tahap pendidikan berikutnya,” katanya.
Di sisi lain, Ketua Yayasan Cahaya Widia Ilmi, Roni Irwan Setiawan, menegaskan pentingnya peran keluarga. Menurutnya, orang tua memegang tanggung jawab utama dalam membentuk karakter anak. Oleh sebab itu, keluarga harus terus mendampingi proses pendidikan yang berlangsung di sekolah.
“Guru-guru telah memberikan yang terbaik. Namun pendidikan yang paling utama tetap berlangsung di rumah. Orang tua memiliki peran terbesar dalam membentuk karakter anak karena mereka adalah generasi penerus dan harapan keluarga di masa depan,” tuturnya.
Selain itu, Ketua RW 10 Rancakihiang, Jujun Juanda, memberikan apresiasi kepada para guru dan wali murid. Ia menilai Pos PAUD At-Taufiq memberi dampak positif bagi lingkungan. Karena itu, ia berkomitmen menjaga keamanan dan kenyamanan wilayah agar kegiatan pendidikan berjalan lancar.
“Terima kasih kepada para guru atas kesabaran dan pengabdiannya. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan yang telah diberikan kepada anak-anak. Kepada para orang tua, terima kasih karena terus mendampingi dan memberikan perhatian terbaik bagi putra-putrinya,” ungkap Jujun.
Sementara itu, perwakilan Persatuan Orang Tua Murid dan Guru (POMG), Teti Siti Julaeha, menyampaikan rasa syukur kepada seluruh tenaga pendidik. Menurut dia, para guru mengajarkan lebih dari sekadar kemampuan akademik dasar. Mereka juga menanamkan sopan santun, disiplin, kemandirian, dan rasa percaya diri.
“Berkat bimbingan para guru, anak-anak kami tumbuh menjadi pribadi yang lebih berani, ceria, dan mandiri. Hari ini memang menjadi momen perpisahan yang mengharukan, tetapi juga membanggakan karena mereka telah berhasil menyelesaikan tahap awal pendidikan mereka,” ujarnya.
Pengawas PAUD Kecamatan Rancaekek, Denden Faturakhman, S.Pd.I., M.Pd., turut memberikan motivasi kepada para orang tua. Ia menegaskan bahwa PAUD menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter anak. Menurutnya, anak-anak belajar bersosialisasi dan mengenal lingkungan sejak usia dini.
“PAUD adalah pondasi. Di sinilah anak belajar bersosialisasi, berinteraksi, dan mengenal lingkungan. Membaca dan berhitung hanyalah bonus. Yang paling penting adalah pembentukan karakter dan kesiapan anak untuk belajar,” jelasnya.
Selain membahas pendidikan karakter, Denden juga mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan gadget. Ia meminta orang tua memberi contoh yang baik dalam memanfaatkan teknologi. Dengan cara itu, anak-anak dapat menggunakan perangkat digital secara lebih bijak.
Di samping itu, Denden menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat posisi PAUD dalam sistem pendidikan nasional. Saat ini, lulusan PAUD telah memiliki NISN dan terhubung dengan DAPODIK. Karena itu, proses transisi menuju sekolah dasar menjadi lebih mudah.
Menjelang akhir acara, panitia menyerahkan tanda kelulusan kepada para siswa. Orang tua pun menyaksikan momen tersebut dengan bangga. Meski perpisahan tidak dapat dihindari, kegiatan itu menjadi awal perjalanan baru bagi para peserta didik. Mereka kini membawa bekal ilmu, karakter, dan pengalaman untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi.
