26.3 C
Bandung
Kamis, Agu 13, 2026
Info Burinyay
Kegiatan Pemerintahan

Dicky Anugrah Tegas: Pemuda Kabupaten Bandung Jangan Abaikan BPJS Ketenagakerjaan

Dicky Anugrah dorong BPJS Ketenagakerjaan bagi pemuda Kabupaten Bandung
Kepala Dispora Kabupaten Bandung H. Dicky Anugrah menyoroti pentingnya BPJS Ketenagakerjaan bagi pemuda dan pekerja nonformal dalam sosialisasi jaminan sosial di Tegalluar, Bojongsoang, Kamis (13/8/2026). Foto: Info Burinyay/dj

Bojongsoang, Info Burinyay — Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung, H. Dicky Anugrah, S.H., M.Si., mengajak para pemuda mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan.

Dicky menyampaikan ajakan tersebut saat mengikuti Sosialisasi Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan bersama tokoh masyarakat Kabupaten Bandung. Acara berlangsung di Kampung Bedas Sapan, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurut Dicky, pekerja nonformal menghadapi berbagai risiko dalam aktivitas kerja. Karena itu, mereka membutuhkan perlindungan jaminan sosial.

Dicky juga menilai pemuda memiliki kebutuhan yang sama. Banyak pemuda Kabupaten Bandung menjalankan pekerjaan pada sektor nonformal.

“Dalam kesempatan ini saya menghadiri undangan reses anggota DPR RI Komisi IX, Pak H. Asep Romy. Beliau menyosialisasikan program yang sangat penting dan sangat dibutuhkan bagi pekerja nonformal, di antaranya pemuda,” ujar Dicky.

Karena itu, Dicky meminta perhatian terhadap kelompok pemuda tidak hanya menyentuh pengembangan kapasitas. Pemerintah juga perlu memperhatikan aspek perlindungan sosial.

Dicky mengatakan Bupati Bandung memiliki perhatian terhadap kebutuhan tersebut. Menurutnya, Bupati Bandung ingin membantu pemuda memperoleh akses BPJS Ketenagakerjaan.

“Bupati memberikan harapan bahwa kepemudaan juga bagian yang perlu kita support dan diberikan BPJS Ketenagakerjaan,” kata Dicky.

Selain itu, Dicky mengungkapkan rencana kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pengurus KNPI Kabupaten Bandung.

Rencana tersebut mencakup Ketua dan Sekretaris KNPI Kabupaten Bandung. Dicky menilai langkah itu menunjukkan perhatian pemerintah terhadap organisasi kepemudaan.

“Insya Allah KNPI Kabupaten Bandung akan mengikuti BPJS Ketenagakerjaan, mulai ketua sampai sekretarisnya. Ini jelas sangat luar biasa,” ujar Dicky.

Menurut Dicky, KNPI memiliki peran strategis dalam membangun kepemudaan. Organisasi tersebut juga dapat membantu pemerintah mengenalkan manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada generasi muda.

Sementara itu, sosialisasi di Tegalluar mempertemukan unsur pemerintah, tokoh masyarakat, dan pemuda. Forum tersebut membahas kebutuhan pekerja nonformal terhadap jaminan sosial.

Dicky menilai pemuda perlu mengenal BPJS Ketenagakerjaan sejak mulai bekerja. Pengetahuan tersebut dapat membantu mereka memahami risiko dalam aktivitas pekerjaan.

Karena itu, Dicky mengajak organisasi kepemudaan ikut menyebarkan informasi mengenai jaminan sosial. Tokoh masyarakat juga dapat membantu menjelaskan manfaat program tersebut kepada warga.

Langkah itu dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, kerja sama berbagai pihak dapat membuka akses informasi yang lebih luas bagi pekerja nonformal.

Dicky melihat perlindungan sosial sebagai bagian penting dalam pembangunan pemuda. Menurutnya, pemerintah perlu memberi ruang kepada pemuda untuk berkembang sekaligus membantu mereka menghadapi risiko pekerjaan.

Di sisi lain, pemuda memiliki peran penting dalam pembangunan Kabupaten Bandung. Mereka dapat berkontribusi melalui aktivitas ekonomi, organisasi, kewirausahaan, dan berbagai kegiatan sosial.

Karena itu, pemerintah perlu membangun ekosistem kepemudaan yang mampu menjawab kebutuhan generasi muda. BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu bagian penting dalam upaya tersebut.

Dicky juga mengajak pemuda meningkatkan kesadaran terhadap risiko pekerjaan. Menurutnya, pemuda perlu mempertimbangkan aspek perlindungan ketika menjalankan aktivitas ekonomi.

Selanjutnya, organisasi kepemudaan dapat mengambil peran dalam edukasi jaminan sosial. KNPI memiliki peluang untuk membantu pemerintah menjangkau kelompok pemuda di berbagai wilayah Kabupaten Bandung.

Dicky menegaskan bahwa perhatian terhadap pemuda harus mencakup banyak aspek. Pemerintah perlu mendukung kreativitas, produktivitas, kapasitas, dan perlindungan sosial generasi muda.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Dicky berharap pemuda semakin memahami manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Ia juga ingin semakin banyak pekerja nonformal mengenal program jaminan sosial.

Selain itu, Dicky mendorong tokoh masyarakat ikut menyebarkan informasi tersebut. Menurutnya, tokoh masyarakat memiliki kedekatan dengan warga sehingga dapat membantu proses edukasi.

“Ini sangat penting dan sangat dibutuhkan bagi pekerja nonformal, di antaranya para pemuda,” tegas Dicky.

Dengan demikian, sinergi pemerintah, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan BPJS Ketenagakerjaan dapat terus berkembang. Kolaborasi tersebut dapat membantu memperluas pemahaman pemuda mengenai jaminan sosial.

Dicky berharap langkah tersebut mampu memperkuat perhatian terhadap pekerja nonformal. Ia juga ingin program BPJS Ketenagakerjaan semakin dikenal oleh kalangan pemuda Kabupaten Bandung.

Menurut Dicky, pemuda membutuhkan dukungan yang menyentuh kebutuhan mereka secara langsung. Perlindungan jaminan sosial dapat berjalan bersama program pengembangan kepemudaan.

Karena itu, Dicky mengajak seluruh pihak ikut membangun kesadaran mengenai jaminan sosial. Ia menilai langkah tersebut penting untuk mendukung pemuda yang aktif bekerja dan berkontribusi bagi daerah.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.