Kamis, Jul 30, 2026
Info Burinyay
Kegiatan OrganisasiKota BandungPeristiwa

Jabar Human Rights Forum 2026 Kukuhkan Pengurus KOPPETA HAM Jawa Barat Masa Bakti 2026–2028

Rizky Prasetya Handani, S.E., M.M. menyampaikan materi penguatan Hak Asasi Manusia pada Jabar Human Rights Forum 2026 usai pengukuhan Pengurus KOPPETA HAM Jawa Barat di Aula Ki Hadjar Dewantara, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Bandung.
Rizky Prasetya Handani, S.E., M.M., Owner & Instructor IMPAKT.id sekaligus sahabat, Pembina KOPPETA HAM Jawa Barat, menyampaikan pentingnya membangun budaya menghargai perbedaan, menanamkan nilai silih asih, silih asah, silih asuh, serta mencegah perundungan (bullying) sejak lingkungan sekolah dalam rangkaian Jabar Human Rights Forum (JHRF) 2026 di Bandung. (Foto: info Burinyay/red)

Bandung, Info Burinyay – Komunitas Pemuda Pelajar Pencinta Hak Asasi Manusia (KOPPETA HAM) Jawa Barat resmi mengukuhkan kepengurusan masa bakti 2026–2028 dalam Jabar Human Rights Forum (JHRF) 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Ki Hadjar Dewantara, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Rabu (29/7/2026). Forum tersebut mengangkat tema “Penguatan Pendidikan Karakter dan Budaya Sekolah.”

Forum ini mempertemukan pemerintah, akademisi, praktisi, dan pelajar. Mereka membahas pentingnya budaya Hak Asasi Manusia sejak usia sekolah. Selain itu, peserta juga memperkuat kolaborasi untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan menghargai keberagaman.

Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan Kementerian Hak Asasi Manusia RI, Munafrizal Manan, hadir dalam kegiatan tersebut. Kepala Biro Hukum dan HAM Provinsi Jawa Barat, Yogi Gautama Jaelani, juga mengikuti forum. Selanjutnya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Purwanto, S.Pd., M.Pd., beserta jajaran Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat turut menghadiri kegiatan.

Panitia membuka acara dengan registrasi peserta. Setelah itu, seluruh tamu mengikuti doa bersama dan menyanyikan Indonesia Raya serta Mars HAM. Kemudian, panitia menggelar keynote speech, pembacaan Surat Keputusan, pengukuhan pengurus, talkshow, sesi tanya jawab, bedah buku “Suara Pelajar”, hingga pembacaan komitmen bersama.

Berita Acara Pengukuhan Nomor KWH.8-IP.03.01-202 Tahun 2026 menetapkan Pengurus KOPPETA HAM Jawa Barat Masa Bakti 2026–2028 secara resmi. Pengurus menerima amanah untuk menjalankan organisasi secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab. Selain itu, mereka wajib menjunjung tinggi nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta prinsip penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan Hak Asasi Manusia.

Sebagai sahabat, sekaligus pembina Koppeta HAM JAWA BARAT, Rizky Prasetya Handani, S.E., M.M., menilai pendidikan HAM harus dimulai sejak bangku sekolah. Owner dan Instructor IMPAKT.id itu mengatakan sekolah menjadi tempat terbaik untuk membangun karakter generasi muda.

“Kita harus mampu menghargai dan menghormati perbedaan serta keberagaman yang sudah ada sejak sekolah. Pelajar harus menjadi teladan. Mereka juga harus membuktikan bahwa tidak ada lagi budaya saling membully,” kata Rizky.

Menurut Rizky, pemahaman HAM tidak harus selalu menggunakan bahasa yang rumit. Sebaliknya, masyarakat dapat memahaminya melalui contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau dicubit itu sakit, jangan mencubit orang lain. Kalau kita tidak mau dicubit, jangan menyakiti orang lain. Nilai itu mengajarkan empati. Dari sana lahir silih asih, silih asah, dan silih asuh. Nilai tersebut sejalan dengan prinsip Hak Asasi Manusia,” ujarnya.

Selain itu, Rizky mengajak seluruh pelajar untuk menjadikan keberagaman sebagai kekuatan. Menurutnya, setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda. Namun, semua pihak tetap harus saling menghormati. Karena itu, sekolah harus menjadi ruang yang bebas dari diskriminasi, perundungan, maupun kekerasan.

Sementara itu, forum juga memberi ruang kepada pelajar untuk menyampaikan gagasan. Mereka berbagi pengalaman tentang penerapan HAM di lingkungan sekolah. Selanjutnya, peserta mengikuti bedah buku “Suara Pelajar”. Kegiatan tersebut mendorong lahirnya ide dan solusi dari generasi muda.

Pada akhir kegiatan, seluruh peserta menandatangani komitmen bersama. Langkah itu memperkuat tekad semua pihak untuk membangun budaya HAM di Jawa Barat. Oleh sebab itu, Jabar Human Rights Forum 2026 tidak hanya menjadi ajang diskusi. Forum ini juga menjadi ruang kolaborasi untuk menyiapkan generasi muda yang menghargai keberagaman, menjunjung tinggi kemanusiaan, serta mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.