31 C
Bandung
Senin, Agu 31, 2026
Info Burinyay
Kab. BandungPendidikanPeristiwaPrestasi

Disdik Kabupaten Bandung Apresiasi Siswa Peraih Medali Emas O2SN Nasional

Siswa Kabupaten Bandung peraih emas nasional bersama Asep Kusumah
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung H. Asep Kusumah, S.Sos., M.Si., memberikan keterangan kepada awak media bersama para siswa penerima penghargaan di Soreang, Senin (31/8/2026). Foto:Info Burinyay/Lee

Soreang, Info Burinyay — Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung memberikan apresiasi kepada para siswa berprestasi yang berhasil mengharumkan nama daerah melalui berbagai ajang kompetisi. Apresiasi tersebut diberikan kepada peraih medali emas Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat nasional serta para juara Penulis Cilik Leksam Bedas Cileunyi tingkat Kabupaten Bandung.

Penyerahan penghargaan berlangsung dalam apel pagi di halaman Gedung Diadik, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung, Soreang, Senin (31/8/2026).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, H. Asep Kusumah, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus upaya membangun motivasi di lingkungan pendidikan Kabupaten Bandung.

Menurut Asep, setiap kegiatan organisasi harus memiliki target dan tujuan yang jelas. Karena itu, capaian prestasi siswa juga menjadi salah satu indikator yang perlu mendapat perhatian.

“Kita dalam setiap kesempatan, dalam setiap kegiatan, dalam aktivitas kita antara lain dituntut untuk bisa memenuhi atau mencapai tujuan-tujuan dan target-target organisasi. Baik target secara langsung maupun target secara tidak langsung,” ujar Asep.

Selanjutnya, Asep menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan sengaja mengundang para kepala sekolah yang berhasil mengantarkan peserta didiknya meraih prestasi. Apresiasi tersebut tidak hanya mencakup pencapaian tingkat kabupaten, tetapi juga prestasi hingga tingkat nasional.

“Termasuk pada kesempatan ini kita mengundang teman-teman para kepala sekolah yang sudah mendapatkan penghargaan dan apresiasi tidak hanya di tingkat kabupaten tapi juga sampai di level nasional,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Dinas Pendidikan memberikan perhatian khusus kepada tiga siswa Kabupaten Bandung yang meraih prestasi pada O2SN tingkat nasional.

Riana Salsabila dari cabang olahraga renang berhasil membawa pulang dua medali emas. Kemudian, Sean Arkana Attirmizi Gumilar dari cabang renang meraih satu medali emas dan satu medali perunggu. Sementara itu, Muhammad Ramdani Mubarok dari cabang bulu tangkis sukses meraih medali emas.

Asep menilai capaian tersebut menunjukkan potensi besar peserta didik Kabupaten Bandung. Karena itu, ia mendorong seluruh pihak di lingkungan pendidikan untuk terus memberikan dukungan kepada siswa berprestasi.

“Nah ini tentu sesuatu yang penting untuk kita berikan apresiasi, kita sampaikan dalam momen-momen kinerja kita termasuk salah satunya pelaksanaan apel pagi di hari Senin,” tutur Asep.

Selain memberikan penghargaan, menurut Asep, momentum tersebut memiliki fungsi yang lebih luas. Apel dan pemberian apresiasi dapat menjadi alat ukur kinerja organisasi sekaligus membangun motivasi bagi seluruh unsur pendidikan.

“Kenapa ini penting? Karena nanti menjadi alat ukur juga sekaligus motivasi dan inspirasi bagaimana memetakan kinerja organisasi yang kita semua ada di dalamnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap capaian perlu menjadi bahan evaluasi dan edukasi. Dengan demikian, penghargaan tidak berhenti pada seremoni, tetapi dapat mendorong peningkatan kinerja secara berkelanjutan.

“Jadi selalu itu menjadi alat evaluasi, alat untuk mengedukasi, dan juga untuk alat memberikan apresiasi pada semua pihak yang sudah berupaya maksimal untuk mencapai tujuan organisasi,” kata Asep.

Di sisi lain, Asep mengingatkan jajaran pendidikan mengenai tantangan pelayanan publik pada era teknologi informasi. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat berbagai aktivitas birokrasi semakin mudah diketahui dan diakses masyarakat.

“Ya tentu kita hari ini kan tidak bisa lepas dari kemajuan teknologi ya, bahkan hampir seluruh kebutuhan kita itu bisa dilayani atau bisa disajikan oleh kebermanfaatan teknologi informasi,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta aparatur pendidikan menempatkan diri sebagai penyelenggara pelayanan publik yang mampu menjawab harapan masyarakat.

“Nah tentu tantangan bagi kita selaku birokrasi adalah bagaimana kita menempatkan diri sebagai penyelenggara pelayanan publik. Nah tentu ini menjadi penting karena apa? Masyarakat sangat menaruh harapan ya, memiliki ekspektasi yang sangat tinggi kepada kita selaku birokrasi,” ungkap Asep.

Ia kemudian menekankan pentingnya prinsip kepemimpinan yang melayani atau servant leadership. Menurutnya, aparatur pemerintah harus mampu memberikan informasi yang benar, menunjukkan perilaku yang baik, serta menjadi teladan bagi masyarakat.

“Bahwa poinnya birokrasi itu sebagai pemberi pelayanan. Pak Bupati menyampaikan dengan nilai-nilai servant leadership ya, jadi kepemimpinan yang melayani,” katanya.

Asep menambahkan, kualitas pelayanan publik sangat berkaitan dengan kepercayaan masyarakat. Karena itu, aparatur harus berhati-hati dalam memberikan informasi dan menjalankan tugas.

“Kalau kita salah memberikan informasi ya, salah berperilaku, tentu ini jauh dari harapan masyarakat bahwa mereka sangat berharap besar birokrasi mampu memberikan pelayanan, menjadi contoh, menjadi teladan, sekaligus memberikan pencerahan bagi masyarakat yang lainnya,” tegasnya.

Siswa Bangga Bawa Nama Kabupaten Bandung

Para siswa penerima penghargaan juga menyampaikan rasa bangga atas capaian yang mereka raih. Riana Salsabila, siswa SD Cincin asal Kabupaten Bandung, mengaku bersyukur setelah meraih dua medali emas pada O2SN tingkat nasional dari cabang renang.

“Nama saya Riana Salsabila, asal dari Kabupaten Bandung, SD Cincin. Kemarin aku dapat dua emas di tingkat nasional, cabor renang. Senang, bisa membawa nama baik Kabupaten, Jawa Barat, sekolah,” ujar Riana.

Sementara itu, Sean Arkana Attirmizi Gumilar dari SD IT Alam Indah Kabupaten Bandung meraih satu medali emas dan satu medali perunggu pada cabang renang.

“Saya dari Kabupaten Bandung, SD IT Alam Indah. Ikut kejuaraan renang dan saya kemarin mendapatkan satu emas, satu perunggu. Harapan ke depannya bisa lebih bagus lagi,” kata Sean.

Prestasi serupa datang dari Muhammad Ramdani Mubarok, siswa SDN Jalan Cagak, melalui cabang bulu tangkis tingkat nasional. Ia mengaku senang karena mendapat kesempatan membawa nama Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dan sekolahnya.

“Perkenalkan nama saya Muhammad Ramdani Mubarok dari Kabupaten Bandung, SDN Jalan Cagak. Cabor badminton tingkat nasional. Senang, bisa mewakili Jawa Barat, Kabupaten Bandung, sama sekolah,” ungkap Ramdani.

Selain prestasi olahraga, Dinas Pendidikan juga memberikan apresiasi kepada siswa yang menunjukkan kemampuan di bidang literasi.

Azarine Saufa Filzah dari SDN Cikalang Cileunyi mendapat penghargaan dalam ajang Penulis Cilik Leksam Bedas Cileunyi tingkat Kabupaten Bandung. Ia menyampaikan kegembiraannya setelah menerima apresiasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung.

“Nama saya Az-Zahra Shofa Faza, berasal dari SDN Cikalang Cileunyi. Baru saja mendapatkan penghargaan atas menjadi penulis cilik, asyiknya berliterasi. Senang, karena dapat penghargaan, dapat apresiasi oleh Bapak Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Pemberian penghargaan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa prestasi peserta didik Kabupaten Bandung berkembang di berbagai bidang. Selain olahraga, kemampuan literasi juga mendapat ruang dalam agenda pembinaan pendidikan.

Karena itu, apresiasi kepada para siswa diharapkan dapat menjadi pemicu bagi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan. Dukungan kepala sekolah, guru, orang tua, dan lingkungan pendidikan juga menjadi faktor penting dalam menjaga prestasi tersebut.

Pada akhirnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung menempatkan penghargaan sebagai bagian dari budaya evaluasi, motivasi, dan peningkatan kualitas pendidikan. Melalui capaian para siswa di tingkat nasional maupun kabupaten, pemerintah daerah juga mendapat gambaran mengenai potensi peserta didik yang perlu terus dikembangkan.

Dengan demikian, prestasi Riana Salsabila, Sean Arkana Attirmizi Gumilar, Muhammad Ramdani Mubarok, serta para siswa berprestasi lainnya tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah. Capaian tersebut juga menjadi representasi potensi generasi muda Kabupaten Bandung yang terus tumbuh melalui pembinaan pendidikan, olahraga, dan literasi.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.