Bandung, Info Burinyay – Universitas Islam Bandung (Unisba) mengukuhkan lebih dari 1.500 lulusan dalam Wisuda Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026. Prosesi berlangsung di Aula Utama Unisba pada Sabtu hingga Minggu, 22–23 Agustus 2026.
Pihak kampus membagi prosesi wisuda ke dalam empat sesi selama dua hari. Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan. Jenjang tersebut meliputi Doktor, Magister, Profesi, hingga Sarjana.
Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa wisuda bukan sekadar penanda berakhirnya masa studi. Menurutnya, momentum tersebut justru menjadi awal bagi lulusan untuk mengamalkan ilmu di tengah masyarakat.
Karena itu, Rektor mengingatkan lulusan agar tetap memegang tiga nilai utama Unisba. Nilai tersebut mencakup Mujahid sebagai pejuang, Mujtahid sebagai pemikir kritis dan inovatif, serta Mujaddid sebagai pembawa perubahan.
“Gelar akademis yang tertera di belakang nama Saudara bukan sekadar hiasan ijazah, melainkan amanah besar yang menuntut pembuktian nyata. Ilmu tanpa integritas dapat disalahgunakan, sedangkan integritas tanpa ilmu memicu kesulitan dalam menyelesaikan persoalan,” tegas Rektor.
Pada kesempatan yang sama, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., memberikan apresiasi terhadap capaian Unisba. Ia menyebut Unisba sebagai salah satu dari 19 perguruan tinggi dengan akreditasi Unggul dari total 314 perguruan tinggi di wilayah Jawa Barat dan Banten.
Selain itu, Dr. Lukman mendorong para lulusan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, terutama di tengah percepatan penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Ia memperkenalkan karakter JAGO yang terdiri atas Jejaring, Adaptif, Gesit, serta Orisinal dan Otentik.
Menurutnya, karakter tersebut penting untuk menghadapi perubahan dunia kerja. Ia juga mendorong lulusan agar tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi turut membangun peluang melalui kewirausahaan.
“Jadikanlah teknologi sebagai alat yang kita berdayakan, bukan alat yang menggantikan peran kita,” pesan Dr. Lukman.
Wisuda Gelombang II Unisba juga menghadirkan sejumlah capaian akademik yang menonjol. Meisya Febriana dari Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi meraih predikat Yudisium Pujian dengan IPK tertinggi tingkat universitas, yakni 3,98.
Perempuan kelahiran Bandung tersebut mencapai prestasi itu melalui ketekunan dalam menjalani pendidikan. Selain kegiatan akademik, Meisya juga aktif dalam riset dan menjalankan usaha mandiri.
Sementara itu, predikat wisudawan tercepat diraih Muhammad Farhan Faiz Mubarok dari Program Studi Ilmu Komunikasi. Ia menyelesaikan studi dalam waktu tiga tahun, empat bulan, dan 21 hari dengan IPK 3,91.
Farhan yang berasal dari Sukabumi menjadikan efisiensi masa studi sebagai salah satu motivasi. Ia berupaya menyelesaikan pendidikan lebih cepat untuk menekan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Predikat wisudawan termuda diberikan kepada Nazwa Zahratunnisa dari Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Unisba. Nazwa menyelesaikan pendidikan sarjana pada usia 20 tahun, 10 bulan, dan 21 hari.
Perjalanan Nazwa juga mencatatkan proses pendidikan yang panjang. Ia mulai memasuki bangku sekolah dasar ketika berusia lima tahun hingga akhirnya menyelesaikan pendidikan tinggi pada usia muda.
Di sisi lain, kisah Raihan Nurhafidz menjadi salah satu cerita perjuangan yang mewarnai wisuda tersebut. Lulusan Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan itu meraih IPK 3,82 dengan predikat Pujian.
Selama kuliah, Raihan tidak hanya menjalani aktivitas akademik. Ia juga aktif dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Pada saat yang sama, Raihan bekerja sebagai pengemudi ojek online untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membantu keluarganya.
Raihan berasal dari keluarga sederhana. Ibunya menjalankan usaha warung, sedangkan ayahnya bekerja sebagai satpam. Berkat perjuangannya, Raihan menjadi orang pertama dalam keluarganya yang berhasil meraih gelar sarjana.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Raihan melanjutkan langkahnya dengan bekerja di bidang pemasaran digital. Namun, ia tetap berusaha mengembangkan diri dan mengejar cita-cita yang telah dibangun selama masa perkuliahan.
Rangkaian prestasi tersebut memperlihatkan beragam latar belakang perjalanan para lulusan Unisba. Ada yang menonjol melalui prestasi akademik. Ada pula yang mencapai kelulusan melalui perjuangan membagi waktu antara pendidikan, organisasi, pekerjaan, dan keluarga.
Momentum Wisuda Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026 kembali menegaskan pentingnya keseimbangan antara ilmu, integritas, dan ketekunan. Pesan tersebut sejalan dengan arahan Rektor Unisba agar para lulusan tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik.
Para lulusan diharapkan mampu membawa ilmu yang diperoleh ke ruang pengabdian yang lebih luas. Dengan demikian, pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan individu berpengetahuan, tetapi juga insan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
