Cileunyi, Info Burinyay — Prestasi membanggakan kembali lahir dari program literasi di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Siswa SD Negeri Cikalang, Azarine Saufa Filzah, berhasil meraih penghargaan sebagai penulis cilik terbaik dalam program Leksam Bedas tingkat Kabupaten Bandung tahun 2026.
Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah, pendamping literasi, pemerintah Kecamatan Cileunyi, hingga Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Cileunyi. Penghargaan itu sekaligus menunjukkan geliat literasi pelajar di Kecamatan Cileunyi terus berkembang.
Azarine menerima penghargaan setelah mengikuti rangkaian tantangan literasi yang mendorong siswa untuk menghasilkan karya tulis. Ia mengaku tidak menyangka dapat meraih penghargaan tersebut.
“Saya merasa senang dan tidak menyangka bisa memenangkan ini. Saya menjadi lebih semangat untuk belajar, terutama belajar menulis cerita,” ujar Azarine.
Selain itu, Azarine menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah dan para guru yang selama ini memberikan pendampingan. Ia juga mengajak teman-temannya untuk terus mengikuti kegiatan literasi.
“Saya ingin berterima kasih kepada kepala sekolah Pak Tedy, kepada wakil kelas Pak Iqbal, dan kepada guru pembimbing saya Bu Tika. Saya juga ingin berpesan kepada teman-teman literasi untuk semangat mengikuti tantangan literasi. Semoga bisa seperti saya,” katanya.
Sekolah Dorong Budaya Literasi Berkelanjutan
Kepala SDN Cikalang, Tedih Sudirman, S.Pd., menyambut prestasi tersebut dengan rasa syukur. Menurutnya, keberhasilan Azarine tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang terus mengembangkan program literasi di Kabupaten Bandung.
“Alhamdulillah, siswa SD Cikalang mendapat juara penulis cilik terbaik se-Kabupaten Bandung. Terima kasih sekali kepada Bapak Bupati yang telah mengadakan program literasi BEDAS, khusus kepada Ibu Bunda Literasi. Terima kasih juga kepada Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung yang telah mendukung program literasi BEDAS,” kata Tedih.
Menurutnya, pendampingan juga melibatkan pengawas serta koordinator literasi di Kecamatan Cileunyi. Ia secara khusus mengapresiasi peran Haji Nunu, Kepala SD Al-Amanah, yang menggerakkan koordinasi literasi tingkat kecamatan melalui Kaleci.
“Dengan dimotori oleh Bu Haji Nunu, literasi BEDAS Kecamatan Cileunyi menjadi lebih maju lagi. Pesertanya juga semakin banyak,” ujarnya.
Tedih juga memberikan penghargaan kepada guru pembimbing literasi SDN Cikalang, Tika Rustikawati, S.Pd., dan Laelia Nurhidayah, S.Pd. Keduanya aktif mendampingi siswa dalam mengikuti berbagai tantangan literasi.
“Terima kasih kepada Ibu Pembimbing Literasi SD Cikalang, Ibu Tika dan Ibu Lia, yang telah mengantarkan anak didiknya menjadi juara penulis terbaik literasi BEDAS,” kata Tedih.
Di sisi lain, pihak sekolah berharap prestasi tersebut dapat berjalan beriringan dengan penguatan fasilitas pendidikan. SDN Cikalang saat ini memiliki 12 rombongan belajar dengan jumlah 372 siswa. Namun, sekolah masih menghadapi keterbatasan ruang kelas.
Karena itu, Tedih berharap pemerintah daerah memberikan dukungan melalui penambahan ruang kelas.
“SD Cikalang ini terdiri dari 12 rombel, siswanya ada 372. Sekarang ini kekurangan ruangan kelas. Oleh sebab itu, kami memohon kepada Bapak Bupati dan Bapak Kadis agar SD Cikalang mendapat penambahan ruang kelas dengan adanya program RAPID,” tuturnya.
Tiga Penulis Cilik Cileunyi Ukir Prestasi
Prestasi Azarine juga menjadi bagian dari keberhasilan tim literasi Kecamatan Cileunyi. Camat Cileunyi, Dr. H. Cucu Endang, S.Sn., M.Ak., menyampaikan apresiasi kepada tiga penulis cilik dari wilayahnya yang meraih prestasi dalam Leksam Bedas 2026.
“Atas nama Pemerintahan Kecamatan Cileunyi, saya mengucapkan selamat kepada ketiga penulis cilik Leksam Bedas Cileunyi,” ujar Cucu.
Ia menyebut tiga siswa tersebut, yakni Kinanti dari SMP Al-Amanah, Alea dari SD Al-Amanah, serta Azarine dari SDN Cikalang.
Cucu berharap ketiga siswa tersebut terus mengembangkan kemampuan dan mempertahankan prestasinya. Selain itu, ia mendorong mereka untuk membawa nama baik Kecamatan Cileunyi melalui berbagai prestasi pendidikan.
“Semoga adik-adik semua bisa terus berprestasi, maju terus, membawa nama baik Kecamatan Cileunyi. Mudah-mudahan ke depannya kalian terus meningkatkan prestasi dalam pendidikan,” katanya.
Ketua PGRI Cabang Kecamatan Cileunyi, H. Aat Sumirat, S.Pd., M.M.Pd., juga memberikan apresiasi terhadap capaian tersebut. Ia menilai prestasi tiga penulis cilik itu menjadi bagian penting dari perkembangan gerakan literasi di Cileunyi.
“Saya atas nama Ketua PGRI Cabang Kecamatan Cileunyi mengucapkan selamat atas prestasi tim literasi Cileunyi. Ananda Kinanti dari SD Al-Amanah, yang kedua Alea dari SD Al-Amanah, dan yang ketiga Ananda Azarine Saufa dari SD Cikalang,” kata Aat.
Menurut Aat, capaian tersebut menunjukkan hasil pembinaan yang berjalan secara konsisten. Ia bahkan menyebut prestasi itu sebagai sejarah bagi tim literasi Cileunyi.
“Ketiga siswa ini sudah meraih prestasi dan mengukir sejarah untuk tim literasi Cileunyi sebagai penulis cilik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Aat menilai keberhasilan tersebut menjadi aset penting bagi Kecamatan Cileunyi. Sebab, para siswa tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga menghasilkan karya melalui proses pembinaan.
Ia kemudian mengingat kembali kiprah tim literasi Cileunyi pada kegiatan Jambore Leksam Bedas Kabupaten Bandung tahun 2024. Saat itu, tim literasi Cileunyi tercatat sebagai salah satu tim dengan jumlah peserta terbanyak.
“Hal ini merupakan aset Cileunyi yang sudah diperjuangkan melalui bimbingan tim literasi Cileunyi. Kami tidak heran kalau Cileunyi banyak yang berprestasi karena tahun 2024 tim literasi Cileunyi merupakan tim terbanyak pada kegiatan Jambore yang dilaksanakan oleh Leksam Bedas Kabupaten Bandung,” jelas Aat.
Siswa Cikalang Hasilkan Antologi Karya
Sementara itu, guru pembimbing literasi SDN Cikalang, Tika Rustikawati, S.Pd., mengatakan program Leksam Bedas memberikan ruang lebih luas bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan.
Menurut Tika, tantangan literasi selama beberapa bulan tidak hanya meningkatkan kemampuan siswa. Program tersebut juga memperkaya pengalaman guru dalam mendampingi proses kreatif anak.
“Dengan adanya program Leksam Bedas ini, anak-anak bisa menjadi lebih maju daripada tahun-tahun sebelumnya. Begitu pun dengan kami guru-gurunya. Dengan adanya tantangan-tantangan selama sembilan bulan dan sekarang tujuh bulan, kami banyak bertambah ilmu pengetahuan. Begitu pun dengan Azarine, pengalamannya semakin bertambah,” ujar Tika.
Senada dengan Tika, Laelia Nurhidayah, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan literasi di SDN Cikalang tidak hanya berfokus pada satu siswa. Sekolah mendorong seluruh siswa untuk menghasilkan karya.
Bahkan, SDN Cikalang telah menerbitkan tiga antologi karya siswa pada tahun sebelumnya. Karya tersebut mencakup puisi, cerpen, dan komik.
“Tidak hanya Azarine saja. Siswa-siswa lain juga sama, mereka menciptakan berbagai karya. Contohnya, tahun kemarin SD Cikalang membuat tiga antologi,” kata Laelia.
Ia menjelaskan, antologi pertama berisi puisi karya siswa kelas empat. Kemudian, sekolah juga menerbitkan antologi cerpen yang memuat sejumlah karya siswa, termasuk karya Azarine. Selain itu, siswa kelas enam menghasilkan antologi komik.
“Semua karya siswa itu dibukukan, tidak hanya Azarine saja. Ada antologi puisi, antologi cerpen, dan yang terakhir antologi komik,” tuturnya.
Laelia berharap budaya tersebut terus berkembang. Menurutnya, karya siswa dapat menjadi sumber belajar sekaligus memberikan pengalaman kepada adik kelas.
“Harapan ke depannya, murid bisa terus mengeksplorasi literasi dan numerasi. Mereka bisa menciptakan berbagai karya dan memberikan pengalamannya kepada adik kelas,” ujarnya.
Dengan demikian, karya siswa tidak berhenti setelah terbit. Buku dan karya tersebut dapat menjadi bahan bacaan bagi siswa kelas bawah serta menjadi sumber pembelajaran bagi guru.
Literasi Diharapkan Menular ke Keluarga dan Masyarakat
Tika menambahkan, sekolah ingin menjadikan literasi sebagai budaya yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, siswa tidak cukup hanya mengikuti tantangan literasi setiap bulan.
“Harapannya ke depan bukan hanya mengikuti tantangannya saja, bukan hanya per bulan melaksanakan tantangannya saja, tetapi bisa menular ke berbagai aspek. Bukan hanya di pihak sekolah, orang tua murid dan masyarakat pun sama-sama menjadi orang-orang yang literat,” kata Tika.
Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa gerakan literasi memiliki ruang yang lebih luas daripada sekadar kegiatan menulis. Sekolah dapat mengembangkan budaya membaca, menulis, berhitung, sekaligus menciptakan karya yang bermanfaat bagi lingkungan.
Prestasi Azarine pun menjadi salah satu contoh hasil dari proses tersebut. Selain memberikan penghargaan kepada siswa, Leksam Bedas turut membuka ruang bagi sekolah untuk mengembangkan karya dan membangun ekosistem literasi secara berkelanjutan.
Karena itu, keberhasilan tiga penulis cilik dari Kecamatan Cileunyi pada Leksam Bedas 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan literasi. Di tingkat sekolah, guru dan siswa dapat terus menciptakan karya. Sementara itu, dukungan pemerintah, orang tua, serta masyarakat menjadi faktor penting agar gerakan tersebut semakin luas.
Dengan capaian tersebut, Kecamatan Cileunyi kembali menunjukkan potensi pelajarnya dalam bidang literasi. Prestasi Azarine bersama Kinanti dan Alea sekaligus menjadi dorongan bagi siswa lainnya untuk berani menulis, berkarya, dan mengembangkan potensi sejak usia sekolah.