26 C
Bandung
Minggu, Agu 16, 2026
Info Burinyay
EventKota BandungPeristiwa

Brecaf Expo 2026 Meledak di Hari Terakhir, Industri F&B Bandung Unjuk Inovasi

Brecaf Expo 2026 Bandung dipadati pengunjung pada hari terakhir pameran industri F&B
Antusiasme pengunjung mewarnai hari terakhir Brecaf Expo 2026 di Bandung, memperkuat ruang inovasi, networking, dan peluang bisnis F&B. (Foto:Info Burinyay/dj)

Bandung, Info Burinyay — Hari ketiga sekaligus hari terakhir Brecaf Expo 2026 berlangsung semakin semarak di Bandung Convention Centre (BCC), Jalan Soekarno-Hatta No. 354, Kota Bandung, Minggu (16/8/2026).

Brecaf Expo 2026 menghadirkan pameran supplier makanan dan minuman, inovasi, serta solusi bisnis bagi pelaku industri bakery, restaurant, dan café. Selain mempertemukan pelaku usaha dengan pemasok dan mitra bisnis, pameran ini juga membuka ruang bagi pengunjung untuk melihat perkembangan produk, teknologi, kompetisi, serta inovasi di sektor kuliner.

Direktur Sales PT Trikarya Dinamika Expo, Daniel Darmawan, mengatakan penyelenggara melihat antusiasme pengunjung pada hari terakhir tetap tinggi. Menurutnya, penyelenggara juga berharap para eksibitor memperoleh hasil positif selama mengikuti rangkaian pameran.

“Pameran Brecaf sudah di hari yang ketiga. Sudah tiga hari pameran dan saya percaya pamerannya akan banyak mendatangkan pengunjung yang luar biasa,” ujar Daniel.

Selanjutnya, Daniel berharap para eksibitor merasa puas dengan penyelenggaraan Brecaf Expo 2026. Ia juga menyampaikan rencana penyelenggaraan pameran berikutnya.

“Kami berharap para eksibitor juga puas dengan pameran kami, sehingga pameran kami nanti di bulan Januari bisa berlanjut dengan baik,” katanya.

Selain itu, Daniel mengapresiasi dukungan media, eksibitor, dan pengunjung yang mengikuti Brecaf Expo 2026. Ia juga mengajak para eksibitor untuk kembali bergabung dalam agenda Brecaf berikutnya.

“Kami mengundang seluruh eksibitor yang ingin bergabung di event kami di bulan Januari untuk bisa bersama-sama dengan kami di pameran Brecaf Bandung,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Profesional dan Inovator Kopi Indonesia (PaPIKI), Steve Hidayat, menilai rangkaian kegiatan pada hari terakhir berjalan sukses. PaPIKI menghadirkan sejumlah agenda yang berkaitan dengan kopi, roasting, mixologi, dan kuliner.

Steve menyebut rangkaian tersebut mencakup kompetisi roasting, automatic roasting, mixologi, hingga food pairing yang mempertemukan produk lokal dengan kopi.

“Hari ini hari terakhir. Kita sudah menyelesaikan kompetisi roasting, automatic roasting, juga ada mixologi dan food pairing antara produk lokal peuyeum dan kopi,” kata Steve.

Menurutnya, tingginya minat peserta dan pengunjung menunjukkan ruang inovasi serta kolaborasi dalam industri kopi dan kuliner Indonesia terus berkembang. Karena itu, ia berharap kolaborasi antara pelaku industri, komunitas, sponsor, dan penyelenggara dapat semakin kuat.

“Kita sudah menjalankan semua ini dan membangkitkan inovasi, kolaborasi, dan tentu peluang besar ke depannya di kopi Indonesia,” ujarnya.

Steve juga menyampaikan apresiasi kepada para sponsor yang mendukung rangkaian kegiatan PaPIKI. Ia menyebut dukungan tersebut datang antara lain dari Automatic Roasting Pohua, Nirmala Coffee, J-Topico untuk agenda mixologi, serta Bogasari untuk kegiatan food pairing.

Berikutnya, Sekretaris PaPIKI, Cuncun Tjandra, menyampaikan apresiasi kepada Brecaf Expo 2026 yang telah memberikan ruang bagi organisasi tersebut untuk menjalankan berbagai kegiatan.

“Terima kasih kepada Brecaf 2026 yang sudah percaya kepada Perkumpulan Profesional dan Inovator Kopi Indonesia. Sukses dengan berbagai fasilitas yang disediakan. Luar biasa, sampai jumpa di Brecaf 2027,” ujar Cuncun.

Pengurus PaPIKI, Suryani Intansari, juga mengapresiasi peserta kompetisi roasting dan mixologi. Ia memberikan selamat kepada para pemenang sekaligus mendorong peserta yang belum meraih juara agar tetap mengembangkan kemampuan.

“Selamat pada seluruh juara roasting dan juara mixologi. Semoga ke depannya makin terus bisa berinovasi dan berkolaborasi,” kata Suryani.

Ia menambahkan, peserta yang belum meraih kemenangan masih memiliki banyak kesempatan untuk mengikuti kompetisi berikutnya.

“Kepada yang tidak juara, terus semangat dan jangan patah menyerah. Masih banyak peluang-peluang selanjutnya,” ujarnya.

Di sisi lain, Chef Internasional David Gailleba menyoroti potensi generasi muda Indonesia dalam bidang kuliner. Ia melihat anak-anak muda di Bandung dan Indonesia memiliki kreativitas serta kemampuan yang kuat.

“Saya lihat anak-anak muda di Bandung, di Indonesia, itu sangat punya kreasi, punya sesuatu yang luar biasa,” ujar David.

David juga mendorong generasi muda yang ingin memperluas pengalaman ke luar negeri untuk memanfaatkan kesempatan tersebut. Menurutnya, pengalaman dan pengetahuan dari luar negeri dapat kembali mereka bawa untuk memperkuat industri kuliner Indonesia.

“Bawa lagi ilmunya, knowledge ke sini. Karena kalian sudah luar biasa di sini,” katanya.

Selain itu, David mengapresiasi produk-produk yang ia temui selama Brecaf Expo 2026. Ia menyatakan dukungannya terhadap perkembangan generasi muda Indonesia di sektor kuliner.

Sementara itu, pengunjung asal Sumedang, Tasya Laila Rahmah, menilai Brecaf Expo 2026 memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi pengunjung. Ia menyebut pameran tersebut mempertemukan berbagai produk F&B serta menghadirkan kesempatan belajar dari para chef.

“Acara ini bagus banget karena seluruh pameran dari produk-produk F&B dan segala produk lainnya juga. Kita dapat experience baru dan ilmu-ilmu baru dari chef-chef terkenal,” kata Tasya.

Tasya berharap Brecaf dapat kembali hadir secara rutin di Bandung dengan dukungan lebih banyak sponsor dan peserta.

Harapan serupa datang dari Dudy Sandani, pengunjung asal Baleendah, Kabupaten Bandung, yang juga bergerak di bidang kuliner. Ia menilai Brecaf memberikan manfaat bagi pelaku usaha, khususnya dalam memperluas jaringan dan mencari inspirasi bisnis.

“Acara Brecaf ini sangat menarik untuk para pelaku usaha. Saya juga di bidang F&B. Acara ini memberikan banyak inspirasi, kesempatan mencari relasi, networking, juga inovasi-inovasi di bidang kuliner,” ujar Dudy.

Dudy berharap penyelenggara dapat menggelar agenda serupa secara rutin. Menurutnya, pameran semacam ini dapat membantu pelaku usaha mengikuti perkembangan industri kuliner sekaligus memperkuat jaringan bisnis.

“Minimal tiga bulan sekali. Khususnya di Bandung, acara Brecaf ini menjadi agenda rutin. Semoga acara seperti ini bisa membawa para pelaku usaha menjadi lebih semangat di era ekonomi yang agak tidak menentu seperti ini,” katanya.

Dengan berakhirnya hari ketiga, Brecaf Expo 2026 tidak hanya menjadi ruang pamer produk dan solusi bisnis. Pameran ini juga mempertemukan supplier, pelaku usaha, komunitas, chef, peserta kompetisi, hingga masyarakat yang ingin mengenal perkembangan industri F&B.

Selanjutnya, penyelenggara membuka peluang untuk kembali menghadirkan Brecaf di Bandung pada agenda berikutnya. Sementara itu, PaPIKI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong inovasi, kompetisi, dan kolaborasi demi memperkuat ekosistem kopi serta kuliner Indonesia.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.