27.7 C
Bandung
Rabu, Sep 9, 2026
Info Burinyay
Jawa BaratParlementer

Komisi IV DPRD Jabar Dorong Percepatan Jalan Sapan–Majalaya, Progres Capai 30 Persen

Tedy Rusmawan Dorong Jalan Sapan–Majalaya Rampung Lebih Cepat
Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Tedy Rusmawan, saat melakukan pengawasan pembangunan ruas jalan provinsi Sapan–Majalaya di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Rabu (9/9/2026). Monitoring tersebut menyoroti percepatan pekerjaan, kualitas pembangunan, serta kelancaran arus lalu lintas selama proyek berlangsung.

Bojongsoang, Info Burinyay – Komisi IV DPRD Jawa Barat mendorong percepatan pembangunan ruas jalan provinsi Sapan–Majalaya di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Selain mengejar waktu penyelesaian, Komisi IV menekankan kualitas pekerjaan serta kelancaran arus lalu lintas selama proses pembangunan.

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Tedy Rusmawan, menyampaikan hal tersebut saat melakukan monitoring pembangunan ruas jalan Sapan–Majalaya, Rabu (9/9/2026).

Tedy menjelaskan, proyek tersebut menjadi lanjutan pembangunan ruas jalan dari kawasan Gedebage Selatan menuju Sapan. Saat ini, pekerjaan mencakup ruas sepanjang sekitar 260 meter dengan lebar kurang lebih 6 meter.

“Alhamdulillah, pada kesempatan tanggal 9 September ini kami bisa melakukan monitoring pekerjaan di ruas jalan lanjutan dari Gedebage Selatan arah ke Sapan. Panjangnya kurang lebih 260 meter dengan lebar 6 meter,” kata Tedy.

Menurut Tedy, pemerintah telah menetapkan November 2026 sebagai target penyelesaian pekerjaan. Namun demikian, Komisi IV DPRD Jawa Barat mendorong pelaksana mengoptimalkan seluruh tahapan pekerjaan agar pembangunan dapat selesai lebih cepat.

“Kita berharap mudah-mudahan pekerjaan ini bisa diselesaikan lebih cepat, kalau memungkinkan pada bulan Oktober sudah selesai,” ujarnya.

Di sisi lain, Tedy menilai percepatan pembangunan harus tetap berjalan seiring dengan pengendalian kualitas. Pasalnya, ruas tersebut menjadi salah satu akses yang masyarakat gunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Karena itu, ia meminta pelaksana memperhatikan mobilitas pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung. Pengaturan lalu lintas juga menjadi salah satu catatan utama dalam monitoring lapangan.

“Kami juga memberikan catatan terkait dengan arus lalu lintas. Jangan sampai pekerjaan ini menyebabkan kemacetan,” tegasnya.

Selain itu, Tedy mengapresiasi koordinasi antara pelaksana proyek, aparat kepolisian, dan dinas terkait. Menurutnya, koordinasi lintas pihak dapat membantu menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan.

“Alhamdulillah, ada koordinasi dengan aparat Polri yang turut melakukan monitoring, serta dinas terkait juga melakukan pengawasan yang cukup ketat,” ucap Tedy.

Sementara itu, hasil monitoring menunjukkan pelaksanaan pembangunan berjalan lancar. Hingga Rabu (9/9/2026), progres pekerjaan telah mencapai sekitar 30 persen.

“Kita lihat secara umum berjalan lancar dan sekarang progresnya sudah sekitar 30 persen. Mudah-mudahan sesuai dengan target yang sudah kita rencanakan,” katanya.

Selanjutnya, Komisi IV DPRD Jawa Barat akan terus memantau perkembangan proyek tersebut. Pengawasan mencakup progres pekerjaan, kualitas konstruksi, serta penerapan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi.

Tedy menegaskan, percepatan tidak boleh mengurangi standar kualitas pembangunan. Sebaliknya, pelaksana harus menjaga keseimbangan antara kecepatan, mutu pekerjaan, dan kepentingan masyarakat.

“Kami mendorong kepada pengawas untuk melakukan pengawasan dengan ketat, sehingga pekerjaan ini bisa selesai tepat waktu,” pungkasnya.

Dengan progres sekitar 30 persen, Komisi IV DPRD Jawa Barat berharap pembangunan ruas Sapan–Majalaya dapat terus bergerak sesuai rencana. Jika pelaksana mampu mengoptimalkan pekerjaan, target penyelesaian lebih cepat pada Oktober 2026 menjadi peluang yang akan terus didorong melalui pengawasan di lapangan.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.