Jumat, Sep 4, 2026
Info Burinyay
Jawa BaratParlementer

Teddy Rusmawan Desak Pemprov Jabar Buka Tol KM 151 untuk Atasi Kemacetan GBLA

Teddy Rusmawan soroti kemacetan GBLA dan akses Tol KM 151
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, Teddy Rusmawan, saat menyampaikan pandangannya terkait kemacetan di kawasan GBLA, Kota Bandung. Foto:Info Burinyay/yk

Bandung, Info Burinyay — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Teddy Rusmawan, mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mencari solusi konkret untuk mengatasi kemacetan di kawasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung.

Teddy mendorong Pemprov Jabar berkoordinasi langsung dengan pemerintah pusat dan pengelola jalan tol. Menurutnya, pemerintah perlu mengoptimalkan akses tol menuju kawasan GBLA sebelum kepadatan kendaraan kembali meningkat saat Persib Bandung bertanding.

Terlebih, Persib akan kembali menggunakan GBLA sebagai kandang pada Minggu (6/9/2026). Karena itu, Teddy meminta pemerintah bergerak lebih cepat agar arus kendaraan penonton dan masyarakat sekitar tetap lancar.

Teddy menyampaikan desakan tersebut dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Jumat (4/9/2026).

Menurut Teddy, setiap pertandingan Persib di GBLA membawa konsekuensi terhadap mobilitas kendaraan. Ribuan penonton datang dalam waktu hampir bersamaan. Setelah pertandingan selesai, arus kendaraan juga bergerak serentak menuju sejumlah ruas jalan.

Akibatnya, kepadatan lalu lintas kerap muncul di sekitar stadion. Kondisi itu kemudian mengganggu aktivitas warga yang tinggal dan bekerja di kawasan tersebut.

“Hal yang sering kali dikeluhkan oleh masyarakat dan kurang membuat ketidaknyamanan adalah masalah kemacetan di kawasan GBLA,” kata Teddy.

Karena itu, Teddy meminta Pemprov Jabar segera mengirim surat kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), serta pengelola jalan tol, termasuk Jasa Marga.

Teddy secara khusus mengusulkan pembukaan kembali akses Tol Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi) Kilometer 151. Ia menilai akses tersebut dapat membantu membagi arus kendaraan yang menuju maupun meninggalkan kawasan GBLA.

“Kami mengusulkan kepada Pemprov Jabar untuk membuat surat kepada Kementerian PU, kemudian juga ke BPJT dan Jasa Marga, yang pertama untuk membuka kembali akses Tol Padaleunyi Kilometer 151,” ujarnya.

Menurut Teddy, akses KM 151 bukan sekadar opsi baru. Pemerintah pernah menggunakan akses tersebut pada momentum Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

Karena itu, Teddy mempertanyakan alasan pemerintah belum mengoptimalkan fasilitas yang sudah tersedia tersebut. Ia menilai pemanfaatan kembali akses itu dapat membantu pemerintah mengurangi beban lalu lintas di sekitar GBLA.

“Sebetulnya sudah ada dan pernah digunakan pada Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Hari ini fasilitasnya ada, tapi sayang tidak dimanfaatkan,” katanya.

Selain KM 151, Teddy juga meminta Pemprov Jabar mengoptimalkan akses Tol Padaleunyi Kilometer 149. Ia menilai akses tersebut penting untuk mendukung mobilitas kendaraan, terutama ketika Persib menggelar pertandingan pada malam hari.

Teddy menyoroti jam operasional akses KM 149 yang menurutnya masih terbatas. Saat ini, akses tersebut beroperasi sekitar pukul 06.00 hingga 22.00 WIB.

Padahal, Persib cukup sering memainkan pertandingan pada malam hari. Jadwal pertandingan sekitar pukul 19.00 hingga 21.00 WIB berpotensi membuat arus kendaraan tetap tinggi setelah pertandingan berakhir.

“Kita ketahui Persib ini sering main malam, jam 7 sampai jam 9. Mudah-mudahan surat yang disampaikan oleh Pemprov Jabar ini seharusnya bisa menangani kemacetan di GBLA,” tutur Teddy.

Teddy menilai pemerintah perlu melihat persoalan GBLA secara lebih luas. Kemacetan tidak hanya menyangkut perjalanan suporter, tetapi juga menyentuh kepentingan masyarakat yang setiap hari menggunakan ruas jalan di sekitar stadion.

Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan rekayasa lalu lintas sebelum pertandingan berlangsung. Selain itu, petugas juga perlu mengatur arus kendaraan saat penonton mulai meninggalkan stadion.

Pada saat yang sama, optimalisasi akses tol dapat memberikan pilihan jalur bagi pengendara. Dengan begitu, kendaraan tidak menumpuk pada satu ruas jalan menuju kawasan GBLA.

Teddy juga mendorong Pemprov Jabar membangun komunikasi intensif dengan Kementerian PU, BPJT, dan Jasa Marga. Menurutnya, koordinasi lintas lembaga menjadi kunci agar pemerintah dapat segera mengambil keputusan terkait pengoperasian kedua akses tersebut.

Langkah tersebut semakin penting karena GBLA akan kembali menjadi salah satu pusat aktivitas olahraga dengan mobilitas penonton yang tinggi. Pemerintah, lanjut Teddy, perlu memastikan infrastruktur transportasi mampu mendukung kegiatan tersebut.

Sebelumnya, Pemprov Jabar juga pernah mendorong pembukaan kembali akses KM 149 dan KM 151 sebagai bagian dari upaya mengurai kepadatan kawasan Gedebage. Pemerintah menilai kedua akses tersebut memiliki posisi strategis karena dapat melayani pergerakan menuju sejumlah kawasan penting di Bandung Timur.

Dengan kondisi itu, Teddy meminta pemerintah tidak berhenti pada wacana. Ia ingin Pemprov Jabar segera mengirim surat dan membangun koordinasi teknis dengan pihak yang memiliki kewenangan atas pengoperasian jalan tol.

Menurutnya, langkah cepat akan membantu pemerintah menghadapi peningkatan volume kendaraan ketika pertandingan Persib berlangsung.

Selain itu, pembukaan akses alternatif juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar GBLA. Warga tidak harus menghadapi seluruh arus kendaraan pertandingan pada satu jalur.

Teddy berharap pemerintah dapat mengambil keputusan sebelum kompetisi Liga 1 berjalan lebih jauh. Ia juga ingin penyelenggara pertandingan ikut memperkuat koordinasi pengamanan dan rekayasa lalu lintas.

Dengan demikian, pertandingan Persib dapat berlangsung tanpa mengorbankan kelancaran aktivitas masyarakat. Penonton pun dapat menikmati pertandingan dengan akses perjalanan yang lebih nyaman.

Teddy menegaskan bahwa persoalan transportasi di sekitar GBLA membutuhkan solusi yang konkret dan terukur. Optimalisasi akses tol, menurutnya, menjadi salah satu langkah yang dapat segera pemerintah dorong melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan pengelola jalan tol.

Pada akhirnya, Teddy berharap seluruh pihak mampu menciptakan suasana pertandingan yang aman dan lancar bagi suporter maupun masyarakat.

“Terakhir, semoga Persib kembali juara,” kata Teddy.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.