26.7 C
Bandung
Kamis, Jul 9, 2026
Info Burinyay
Pemerintahan Desa

Camat Rancaekek Perkuat Komitmen Zero Stunting Melalui Rembug Rumah Desa Sehat di Desa Sukamanah

Camat Rancaekek H. Gugum Gumilar memberikan sambutan saat membuka Rembug Stunting Rumah Desa Sehat (RDS) di Aula Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, sebagai upaya memperkuat kolaborasi menuju Zero Stunting.
Camat Rancaekek H. Gugum Gumilar, S.STP., M.Si., menyampaikan arahan saat membuka Rembug Stunting Rumah Desa Sehat (RDS) di Aula Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Kamis (9/7/2026). Foto: Info Burinyay/dj

Rancaekek, Info Burinyay – Pemerintah Kecamatan Rancaekek terus mempercepat upaya penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Langkah tersebut kembali terlihat saat Pemerintah Desa Sukamanah menggelar Rembug Stunting Rumah Desa Sehat di Aula Desa Sukamanah, Jalan Yasaadi No. 88, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Kamis (9/7/2026).

Forum tersebut mempertemukan Camat Rancaekek H. Gugum Gumilar, S.STP., M.Si., Kepala Desa Sukamanah H. Dede Rahim, Ketua TP PKK Desa Sukamanah Hj. Dian Pertiwi Sundari, S.Pd., tenaga kesehatan, kader Posyandu, kader PKK, ketua RW, serta berbagai unsur masyarakat. Melalui forum itu, seluruh peserta menyatukan komitmen untuk mempercepat penurunan stunting di tingkat desa.

Camat Rancaekek H. Gugum Gumilar menegaskan bahwa seluruh unsur masyarakat memegang peran penting dalam menekan angka stunting. Karena itu, ia mengajak semua pihak memperkuat sinergi agar setiap program berjalan lebih efektif.

“Alhamdulillah hari ini saya hadir di Desa Sukamanah dalam acara Rembug Stunting tingkat Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek. Ini merupakan komitmen kita bersama, komitmen saya sebagai camat dan komitmen Pak Kepala Desa untuk menurunkan angka stunting di Kecamatan Rancaekek, khususnya di Desa Sukamanah,” ujarnya.

Selanjutnya, Gugum mengingatkan bahwa masyarakat tidak boleh menyerahkan seluruh tanggung jawab penanganan stunting kepada tenaga kesehatan. Menurutnya, keluarga, pemerintah desa, kader kesehatan, hingga para ketua RW harus bergerak bersama.

“Saya tekankan kepada semua bahwa masalah stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab bidan atau puskesmas. Semua memiliki tanggung jawab. Karena itu saya mengajak kepala desa, para ketua RW, kader kesehatan, kader PKK, dan seluruh masyarakat memperkuat kolaborasi sebagai bentuk komitmen bersama,” katanya.

Ia juga optimistis gerakan yang dimulai dari desa mampu mendorong pencapaian target Kabupaten Bandung Zero Stunting.

“Mudah-mudahan Kabupaten Bandung mampu mencapai Zero Stunting yang berawal dari Zero Stunting di setiap desa,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukamanah H. Dede Rahim menyampaikan optimisme tinggi terhadap program tersebut. Ia memastikan pemerintah desa akan menggerakkan seluruh sumber daya agar target itu segera tercapai.

“Saat ini kami melaksanakan Rembug Zero Stunting Desa Sukamanah. Alhamdulillah semua unsur sudah berkolaborasi. Saya optimistis dalam tiga sampai empat bulan target tersebut bisa tercapai,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah desa akan memperkuat pendampingan kepada keluarga sasaran, meningkatkan edukasi mengenai gizi seimbang, serta mengoptimalkan pelayanan Posyandu. Langkah tersebut sekaligus mendorong kesadaran masyarakat agar menjaga kesehatan ibu hamil dan balita sejak dini.

Di sisi lain, Ketua TP PKK Desa Sukamanah Hj. Dian Pertiwi Sundari mengajak seluruh kader terus meningkatkan pendampingan kepada masyarakat. Menurutnya, kader memegang peran penting karena mereka berinteraksi langsung dengan keluarga yang membutuhkan edukasi maupun pendampingan.

“Alhamdulillah hari ini kami menggelar Rembug Zero Stunting. Mudah-mudahan seluruh kader Desa Sukamanah terus bergerak dan memaksimalkan setiap program agar Zero Stunting segera terwujud,” ujarnya.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.