Soreang, Info Burinyay – Pemerintah Kabupaten Bandung mempercepat langkah antisipasi musim kemarau untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Bupati Bandung Dadang Supriatna memimpin rapat koordinasi dan evaluasi kinerja daerah di Gedung Moh. Toha, Soreang, Senin (20/7/2026). Melalui rapat tersebut, pemerintah daerah mengarahkan seluruh perangkat daerah, BUMD, dan pemerintah kecamatan agar bergerak cepat menghadapi potensi kekeringan.
Selain membahas kondisi lapangan, rapat itu juga merumuskan langkah konkret untuk menjaga pelayanan dasar. Pemerintah Kabupaten Bandung menyiapkan pompa air, mempercepat perbaikan jaringan pipanisasi, serta menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang membutuhkan.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan bahwa kecepatan respons menjadi prioritas utama. Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah memanfaatkan layanan hotline pengaduan yang telah terhubung dengan grup koordinasi lintas instansi.
Melalui sistem tersebut, petugas dapat menerima laporan masyarakat secara langsung. Selanjutnya, dinas terkait bersama Perumda Air Minum Tirta Raharja segera menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan.
“Saya kirimkan langsung ke grup. Nanti kan grup itu bisa memberikan solusi, di mana tempat pipanisasi, di mana tempat yang butuh pompa,” ujar Dadang Supriatna.
Menurutnya, sistem koordinasi itu mampu mempercepat proses penanganan. Selain itu, pemerintah juga dapat menentukan kebutuhan pompa maupun perbaikan saluran secara lebih tepat.
Di sisi lain, Dadang Supriatna meminta Perumda Air Minum Tirta Raharja memperkuat komunikasi publik. Ia mendorong jajaran perusahaan daerah itu memanfaatkan media digital untuk menyampaikan perkembangan penanganan di lapangan.
Bupati menilai keterbukaan informasi akan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Oleh sebab itu, ia meminta setiap proses perbaikan saluran air terdokumentasi dengan baik. Setelah itu, Perumda dapat membagikan hasil pekerjaan melalui media sosial resmi.
“PDAM silahkan bikin video Saya bikin video IG, misalkan ada yang putus salurannya, silakan langsung cek oleh Pak Dirut, Pak Dirut sampaikan hasil before-after-nya,” tegasnya.
Sementara itu, rapat evaluasi juga membahas kondisi keuangan daerah. Pemerintah Kabupaten Bandung kini melakukan pemetaan anggaran sebagai respons terhadap defisit daerah dan penurunan Dana Transfer Keuangan Daerah (TKD).
Namun demikian, Dadang Supriatna memastikan efisiensi tidak akan mengganggu pelayanan dasar. Pemerintah juga tetap menjaga keberlanjutan program prioritas yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Hari Rabu kita finalisasi. Hari ini dan besok untuk mapping, mana yang kira-kira tidak manfaat, itu efisiensi,” katanya.
Selanjutnya, pemerintah daerah memperkuat strategi peningkatan pendapatan asli daerah. Pemkab Bandung membangun kolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Kerja sama tersebut bertujuan meningkatkan kepatuhan wajib pajak, khususnya pada sektor pariwisata.
Selain memperkuat pendapatan daerah, pemerintah juga menaruh perhatian pada kualitas aparatur sipil negara. Dadang Supriatna meminta BKPSDM menyusun program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pelayanan publik saat ini.
Ia berharap setiap ASN mampu meningkatkan profesionalisme. Di samping itu, aparatur juga harus menguasai teknologi digital agar pelayanan berlangsung lebih cepat, efektif, dan adaptif.
“Peningkatan kualitas SDM yang profesional dan paham tentang digitalisasi itu betul dan harus dilakukan,” pungkas Dadang Supriatna.
