Rancabali, Info Burinyay — Libur panjang menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia membuat kawasan wisata Ranca Upas, Bandung Selatan, dipadati wisatawan. Peningkatan kunjungan terlihat dari ramainya wisatawan lokal hingga mancanegara yang memilih kawasan pegunungan tersebut sebagai tujuan rekreasi.
Pengelola Econique Ranca Upas mencatat animo masyarakat terhadap wisata alam meningkat menjelang peringatan 17 Agustus. Selain menikmati panorama alam, wisatawan juga banyak memilih aktivitas berkemah dengan fasilitas yang lebih nyaman.
Penangkaran rusa menjadi salah satu daya tarik utama Ranca Upas. Selain itu, Campervan Area Private Ranca Upas juga menarik perhatian pengunjung karena menawarkan area berkemah yang lebih privat.
“Animo masyarakat untuk berwisata alam meningkat jelang 17 Agustus. Penangkaran rusa dan area campervan private jadi spot yang paling banyak dipesan,” ujar pengelola Econique Ranca Upas.
Ranca Upas berada di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Kawasan wisata tersebut menawarkan panorama pegunungan, hamparan hutan Rasamala, serta udara sejuk khas dataran tinggi.
Karena itu, Ranca Upas menjadi salah satu pilihan wisatawan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Suasana alam juga menjadi daya tarik bagi pengunjung yang ingin beristirahat dari rutinitas perkotaan.
Site Manager Ranca Upas Jaka Ismawijaya mengatakan, arus kunjungan menjelang HUT Kemerdekaan RI berlangsung cukup ramai. Meski demikian, aktivitas wisata di kawasan penangkaran rusa berjalan lancar.
“Kunjungan menjelang HUT RI lumayan ramai, lancar di penangkaran rusa. Lumayan ramai,” kata Jaka.
Menurut Jaka, populasi rusa di Ranca Upas juga terus bertambah. Saat ini, penangkaran tersebut memiliki sekitar 94 ekor rusa.
“Kalau rusa ini dari timur-timur. Kalau rusa awalnya dari 32 ekor, sekarang sudah sampai ke 94 ekor,” ujarnya.
Penangkaran rusa Ranca Upas memiliki luas sekitar 4,70 hektare. Area tersebut memungkinkan wisatawan berinteraksi lebih dekat dengan rusa sambil menikmati suasana alam.
Selain penangkaran rusa, pengelola juga menyediakan sejumlah fasilitas untuk wisatawan yang ingin bermalam. Fasilitas tersebut antara lain onsen, campervan eksklusif, campervan park, serta igloo camp.
“Alhamdulillah itu selalu jadi favorit pengunjung yang ingin berkemah di Ranca Upas,” kata Jaka.
Pengelola juga menyediakan lokasi camping bagi keluarga. Dengan pilihan area yang cukup luas, wisatawan dapat menyesuaikan kebutuhan berkemah sesuai jumlah anggota keluarga dan jenis perlengkapan yang mereka bawa.
Sementara itu, fasilitas campervan private menawarkan sejumlah kemudahan bagi pengunjung. Area tersebut memiliki penerangan dan sistem pengelolaan lahan yang membantu mengurangi genangan air ketika hujan.
“Untuk campervan, satu mungkin di situ fasilitas sudah lengkap, termasuk ada penerangan. Terus coupling-nya pun kita pakai split untuk antisipasi musim hujan, biar posisi air itu tidak bergenang,” jelas Jaka.
Dengan fasilitas tersebut, pengunjung dapat datang membawa kendaraan dan perlengkapan sendiri. Pengelola kemudian membantu menyiapkan area sesuai reservasi.
“Pengunjung itu tinggal datang saja, tinggal reservasi ke admin Ranca Upas, kita langsung fasilitasi,” ujarnya.
Selain menyediakan fasilitas wisata, pengelola Ranca Upas juga menyiapkan agenda untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kegiatan tersebut berlangsung di area depan parkir Ranca Upas.
Pengelola juga memberikan potongan harga sebesar 17 persen bagi pengunjung pada 15, 16, dan 17 Agustus 2026.
Jaka mengajak masyarakat memanfaatkan momentum libur panjang dengan tetap menjaga ketertiban selama berada di kawasan wisata.
“Siap berkunjunglah ke Ranca Upas, insyaallah aman, nyaman, terus selalu kita siap melayani pengunjung, baik yang camping atau yang reguler. Ditunggu kedatangannya di Ranca Upas,” katanya.
Ramainya kawasan campervan juga terlihat dari kedatangan wisatawan dari luar Jawa Barat. Salah satunya Roni, wisatawan asal Jakarta, yang memilih Ranca Upas untuk menghabiskan momentum 17 Agustus bersama keluarganya.
Roni datang bersama istri dan seorang anak. Ia mengaku sudah menekuni aktivitas campervan selama sekitar empat tahun.
“17 Agustus ini coba mau campervan di Ranca Upas, Ciwidey Bandung. Kita bawa tenda sendiri, kita satu keluarga, anak saya satu sama istri,” ujar Roni.
Kali ini, Roni membawa perlengkapan camping sendiri. Ia menyiapkan tenda, meja untuk memasak dan makan, hingga perlengkapan mencuci peralatan.
“Kita bawa peralatan sendiri, mulai dari tenda. Kita bawa meja, meja IGT. Ini kita punya dua meja, yang satu buat masak, yang satu buat makan. Terus kita juga bawa ember buat cuci piring,” katanya.
Roni juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan selama berkemah. Ia membawa tempat sampah sendiri agar tidak meninggalkan sampah di area camping.
“Kalau campervan itu adalah go cleaning. Kita selalu bawa tempat sampah sendiri, dilengkapi dengan plastik. Jadi kita selalu, kalau camping, enggak pernah meninggalkan sampah,” ujarnya.
Menurut Roni, Ranca Upas memiliki daya tarik tersendiri karena kawasan camping tersebut kini mulai menghadirkan fasilitas yang lebih modern.
“Kalau untuk Ranca Upas sendiri, memang ini adalah camp lama. Cuma sekarang sudah mulai dimodernisasi,” kata Roni.
Ia mengaku pernah berkemah di kawasan Ranca Upas sebelumnya. Namun, menurutnya, fasilitas campervan private kini memberikan pengalaman berbeda dibandingkan area camping umum.
“Dulu saya pernah coba di sini, campervan di Savana Sono. Belum ada campervan yang privat seperti ini. Karena kalau yang di Sono itu umum, terus ramai,” ujarnya.
Roni menilai pembagian area menjadi blok-blok private memberikan kenyamanan lebih bagi keluarga. Selain itu, penggunaan lahan berkerikil juga membantu mengurangi genangan air ketika hujan.
“Kalau di sini sudah ada bloknya satu-satu, dan lahannya kerikil. Kalau lahan kerikil itu positifnya, kalau hujan, air enggak menggenang, langsung turun ke bawah, jadi tenda kita bersih,” katanya.
Ia berharap pengelola terus mengembangkan fasilitas tanpa menghilangkan karakter alam Ranca Upas.
“Kalau untuk Ranca Upas, mudah-mudahan makin dimodernisasi. Karena memang ini tempat camping favorit keluarga. Dan dari dulu sudah ada namanya, lokasinya di Ciwidey. Ranca Upas, mantep,” ujar Roni.
Selain camping, interaksi dengan rusa menjadi aktivitas yang banyak diminati wisatawan. Petugas Penangkaran Rusa Ranca Upas Cevi Cahyadin mengatakan rusa di kawasan tersebut sudah terbiasa berinteraksi dengan pengunjung.
“Rusa di sini sudah jinak, jadi aman. Kalau mau interaksi langsung bisa masuk,” kata Cevi.
Namun, pengunjung yang belum berani masuk ke area penangkaran tetap dapat memberi pakan dari luar area.
“Kalau belum berani masuk, bisa kasih pakan dari luar. Kasih pakannya kayak gini,” ujarnya sambil memperagakan cara memberikan pakan.
Cevi menjelaskan bahwa rumput menjadi makanan utama rusa. Sementara itu, wortel dan sayuran dapat digunakan sebagai makanan tambahan yang diberikan pengunjung.
“Dia pakan utamanya rumput. Kalau wortel sama sayur itu cuma tambahan buat kasih pakan di sini saja, buat pengunjung,” jelasnya.
Pengunjung yang masih merasa takut juga dapat menjaga jarak ketika memberikan pakan. Dengan demikian, wisatawan tetap dapat menikmati pengalaman berinteraksi dengan rusa secara aman dan nyaman.
Meningkatnya kunjungan menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap wisata alam. Ranca Upas menawarkan kombinasi penangkaran rusa, camping keluarga, campervan private, dan panorama pegunungan dalam satu kawasan.
Karena itu, pengelola mengingatkan wisatawan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu, menjaga kebersihan, serta mengikuti ketentuan selama berada di kawasan wisata.
Momentum libur panjang Agustus 2026 pun menjadi kesempatan bagi wisatawan untuk menikmati suasana Ranca Upas sekaligus merayakan semangat kemerdekaan di tengah kawasan alam Bandung Selatan.
