Jumat, Jan 16, 2026
Info Burinyay
NasionalPeristiwa

Aceh Gelap: PLN Kerahkan 1.476 Personel Pulihkan Jaringan

Petugas PLN bersama pimpinan perusahaan meninjau kerusakan tower SUTT 150 kV di Aceh setelah banjir, sambil mengarahkan tim dalam percepatan pemulihan jaringan.
Direktur Utama PLN bersama tim teknis meninjau langsung lokasi kerusakan tower SUTT 150 kV di wilayah Aceh. Peninjauan ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan jaringan kelistrikan yang terdampak banjir serta memastikan seluruh personel bekerja aman dan terkoordinasi. (Foto:InfoBurinyay/AyiPurnama)

Aceh, Info Burinyay – PT PLN (Persero) terus mempercepat pemulihan infrastruktur kelistrikan yang rusak akibat banjir di Aceh. PLN menempatkan perbaikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Langsa–Pangkalan Brandan sebagai prioritas karena jalur tersebut memegang peran penting dalam sistem kelistrikan Aceh. Meskipun medan sulit, seluruh tim tetap bergerak untuk memastikan suplai listrik kembali stabil.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo langsung datang ke lokasi terdampak untuk memimpin percepatan pemulihan. Ia menegaskan bahwa PLN sudah mengerahkan seluruh sumber daya agar perbaikan berlangsung cepat dan aman. Ia juga melihat langsung proses kerja di lapangan dan menilai bahwa sinergi antarinstansi menjadi motor utama percepatan ini.

“Tim PLN bekerja tanpa henti meski cuaca sering berubah. Mereka melewati jalur berlumpur, mengangkat material secara manual, dan tetap menjaga keselamatan dalam setiap langkah. Kami sangat menghargai dukungan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat yang ikut membantu mempercepat progres perbaikan,” kata Darmawan.

Sebelumnya, banjir dan pergeseran tanah merusak jaringan transmisi pada jalur Langsa–Pangkalan Brandan. Lima tower SUTT roboh dan tujuh tower lain mengalami kerusakan berat. Kondisi tersebut membuat sistem kelistrikan Aceh terputus dari jaringan besar Sumatra. PLN kemudian menindaklanjuti kerusakan itu dengan mobilisasi tenaga besar-besaran.

Untuk mempercepat recovery, PLN mengerahkan 1.476 personel dari berbagai unit di seluruh Indonesia. Tim tersebut menangani perbaikan tower transmisi, memperbaiki jaringan distribusi pelanggan, serta mendukung operasional armada dan logistik. Dengan pembagian tugas yang jelas, proses pemulihan dapat berjalan paralel dan terus bergerak setiap waktu.

General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (UIP3BS), Amiruddin menjelaskan bahwa seluruh tim bekerja secara bergantian agar aktivitas tidak berhenti.

“Saat ini tim di lokasi bekerja selama 24 jam. Kami membangun tower darurat dan melakukan modifikasi pada tower yang rusak,” ujar Amiruddin.

PLN juga mengajak TNI terlibat dalam percepatan pemulihan. Marinir Batalyon 8 Pangkalan Brandan membantu pengamanan, memfasilitasi mobilisasi personel, dan membuka akses logistik ke titik yang sulit dijangkau. Kolaborasi ini membuat tim lebih mudah menembus area yang sebelumnya terhambat kondisi medan.

Amiruddin menambahkan bahwa seluruh upaya diarahkan untuk mempercepat penormalan kelistrikan Aceh.

“Tim gabungan terus bergerak meski cuaca sering berubah dan medan sangat menantang. Kami ingin mengembalikan keandalan sistem kelistrikan Aceh secepat mungkin,” tegasnya.

Dengan kapasitas teknis yang dimiliki PLN dan dukungan lintas sektor, percepatan pemulihan terus menunjukkan progres positif. PLN juga mengajak masyarakat tetap mendukung proses perbaikan agar seluruh tahapan berjalan lancar. Melalui langkah yang terkoordinasi, PLN optimistis sistem kelistrikan Aceh akan pulih dan kembali beroperasi dengan stabil.

Penulis : Ayi Purnama

Editor : AR Suteja

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.