Bandung, Info Burinyay – Mahasiswa Program Doktor (S-3) Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Padjadjaran, Dea Mardiyanti, memaparkan usulan penelitian doktoralnya dalam Seminar Usulan Riset (SUR) yang berlangsung di Ruang Sidang Program Pascasarjana FISIP Unpad Gedung A Lantai 2, Jalan Bukit Dago Utara Nomor 25, Kota Bandung, Jumat (5/6/2026).
Panitia menggelar seminar secara luring dan daring. Sejumlah peserta mengikuti jalannya seminar melalui platform Zoom. Melalui forum akademik tersebut, Dea mempresentasikan penelitian berjudul “Implementasi dan Framing Kebijakan Pengarusutamaan Gender di Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2021–2025”.
Dalam paparannya, Dea mengulas pelaksanaan kebijakan Pengarusutamaan Gender (PUG) di Kabupaten Tasikmalaya. Selain itu, ia menelaah cara para pemangku kepentingan membangun dan memahami narasi kebijakan gender selama periode 2021 hingga 2025.
Selama seminar berlangsung, tim promotor dan pembahas mengkritisi berbagai aspek penelitian. Mereka menyoroti penguatan teori, pendalaman data, hingga penyempurnaan metodologi penelitian. Di sisi lain, mereka juga mendorong agar penelitian tersebut mampu memberikan kontribusi akademik sekaligus manfaat praktis bagi pemerintah daerah.
Usai seminar, Dea Mardiyanti mengaku bersyukur karena seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Ia juga mengapresiasi masukan yang para promotor dan pembahas berikan selama proses seminar.
“Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada promotor dan juga penguji yang telah memberikan kritik, masukan, dan saran kepada saya. Dengan berbagai masukan tersebut, saya berharap penelitian ini dapat berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan publik. Saya juga akan berusaha menjalankan penelitian ini sesuai arahan Ketua Promotor, yaitu tetap survive dalam setiap proses penelitian,” kata Dea.
Ketua Tim Promotor sekaligus Ketua Sidang, Dr. Dra. Dede Sri Kartini, M.Si., menilai seminar usulan riset memiliki peran penting dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa dapat memanfaatkan forum tersebut untuk menguji gagasan sekaligus memperkuat desain penelitian sebelum memasuki tahap penelitian lapangan.
“Saya selaku ketua tim promotor memandang seminar usulan riset ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Tentunya ada wawasan baru yang harus diambil oleh saudari Dea. Karena itu, saya berharap seluruh masukan yang ada dapat memperkuat penelitian sehingga prosesnya berjalan dengan baik,” ujar Dede Sri Kartini.
Ia juga mengungkapkan bahwa Dea memperoleh hasil yang memuaskan dalam seminar tersebut. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan penelitian masih cukup panjang.
Karena itu, Dede memberikan pesan khusus kepada Dea agar menjaga konsistensi selama proses penelitian berlangsung. Menurutnya, tema Pengarusutamaan Gender di Tasikmalaya tergolong isu yang relatif baru sehingga membutuhkan pendalaman data yang lebih luas.
“Pesan saya sederhana, survive saja dalam penelitian. Isu ini masih relatif baru. Peraturan daerahnya juga baru hadir pada tahun 2024. Oleh karena itu, peneliti perlu menggali lebih banyak data yang berkaitan dengan pengarusutamaan gender di Tasikmalaya,” katanya.
Sementara itu, Zainul Rahman, M.I.P., yang hadir sebagai sahabat dekat Dea Mardiyanti, turut memberikan dukungan. Ia menilai Dea memiliki kualitas akademik dan semangat belajar yang kuat untuk menyelesaikan studi doktoralnya.
“Kualitas Teh Dea luar biasa. Semangatnya juga sangat baik. Selain itu, topik yang dibahas menyangkut isu gender yang sangat relevan. Karena itu, saya berharap ilmu yang diperoleh nantinya dapat diaktualisasikan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Zainul.
Seminar tersebut melibatkan Dr. Dra. Dede Sri Kartini, M.Si. sebagai Ketua Promotor/Sidang, Dr. Neneng Yani Yuningsih, S.IP., M.Si. sebagai Anggota Promotor, Prof. Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.H., S.AP., M.Hum. sebagai Anggota Promotor, Prof. Dr. Dr. Drs. Rahman Mulyawan, M.Si. sebagai Pembahas, Dr. Novie Indrawati Sagita, S.IP., M.Si. sebagai Pembahas, serta Dr. Antik Bintari, S.IP., M.T. sebagai Pembahas.
Melalui seminar ini, Dea melangkah ke tahapan berikutnya dalam penyusunan disertasi doktoral. Selanjutnya, ia akan menyempurnakan proposal penelitian berdasarkan berbagai catatan akademik yang muncul selama seminar. Pada saat yang sama, penelitian tersebut berpotensi memperkaya kajian ilmu pemerintahan sekaligus memperkuat pengembangan kebijakan yang responsif gender di Kabupaten Tasikmalaya.
