Soreang, Info Burinyay – Bupati Bandung, Dadang Supriatna, mendorong hotel dan restoran di Kabupaten Bandung menampilkan seni budaya lokal secara rutin. Langkah itu dinilai mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memperkuat ekonomi para seniman dan budayawan.
Dorongan tersebut disampaikan Dadang Supriatna saat bertemu puluhan tokoh seni dan budaya di Rumah Jabatan Bupati Bandung, Soreang, Selasa (26/5/2026) petang.
Dalam pertemuan itu, Dadang meminta para pelaku seni memperkuat kekompakan dan menyusun agenda pertunjukan secara berkala. Ia ingin pertunjukan budaya khas Sunda hadir rutin seperti di Bali dan Yogyakarta.
“Saya ingin para seniman, budayawan, dan pemilik sanggar bersatu. Selain itu, mereka harus membuat jadwal pertunjukan rutin,” ujar Dadang Supriatna.
Ia menilai pertunjukan seni tradisional dapat memberi pengalaman berbeda bagi wisatawan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bandung berupaya membangun kerja sama dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Menurut Dadang, kolaborasi tersebut bisa membuka panggung baru bagi para pelaku seni lokal. Dengan begitu, seniman memiliki ruang tampil yang lebih luas dan berkelanjutan.
Selain itu, Dadang juga meminta para seniman segera menyusun program kegiatan. Ia mendorong mereka mengajukan proposal selama pembahasan perubahan anggaran masih berlangsung.
“Saya tantang para seniman dan budayawan membuat program dan proposal kegiatan. Kesempatan masih terbuka karena pembahasan anggaran masih berjalan,” katanya.
Perhatian pemerintah terhadap sektor seni budaya terus berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Selama memimpin Kabupaten Bandung, Dadang telah membantu sekitar 4.150 seniman masuk program BPJS Ketenagakerjaan.
Data Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung mencatat sekitar 500 unit lingkung seni aktif di daerah tersebut. Jumlah pelaku seni bahkan mencapai sekitar 10 ribu orang. Selain itu, sembilan lembaga budaya masih aktif menjalankan kegiatan budaya.
Dadang menilai sektor pariwisata bisa membuka peluang ekonomi besar bagi para seniman. Pada 2025, jumlah wisatawan yang datang ke Kabupaten Bandung mencapai sekitar 13 juta orang.
“Kalau peluang ini dimanfaatkan dengan baik, kesejahteraan seniman dan budayawan tentu bisa meningkat,” tandasnya.
Ia juga menegaskan Dinas Kebudayaan harus mampu membaca peluang pengembangan wisata budaya. Kabupaten Bandung sendiri memiliki banyak potensi budaya khas daerah.
Beberapa di antaranya yakni wayang golek, Kampung Mahmud, Bumi Alit, dan Rumah Kabuyutan. Menurut Dadang, seluruh potensi tersebut harus dikelola secara maksimal agar mampu menggerakkan ekonomi masyarakat seni.
“Potensi budaya harus memberi manfaat ekonomi bagi para seniman dan budayawan,” ujarnya.
