Ciwidey, Info Burinyay – SMP Negeri 1 Ciwidey, Kabupaten Bandung, menggelar Sosialisasi Teknis Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Laboratorium IPA SMPN 1 Ciwidey, Kamis (4/6/2026). Melalui kegiatan tersebut, sekolah memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak sebelum pelaksanaan SPMB yang dimulai pada 8 Juni 2026.
Sejumlah pemangku kepentingan menghadiri kegiatan itu. Mereka terdiri dari Sekretaris Kecamatan Ciwidey, unsur pemerintah desa, pengawas SMP, komite sekolah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta kepala SD dan MI di wilayah Ciwidey dan Pasirjambu.
Selain memberikan informasi teknis, SMPN 1 Ciwidey juga mengajak seluruh peserta memahami alur pendaftaran, jadwal pelaksanaan, persyaratan administrasi, hingga mekanisme verifikasi data. Dengan demikian, sekolah berharap seluruh pihak dapat menyampaikan informasi yang sama kepada masyarakat.
Kepala SMPN 1 Ciwidey, Ahmad Rohman Somantri, S.Pd., M.M.Pd., menegaskan bahwa persiapan yang matang menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan SPMB.
“Kalau tampil tanpa persiapan tentu hasilnya tidak maksimal. Karena itu kami mempersiapkan seluruh tahapan dengan baik agar pelaksanaan SPMB berjalan sukses tanpa ekses,” ujar Ahmad Rohman.
Menurutnya, sekolah sengaja mengundang seluruh stakeholder agar mereka memahami setiap tahapan SPMB secara rinci. Oleh karena itu, sekolah menyampaikan seluruh prosedur pendaftaran secara terbuka dalam forum tersebut.
Ahmad Rohman menjelaskan bahwa panitia akan membuka pendaftaran jalur domisili dan afirmasi mulai Senin, 8 Juni 2026. Selanjutnya, panitia akan memeriksa berkas pendaftar, memasukkan data ke sistem, kemudian melakukan verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Ketua Panitia SPMB SMPN 1 Ciwidey, Supargiana, S.Pd., menyampaikan bahwa panitia telah menyiapkan seluruh kebutuhan teknis untuk mendukung kelancaran pelaksanaan SPMB.
“Kami mengundang kepala SD, pengawas pembina, perwakilan kecamatan, dan perwakilan desa agar mereka memahami setiap proses dan tahapan SPMB yang akan dimulai pada 8 Juni mendatang,” katanya.
Lebih lanjut, Supargiana memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Panitia telah menyiapkan komputer, ruang pelayanan, perangkat administrasi, serta sumber daya manusia yang bertugas pada setiap tahapan.
“Kami membentuk panitia yang terdiri dari 18 orang. Mereka bertugas sebagai operator, petugas pendaftaran, verifikator, hingga pengawas pelaksanaan. Selain itu, kami juga menyediakan layanan bagi calon peserta didik yang belum memiliki akses internet,” jelasnya.
Di sisi lain, Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Komarudin Shaleh, M.Pd., menilai petunjuk teknis yang diterbitkan Dinas Pendidikan sudah mengatur seluruh tahapan secara rinci.
“Dinas Pendidikan sudah menetapkan kriteria dan petunjuk teknis secara jelas. Jika semua pihak mengikuti ketentuan tersebut, pelaksanaan SPMB akan berjalan lancar,” ungkap Komarudin.
Namun demikian, ia mengakui bahwa sebagian orang tua masih menghadapi kendala dalam penggunaan teknologi informasi. Karena itu, operator sekolah dasar akan membantu proses pendaftaran daring agar masyarakat tetap dapat mengikuti seluruh tahapan dengan mudah.
“Pada dasarnya sekolah sudah siap. Sekarang mari kita dukung bersama agar pelaksanaan SPMB berjalan sesuai aturan dan tetap berada pada jalurnya,” tambahnya.
Petugas Verifikator SPMB SMPN 1 Ciwidey, Wiwin Kuraesin, S.Pd., kemudian memaparkan sistem pemetaan data yang dirancang khusus oleh sekolah. Melalui sistem tersebut, panitia dapat memantau jumlah pendaftar pada setiap jalur penerimaan secara lebih cepat.
“Kami membuat sistem pemetaan awal untuk melihat sebaran pendaftar. Dari data itu kami bisa mengetahui jumlah pendaftar jalur domisili, afirmasi, perpindahan tugas orang tua, prestasi akademik, maupun prestasi nonakademik,” jelas Wiwin.
Menurutnya, sistem tersebut membantu panitia mengambil langkah yang lebih tepat selama proses penerimaan berlangsung.
Sementara itu, Ketua Komite SMPN 1 Ciwidey, dr. H. Dudi Warsudun, SH., MH., menyambut positif sejumlah perubahan dalam mekanisme SPMB tahun ini. Salah satunya yakni pemberian ruang sanggah bagi orang tua dan calon peserta didik.
“Sekarang orang tua memiliki kesempatan untuk bertanya jika anaknya tidak diterima. Panitia harus memberikan penjelasan yang jelas dan terbuka. Saya melihat kebijakan ini sangat baik untuk memperkuat transparansi,” ujarnya.
Selain itu, Dudi kembali menegaskan bahwa SMPN 1 Ciwidey tidak menjual paket seragam maupun perlengkapan sekolah.
“Orang tua bebas membeli seragam di mana saja. Sekolah tidak mewajibkan pembelian melalui koperasi atau pihak tertentu. Kami juga tidak memungut biaya paket perlengkapan sekolah,” tegasnya.
Sekretaris Kecamatan Ciwidey, Tatang Mulyana, SH., turut mengapresiasi kesiapan sekolah dan panitia. Ia menilai seluruh tahapan telah tersusun secara sistematis menjelang pembukaan pendaftaran.
“Jalur domisili dan afirmasi akan berlangsung pada 8 hingga 10 Juni 2026. Setelah itu ada masa sanggah sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Saya mengapresiasi kesiapan panitia dan berharap seluruh petugas menjaga integritas selama proses penerimaan berlangsung,” katanya.
