Kutawaringin, Info Burinyay – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung untuk mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus memperkuat berbagai program yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial dan pendidikan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Dadang Supriatna saat menghadiri pagelaran wayang golek dalam rangka Hajat Rakyat memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Desa Cibodas, Kecamatan Kutawaringin, Kamis malam, 20 Agustus 2026.
Dalam kesempatan itu, Dadang menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, peningkatan pendapatan negara dan daerah harus berjalan seiring dengan penguatan program prioritas di berbagai sektor.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bandung terus menjalankan sejumlah program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Salah satunya melalui program Sekolah Rakyat yang saat ini telah hadir di empat titik.
Program tersebut berada di Ciwidey, Soreang melalui Cipetir 1 dan Cipetir 2, serta Dayeuhkolot melalui NHI. Pemerintah menyasar masyarakat yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok dengan kondisi sosial ekonomi menengah ke bawah.
“Sekolah Rakyat ini gratis mulai SD, SMP, sampai SMA. Bahkan jika orang tuanya tidak memiliki rumah akan diperbaiki, dan jika belum memiliki mata pencaharian akan diberi modal. Ini upaya kita agar anak-anak kita tidak ada yang putus sekolah,” ujar Dadang.
Selain pendidikan, Pemerintah Kabupaten Bandung juga memperkuat penanganan Rumah Tidak Layak Huni atau Rutilahu. Pemkab Bandung menargetkan perbaikan hingga 5.000 unit rumah pada tahun 2026 melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah desa.
Adapun besaran bantuan menyesuaikan kategori penerima manfaat. Pemerintah menyiapkan Rp40 juta untuk setiap unit Rutilahu pada desil 1. Selanjutnya, penerima desil 2 mendapatkan Rp30 juta per unit. Sementara itu, bantuan untuk desil 3 mencapai Rp20 juta per unit.
Di sisi lain, Dadang juga menekankan pentingnya pendidikan keagamaan dalam membentuk karakter generasi muda. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Pemkab Bandung memastikan program insentif bagi guru ngaji tetap berjalan.
Pemerintah Kabupaten Bandung mengalokasikan anggaran sebesar Rp109 miliar setiap tahun untuk program tersebut. Dadang menyebut kebijakan itu sebagai bagian dari upaya pemerintah membangun generasi yang memiliki karakter dan akhlak yang baik.
“Untuk program insentif guru ngaji tetap kita anggarkan Rp109 miliar per tahun. Ini salah satu komitmen sim kuring supados tiasa menciptakan anak-anak yang berkarakter dan berakhlakul karimah,” tegasnya.
Selanjutnya, Pemkab Bandung juga mempertahankan program Beasiswa Ti Bupati atau BESTI. Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Sementara itu, pembangunan infrastruktur tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Dadang menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang atau PUTR untuk mengoptimalkan perbaikan jalan di wilayah Kecamatan Kutawaringin.
Menurutnya, kondisi jalan yang baik dapat mendukung mobilitas masyarakat. Selain itu, peningkatan konektivitas wilayah juga dapat membuka peluang pertumbuhan ekonomi bagi warga.
Karena itu, Dadang meminta perangkat daerah dan seluruh elemen masyarakat menjaga kolaborasi dalam menjalankan pembangunan. Ia juga mengajak kepala desa serta masyarakat memperkuat semangat gotong royong.
“Mumpung sisa masa jabatan saya tiga setengah tahun lagi di periode kedua ini, yuk urang sasarengan ngawangun Kabupaten Bandung dina raraga ngawujudkeun Kabupaten Bandung nu langkung Bedas, Maju, dan Berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, rangkaian acara juga diisi sejumlah agenda lainnya. Dalang Ki H. Dadan Sunandar Sunarya menyerahkan cenderamata kepada Bupati Bandung.
Selain itu, kegiatan tersebut turut mencakup penyerahan legalitas bagi Lembaga Kebudayaan atau Lingkung Seni. Pemerintah juga menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada sejumlah penerima manfaat.
Melalui berbagai program tersebut, Pemkab Bandung menempatkan pendidikan, perumahan, perlindungan sosial, pembangunan infrastruktur, serta penguatan karakter sebagai bagian dari agenda pembangunan daerah. Pemerintah daerah juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, desa, dan masyarakat agar pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dengan sisa masa jabatan periode kedua yang masih berjalan, Dadang Supriatna mengajak seluruh pihak menjaga kerja sama untuk memperkuat pembangunan Kabupaten Bandung menuju daerah yang lebih Bedas, maju, dan berkelanjutan.
