Sumedang, Info Burinyay – – Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Rancaekek menggelar Jambore Nasional (Jamnas) dan Giat Terpadu di Bumi Perkemahan Kiarapayung, Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 11 September 2026.
Rangkaian kegiatan mengusung tema “Bersatu, Bergerak, Berkarya.” Tema tersebut mengajak peserta memperkuat kebersamaan. Selain itu, peserta juga mendapat dorongan untuk aktif bergerak dan menghasilkan karya.
Pada malam terakhir, peserta mengikuti kegiatan api unggun. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Jamnas dan Giat Terpadu Kwartir Ranting Rancaekek.
Mabigus SMPN 3 Rancaekek, Hj. Lilis Latifah, S.Pd., M.M.Pd., menjelaskan makna penting di balik api unggun. Menurutnya, kobaran api menggambarkan semangat Pramuka yang harus terus menyala.
“Alhamdulillah, pada malam terakhir Jamnas Kwaran Rancaekek, nanti akan dilaksanakan api unggun. Api unggun adalah kegiatan yang merupakan simbol bagaimana semangat Pramuka itu harus selalu menyala,” ujar Hj. Lilis Latifah.
Menurut Lilis, api unggun memiliki banyak nilai positif. Peserta dapat melihat cahaya api sebagai gambaran semangat dalam menghadapi berbagai keadaan.
Lebih lanjut, ia mengajak anggota Pramuka memahami makna cahaya tersebut. Api mampu menerangi suasana gelap. Karena itu, anggota Pramuka juga harus mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
“Di dalam api unggun tersebut banyak nilai-nilai positif yang bisa kita ambil karena dari api tersebut kita belajar bagaimana api bisa menerangi di saat kegelapan,” katanya.
Lilis kemudian mengaitkan makna tersebut dengan kehidupan anggota Pramuka. Ia menilai setiap anggota harus mampu menjadi sumber manfaat bagi lingkungan.
Menurutnya, anggota Pramuka tidak cukup hanya aktif saat mengikuti kegiatan. Mereka juga harus menerapkan nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Begitu jugalah seorang anggota Pramuka harus bisa menerangi, memberikan manfaat, dan berguna minimal untuk dirinya sendiri, lingkungan sekitarnya, serta untuk sesama,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan dalam kegiatan Jamnas dan Giat Terpadu. Sebab, kegiatan Pramuka tidak hanya menghadirkan aktivitas perkemahan.
Berbagai agenda juga mendorong peserta mengembangkan kedisiplinan. Selain itu, kegiatan tersebut melatih kemandirian, kerja sama, kepedulian, dan tanggung jawab.
Melalui pengalaman selama perkemahan, peserta dapat belajar menghadapi berbagai situasi. Mereka juga dapat membangun hubungan positif dengan sesama anggota Pramuka.
Karena itu, api unggun memiliki makna lebih luas daripada sekadar kegiatan malam. Kobaran api menjadi simbol semangat yang harus peserta jaga setelah kembali ke lingkungan masing-masing.
Semangat tersebut juga berkaitan dengan tema “Bersatu, Bergerak, Berkarya.” Kata “bersatu” menguatkan pesan tentang kebersamaan. Sementara itu, “bergerak” mendorong anggota Pramuka untuk aktif mengambil peran.
Selanjutnya, kata “berkarya” mengarahkan peserta untuk menghasilkan kontribusi nyata. Dengan demikian, kegiatan Pramuka dapat memberi dampak positif di sekolah dan masyarakat.
Hj. Lilis menekankan pentingnya anggota Pramuka memberikan manfaat mulai dari lingkup terdekat. Setiap anggota dapat memulainya dari diri sendiri.
Kemudian, mereka dapat membawa semangat tersebut ke keluarga dan sekolah. Setelah itu, mereka dapat memperluas kontribusi kepada masyarakat.
Api unggun pun menjadi momentum refleksi bagi peserta pada malam terakhir kegiatan. Kobaran api mengingatkan mereka agar terus menjaga semangat dan kepedulian.
Selain itu, cahaya api menjadi gambaran seorang anggota Pramuka yang mampu hadir saat orang lain membutuhkan. Ia tidak hanya menerangi dirinya sendiri. Ia juga dapat membantu menerangi lingkungan di sekitarnya.
Dengan pesan tersebut, kegiatan Jamnas dan Giat Terpadu Kwartir Ranting Rancaekek memiliki nilai pendidikan yang kuat. Peserta mendapat pengalaman langsung melalui berbagai aktivitas selama perkemahan.
Pada akhirnya, api unggun menjadi simbol semangat yang harus terus hidup. Anggota Pramuka perlu membawa semangat itu setelah kegiatan berakhir.
Semangat tersebut mencakup kemauan untuk bersatu, keberanian untuk bergerak, serta kesungguhan untuk berkarya. Lebih jauh, setiap anggota juga memiliki kesempatan untuk memberikan manfaat bagi diri sendiri, lingkungan, dan sesama.