28.6 C
Bandung
Sabtu, Sep 12, 2026
Info Burinyay
Kegiatan OrganisasiKota Bandung

Puncak HUT PWRI ke-64 Kota Bandung Teguhkan Solidaritas Wredatama dan Kesejahteraan Anggota

Pemotongan nasi tumpeng HUT PWRI ke-64 Kota Bandung
Pemotongan nasi tumpeng menjadi simbol rasa syukur dalam puncak HUT PWRI ke-64 tingkat Kota Bandung, Sabtu (12/9/2026). Foto:Info Burinyay/dj

Bandung, Info Burinyay — Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Bandung menggelar puncak peringatan HUT PWRI ke-64 yang dirangkaikan dengan HUT ke-81 Republik Indonesia dan Hari Jadi Kota Bandung ke-216, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan berlangsung di Padepokan Mayang Sunda, Jalan Peta Nomor 209, Kota Bandung. Peringatan tersebut mengusung tema “Satu Tekad, Satu Jiwa, Memperkokoh Solidaritas Wredatama Demi Kesejahteraan Bersama Dalam Mewujudkan Bandung Utama.”

Puncak peringatan berlangsung meriah. Sejumlah penampilan seni dan budaya turut mengisi rangkaian acara. Di antaranya kacapi suling, paduan suara, angklung kolaborasi, line dance, hingga ketuk tilu.

Selain itu, panitia menyerahkan tropi dan penghargaan kepada para juara berbagai perlombaan. Acara juga semakin semarak dengan pembagian doorprize dan hadiah hiburan bagi peserta serta undangan.

Ketua PWRI Kota Bandung, H. Tatang Sunarya, SH., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, pelaksanaan puncak acara menjadi momentum penting setelah sebelumnya PWRI menggelar berbagai perlombaan dan kegiatan lainnya.

“Kami atas nama Pengurus PWRI Kota Bandung merasa sangat bahagia dan gembira dengan kesuksesan kegiatan ini,” ujar Tatang.

Tatang juga menyampaikan terima kasih kepada PWRI tingkat kecamatan, Pemerintah Kota Bandung, serta berbagai mitra yang ikut mendukung pelaksanaan kegiatan.

Lebih lanjut, PWRI Kota Bandung menyiapkan program perlombaan secara berkala. Program tersebut berlangsung dua tahun sekali untuk memperebutkan kembali piala bergilir PWRI Kota Bandung.

Karena itu, Tatang berharap keberadaan PWRI semakin berkembang. Ia juga mendorong semakin banyak anggota dari berbagai instansi bergabung dalam organisasi tersebut.

“Mudah-mudahan ke depannya PWRI lebih maju lagi, lebih semarak lagi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT PWRI Kota Bandung, H. Wawan Suryawan, S.Pd., M.Si., menilai puncak peringatan menjadi momentum memperkuat silaturahmi antaranggota.

“Alhamdulillah, puncak acara HUT PWRI ke-64 telah dilaksanakan. Semoga para peserta, para undangan yang hadir, juga yang mendapatkan penghargaan mendapat kebahagiaan lahir batin,” kata Wawan.

Menurut Wawan, semangat kebersamaan tidak boleh berhenti setelah kegiatan selesai. Ia berharap hubungan antaranggota tetap terjaga dan peningkatan kesejahteraan menjadi perhatian bersama.

Harapan serupa disampaikan Dra. Hj. Molly Mulyahati, M.Sc., yang mewakili Ketua PWRI Jawa Barat. Ia mengucapkan selamat atas HUT ke-64 PWRI dan berharap organisasi tersebut terus memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.

“Semoga PWRI terus jaya, dapat berkontribusi untuk negara dan bangsa. Anggotanya bisa sejahtera,” ujarnya.

Molly juga mengajak seluruh anggota PWRI se-Jawa Barat untuk tetap memiliki semangat perjuangan. Menurutnya, pengalaman para wredatama menjadi modal penting yang dapat dibagikan kepada generasi penerus.

Ia menilai pengalaman hidup para anggota PWRI dapat menjadi sumber pembelajaran bagi para penyelenggara negara dan generasi muda.

“Kontribusi kita untuk para penyelenggara negara sekarang sangat diperlukan karena pengalaman hidup belum tentu mereka alami dan ini perlu untuk ditularkan,” tutur Molly.

Di sisi lain, Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan melalui Kabid Bina Ideologi Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Kota Bandung, H. Aswin Sulaeman A, SE., AK., M.Si., menegaskan pentingnya semangat PWRI dalam menjaga keberlanjutan Kota Bandung.

“PWRI itu adalah semangat. Beliau sudah sepuh, tapi semangatnya masih ada terus di Kota Bandung untuk menjaga Bandung berikutnya,” kata Aswin.

Ia juga menyebut anggota PWRI sebagai bagian dari perjalanan pembangunan Kota Bandung.

“Untuk anggota PWRI, Anda adalah bukti bagaimana Bandung berdiri. Pertahankan kekuatan kejiwaan Anda untuk bisa menjaga Bandung berikutnya,” ujarnya.

Selanjutnya, Sekretaris PWRI Kota Bandung, Hj. Tri Purwanti, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan. Ia menilai dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam kelancaran puncak peringatan.

Tri juga mengungkapkan bahwa PWRI Kota Bandung akan menghadapi proses peremajaan kepengurusan pada November mendatang.

“Insyaallah, karena kita bulan November akan ada peremajaan kepengurusan. Mudah-mudahan kepengurusan periode yang akan datang bisa lebih maju membawa PWRI ke depan,” ucapnya.

Dukungan terhadap penguatan PWRI juga datang dari tokoh masyarakat Jawa Barat, H. Dada Rosada. Ia menyampaikan pesan singkat dalam bahasa Sunda yang menekankan pentingnya persatuan, kebahagiaan, kesejahteraan, dan kebersamaan.

“PWRI sing ngahiji. PWRI sing ningkatkeun kabahagiaan, ningkatkeun kasejahteraan, ningkatkeun kabersamaan, jeung kudu dipiara!” katanya.

Sementara itu, Ketua PWRI Kecamatan Antapani, Dra. Hj. Nani Trenaningsih, M.Pd., berharap PWRI semakin berkembang dan menarik minat lebih banyak anggota.

Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap kegiatan paduan suara. Menurutnya, keterlibatan anggota dalam perlombaan dapat terus ditingkatkan pada kegiatan PWRI berikutnya.

“Semoga semakin maju paduan suaranya PWRI Kota Bandung,” ujarnya.

Adapun Ketua PWRI Kecamatan Arcamanik, Dra. Hj. Titin Kuswiatin, M.Ap., mengungkapkan rasa syukur setelah tim paduan suara Kecamatan Arcamanik meraih juara pertama tingkat Kota Bandung.

Menurut Titin, prestasi tersebut lahir dari proses latihan yang konsisten. Timnya bahkan berlatih hampir setiap hari sebelum mengikuti perlombaan.

“Keberhasilan ini tidak didapatkan begitu saja. Ini adalah hasil kerja keras kami, berlatih hampir setiap hari,” kata Titin.

Ia berharap prestasi tersebut dapat dipertahankan pada perlombaan berikutnya.

Puncak HUT PWRI ke-64 tersebut sekaligus memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan para wredatama di Kota Bandung. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini menjadi ruang bagi anggota PWRI untuk terus berkarya, menjaga solidaritas, serta berbagi pengalaman.

PWRI Kota Bandung menegaskan komitmen untuk terus memperkuat organisasi dan meningkatkan kesejahteraan anggota. Semangat itu diharapkan ikut mendukung terwujudnya Bandung yang semakin maju melalui kontribusi para wredatama.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.