Senin, Sep 14, 2026
Info Burinyay
Kab. BandungPemerintahan

Bupati Bandung Buka Konferensi III MWC NU Rancaekek, Pesan Tegas Soal Kekompakan

Bupati Bandung Dadang Supriatna saat menyampaikan sambutan Konferensi III MWC NU Rancaekek
Bupati Bandung Dr. H. M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si., menyampaikan sambutan saat membuka Konferensi III MWC NU Kecamatan Rancaekek di Pondok Pesantren Addzimat Da'i Indonesia, Desa Jelegong, Minggu (13/9/2026). Foto:Info Burinyay/red

Rancaekek, Info Burinyay Bupati Bandung Dr. H. M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si., membuka Konferensi III Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Rancaekek, Minggu (13/9/2026).

Pengurus MWC NU Rancaekek menggelar konferensi tersebut di Pondok Pesantren Addzimat Da’i Indonesia, Perum Bumi Pesona Asri RT 03/RW 22, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Konferensi III MWC NU Rancaekek mengangkat tema “Responsif dan Inovatif Berhikmah dalam Jam’iyah dan Memperkokoh Jamaah Ahlussunnah Waljamaah Annahdiyah.”

Forum tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran MWC NU Rancaekek untuk mengevaluasi kepengurusan sekaligus menyusun arah organisasi ke depan. Selain itu, peserta konferensi juga membahas sejumlah agenda strategis organisasi.

Dalam sambutannya, Dadang Supriatna menjelaskan rangkaian agenda yang akan dibahas peserta konferensi. Agenda itu meliputi pembahasan tata tertib, laporan pertanggungjawaban Ketua Tanfidziyah, serta rapat komisi.

Selanjutnya, peserta konferensi akan memilih kepemimpinan baru untuk menjalankan roda organisasi MWC NU Rancaekek. Proses tersebut mencakup pemilihan Rais Syuriyah dan Ketua Dewan Tanfidziyah.

“Dina setiap Konfercab MWC NU, khususna di Kecamatan Rancaekek, bakal ngalaksanakeun kagiatan-kagiatan, baik itu pembahasan tata tertib oge laporan pertanggungjawaban kapamingpinan Ketua Tanfidziyah anu ayeuna anu tos bade seep dina dinten ieu, detik ieu,” ujar Dadang.

Menurut Dadang, seluruh peserta perlu mengikuti setiap tahapan konferensi sesuai mekanisme organisasi. Ia juga meminta peserta menjaga suasana musyawarah agar tetap kondusif.

Karena itu, Dadang mengingatkan peserta untuk menerima setiap keputusan setelah forum mencapai kesepakatan. Ia menilai perbedaan pendapat tetap wajar selama peserta menjaga persatuan.

“Dinamika mah kenging, benten pendapat kenging, tapi lamun tos sapuk, titip tetep kedah sabaris, sejajar, sareng sakomando yen Nahdlatul Ulama teh kulawarga ageung urang sadayana,” katanya.

Dadang kemudian meminta peserta menyusun program organisasi secara terarah. Ia mendorong hasil pembahasan komisi mengikuti visi dan misi NU dari tingkat pusat hingga daerah.

“Ayeuna sim kuring titip, dina tadi untuk membahas komisi program sareng sebagainya, wayahna harus selaras dengan visi misi PBNU, visi misi PWNU, visi misi PCNU,” tutur Dadang.

Selain mengikuti arah organisasi NU, Dadang meminta MWC NU Rancaekek membangun sinergi dengan pemerintah. Ia mendorong program organisasi berjalan selaras dengan visi dan misi Presiden, Gubernur Jawa Barat, serta Pemerintah Kabupaten Bandung.

Menurutnya, sinergi tersebut dapat memperkuat pelaksanaan program di tengah masyarakat. Kolaborasi antara organisasi keagamaan dan pemerintah juga dapat memperluas manfaat pembangunan di tingkat kecamatan.

Pada kesempatan itu, Dadang turut menegaskan peran penting NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia mengingatkan seluruh peserta agar terus menjaga komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Tolong diingat dan dicatat bahwa NU adalah yang membidangi negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi kepengurusan baru MWC NU Rancaekek. Organisasi perlu memperkuat konsolidasi internal sambil menghadirkan program yang menjawab kebutuhan jamaah dan masyarakat.

Selanjutnya, Dadang berharap konferensi tidak berhenti pada proses pergantian kepemimpinan. Ia mendorong pengurus baru melanjutkan kerja organisasi melalui program yang responsif dan inovatif.

Dengan semangat tersebut, MWC NU Rancaekek dapat memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat. Pengurus juga dapat membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai unsur untuk mendukung kemajuan Kecamatan Rancaekek.

Setelah menyampaikan arahan, Dadang secara resmi membuka Konferensi III MWC NU Kecamatan Rancaekek.

“Maka dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Konferensi Ketiga Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Rancaekek pada hari ini saya nyatakan dibuka. Selamat bermusyawarah,” ucapnya.

Dadang kemudian mengajak seluruh peserta menghadapi dinamika konferensi dengan kepala dingin. Ia menilai perbedaan pandangan merupakan bagian dari proses musyawarah yang perlu peserta kelola secara dewasa.

“Otak panas boleh, hati tetap dingin, ya. Walaupun tidak pakai es, tapi kita tetap kompak untuk menyelesaikan masalah dan membangun Rancaekek ke depannya,” kata Dadang.

Konferensi III MWC NU Kecamatan Rancaekek selanjutnya menjadi momentum konsolidasi bagi seluruh jajaran organisasi. Forum ini sekaligus membuka ruang bagi pengurus untuk menyusun program yang responsif terhadap perkembangan masyarakat.

Melalui kepemimpinan baru dan program kerja yang terarah, MWC NU Rancaekek diharapkan semakin kuat dalam menjalankan peran organisasi. Kekompakan, sinergi, dan semangat Ahlussunnah Waljamaah Annahdiyah menjadi bagian penting dalam mengawal perjalanan organisasi ke depan.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.