Senin, Sep 14, 2026
Info Burinyay
Kota BandungPendidikan

Unisba Sambut Mahasiswa Baru 2026/2027, Dari Hafiz Al-Qur’an hingga Pejuang KIP Kuliah

Prosesi penerimaan mahasiswa baru Unisba Tahun Akademik 2026/2027
Prosesi Penerimaan Mahasiswa Baru Unisba Tahun Akademik 2026/2027 di Aula Utama Unisba, Senin (14/9/2026). Foto:Info Burinyay/yk

Bandung, Info Burinyay — Universitas Islam Bandung (Unisba) menyambut mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dengan beragam cerita inspiratif. Ribuan mahasiswa memulai perjalanan akademik di Kampus Biru dengan membawa pengalaman, prestasi, perjuangan, dan latar belakang yang berbeda.

Prosesi Penerimaan dan Pelantikan Mahasiswa Baru Unisba berlangsung di Aula Utama Unisba, Senin (14/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Ta’aruf Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027.

Jajaran pimpinan universitas dan fakultas turut hadir dalam kegiatan tersebut. Momentum itu sekaligus menjadi awal perjalanan mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik, budaya kampus, serta nilai yang Unisba bangun.

Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa kehidupan perguruan tinggi tidak hanya mengejar kecerdasan akademik. Menurutnya, mahasiswa juga perlu membangun karakter, memegang nilai, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut sejalan dengan tema Ta’aruf Mahasiswa Baru Unisba 2026/2027, yakni “Beyond Intelligence: Islamic, Inclusive, and Impactful.”

Harits menjelaskan, kecerdasan sejati tidak berhenti pada kemampuan akademik. Mahasiswa perlu menggunakan pengetahuan untuk membentuk sikap, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Selain itu, Unisba mendorong mahasiswa mengembangkan semangat Faqih Fiddin. Konsep tersebut menekankan kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan keahlian dengan nilai-nilai Islam.

“Para pendiri kita tidak ingin Unisba hanya mencetak dokter yang hanya tahu obat, ekonom yang hanya tahu angka, sarjana hukum yang hanya tahu pasal, atau insinyur yang hanya tahu bangunan. Itu tidak cukup,” ujar Harits.

Pesan tersebut kemudian menemukan gambaran nyata melalui sejumlah mahasiswa baru yang hadir pada tahun akademik ini.

Hafal 30 Juz, Dua Mahasiswa Raih Beasiswa 3M

Dua mahasiswa baru Unisba, Aghsally Tsabit Aqdami dan Muhammad Fauzan Nur Alif Lalana, datang dengan bekal hafalan 30 juz Al-Qur’an.

Keduanya menerima Beasiswa Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid (3M) Unisba kategori Hafizh Al-Qur’an. Prestasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan panjang keduanya dalam menjaga hafalan.

Aghsally memilih Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Ia menyelesaikan hafalan Al-Qur’an melalui proses pembelajaran di Markaz Tahfizh Icakan, Ciamis.

Dalam proses tersebut, Aghsally memasang target hafalan 10 juz setiap semester. Ia kemudian mampu menuntaskan 30 juz dalam waktu sekitar satu tahun empat bulan.

Kini, tantangan baru menantinya di lingkungan kampus. Ia harus membagi waktu antara perkuliahan, aktivitas kemahasiswaan, dan rutinitas menjaga hafalan.

Karena itu, Aghsally memilih murajaah setiap hari. Ia juga memanfaatkan waktu sebelum maupun sesudah salat Subuh untuk mengulang hafalan.

“Yang penting istikamah, konsisten tiap hari harus ada yang dibaca,” tuturnya.

Sementara itu, Fauzan mulai menghafal Al-Qur’an sejak kelas 3 SD. Ia menyelesaikan hafalan 30 juz ketika duduk di kelas 1 SMP.

Setelah lulus SMA pada 2025, Fauzan menjalani masa pengabdian selama satu tahun. Setelah itu, ia memilih Program Studi Teknik Industri Unisba untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Bagi Fauzan, Beasiswa 3M tidak sekadar membantu biaya pendidikan. Beasiswa tersebut juga menjadi pengingat agar ia terus menjaga hafalan yang telah ia perjuangkan sejak kecil.

Gagal di OPSI, Nizar Justru Makin Serius Meneliti

Cerita lain datang dari Nizar Nurzaman Gunawan, mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Unisba.

Perjalanan Nizar menuju dunia penelitian bermula dari kegagalan dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI). Namun, kegagalan tersebut justru mendorongnya untuk terus mengembangkan kemampuan riset.

Nizar kemudian membawa penelitian tentang potensi metabolit sekunder jamur Trichoderma sp. sebagai kandidat agen biologis untuk kanker payudara dalam ajang Korea Science and Engineering Fair (KSEF) 2025 di Korea Selatan.

Penelitian tersebut menjadi salah satu modal yang mengantarkan Nizar meraih Beasiswa 3M Unisba kategori riset.

Meski demikian, Nizar menegaskan bahwa penelitian tersebut masih berada pada tahap analisis. Riset itu juga belum menghasilkan obat yang dapat digunakan pada manusia.

Ia berharap penelitian tersebut terus berkembang. Karena itu, Nizar membuka peluang untuk melanjutkan kajian, termasuk penelitian lanjutan terkait kandidat obat.

Nizar berasal dari Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya. Keinginannya menjadi dokter juga tumbuh dari pengamatannya terhadap persoalan akses kesehatan di daerah asal.

Ia melihat sebagian masyarakat harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Kini, Nizar ingin meneruskan tradisi penelitian tersebut ketika menjalani pendidikan di Unisba.

“Potensi harus diperjuangkan dan kesempatan harus dikejar,” kata Nizar.

KIP Kuliah Buka Jalan Onyx Menuju Kampus

Sementara itu, perjuangan ekonomi menjadi bagian penting dari perjalanan Onyx Selintang Mustika menuju Unisba.

Onyx berasal dari Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Ia menjadi penerima KIP Kuliah 2026 untuk menempuh Program Studi Ilmu Komunikasi.

Ayah Onyx sehari-hari berjualan kerupuk di sekitar pasar. Sementara itu, ibunya menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga.

Sejak duduk di SMA Negeri 2 Pare, Onyx sudah merencanakan penggunaan KIP Kuliah. Baginya, program tersebut membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Onyx kemudian memilih Ilmu Komunikasi Unisba karena memiliki cita-cita menjadi reporter televisi atau penyiar radio.

Selain itu, fasilitas pembelajaran di Fakultas Ilmu Komunikasi turut menarik perhatiannya. Unisba memiliki laboratorium televisi, radio, fotografi, multimedia, grafis, film, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Dengan fasilitas tersebut, Onyx berharap dapat mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

“Jangan jadikan keterbatasan ekonomi sebagai alasan berhenti bermimpi untuk berkuliah,” ujar Onyx.

Lima Mahasiswa Non-Muslim Tunjukkan Wajah Inklusif Unisba

Di sisi lain, keberagaman turut mewarnai penerimaan mahasiswa baru Unisba tahun ini.

Unisba menerima lima mahasiswa baru non-Muslim. Dua di antaranya ialah I Gusti Agung Ayu Lely Pramesthi, mahasiswa Fakultas Kedokteran beragama Hindu, dan Josuan Samuela Tandiah, mahasiswa Teknik Pertambangan beragama Kristen Protestan.

Lely datang dengan pengalaman sebagai atlet fin swimming. Ia pernah membawa nama Papua dalam ajang PON dan meraih medali dalam kejuaraan internasional di Thailand serta Taiwan.

Memasuki lingkungan perguruan tinggi Islam tidak membuat Lely melihat perbedaan agama sebagai penghalang. Ia justru membawa pengalaman tersebut sebagai modal untuk beradaptasi dan membangun relasi baru di lingkungan kampus.

Sementara itu, Josuan berasal dari Pangkalpinang, Bangka Belitung. Ia menempuh pendidikan sejak TK hingga SMA di lingkungan Katolik.

Pada awalnya, Josuan sempat merasa khawatir ketika akan memasuki kampus yang mayoritas mahasiswanya beragama Islam. Namun, pengalaman awal di lingkungan Unisba perlahan menghapus kekhawatiran tersebut.

Menurut Josuan, mahasiswa dan senior Unisba memberikan sambutan yang baik. Karena itu, ia melihat perbedaan sebagai kesempatan untuk memahami orang lain.

Baginya, keberagaman tidak hanya menghadirkan perbedaan. Keberagaman juga membuka ruang untuk belajar, berdialog, dan membangun kerja sama.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan Rektor Unisba kepada seluruh mahasiswa baru. Harits mendorong mahasiswa menjadikan perbedaan sebagai kekayaan dalam kehidupan kampus.

Mahasiswa, lanjutnya, perlu belajar mendengarkan, menghargai, bekerja sama, dan tumbuh bersama.

LLDIKTI Dorong Mahasiswa Siapkan Diri Hadapi Perubahan

Pada kesempatan yang sama, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., mengingatkan mahasiswa bahwa kesempatan menempuh pendidikan tinggi patut mereka syukuri.

Ia mendorong mahasiswa tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik. Mahasiswa juga perlu membangun kemandirian, integritas, kemampuan beradaptasi, serta kecakapan menghadapi perubahan teknologi.

Pesan tersebut menjadi relevan karena mahasiswa baru akan menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat. Karena itu, kemampuan belajar dan beradaptasi menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan mereka.

Selanjutnya, rangkaian Ta’aruf Mahasiswa Baru Unisba akan mengisi mahasiswa dengan berbagai pembinaan. Program tersebut mencakup pembinaan karakter, keilmuan, kepemimpinan, dan kesiapan menghadapi kehidupan perkuliahan.

Mahasiswa juga mengikuti Pengenalan dan Pengembangan Pribadi Mukmin, Muslim, Muhsin (P3M). Selain itu, mereka menjalani asesmen psikologi, sertifikasi artificial intelligence (AI), serta pengenalan berbagai layanan kemahasiswaan.

Dengan demikian, Unisba tidak hanya memperkenalkan ruang kuliah kepada mahasiswa baru. Kampus juga membangun fondasi agar mahasiswa mampu mengembangkan kompetensi sekaligus karakter.

Ragam cerita mahasiswa baru tersebut menunjukkan satu hal penting. Setiap mahasiswa datang ke Kampus Biru dengan modal dan perjalanan masing-masing.

Ada mahasiswa yang membawa hafalan 30 juz Al-Qur’an. Ada pula yang datang dengan pengalaman penelitian, perjuangan memperoleh beasiswa, prestasi olahraga, hingga kisah menembus keterbatasan ekonomi.

Pada saat yang sama, mahasiswa dari latar belakang agama berbeda juga memulai perjalanan akademik dalam lingkungan yang sama.

Kini, seluruh mahasiswa baru Unisba menghadapi tantangan yang serupa. Mereka perlu mengubah ilmu menjadi kompetensi, kompetensi menjadi prestasi, dan prestasi menjadi manfaat.

Pada akhirnya, perjalanan mereka di Unisba tidak hanya menentukan pencapaian akademik. Perjalanan tersebut juga menjadi ruang untuk membangun karakter, memperluas wawasan, menghargai keberagaman, dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.