29.4 C
Bandung
Minggu, Okt 18, 2026
Info Burinyay
Kota BandungPeristiwa

45 Tahun Pernikahan dr. Sulaeman Ratman dan Ida Farida, Teladan Keluarga Sakinah bagi Anak Cucu

Keluarga besar dr. Sulaeman Ratman merayakan 45 tahun pernikahan bersama Ida Farida di Bandung
Keluarga besar dr. Sulaeman Ratman berfoto bersama dalam peringatan 45 tahun pernikahan Sulaeman Ratman dan Ida Farida di Jalan Kinanti, Kota Bandung, Minggu (18/10/2026). Foto:Info Burinyay/dj

Bandung, Info Burinyay – Perjalanan 45 tahun pernikahan dr. H. Sulaeman Ratman dan Hj. drg. Ida Farida menjadi momentum syukur sekaligus refleksi tentang pentingnya membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Peringatan tersebut berlangsung di kediaman dr. Sulaeman Ratman, Jalan Kinanti Nomor 10, Kelurahan Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Minggu (18/10/2026).

Keluarga mengisi peringatan hari bahagia itu dengan pengajian bertema “Aspek-Aspek Psikologi dan Pendidikan dalam Ikhtiar Membangun Keluarga Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah”. Melalui tema tersebut, keluarga mengajak generasi penerus memahami pentingnya nilai agama, pendidikan keluarga, serta komunikasi dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.

Shohibul bait, dr. H. Sulaeman Ratman, M.P.H., menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas perjalanan rumah tangganya bersama sang istri. Ia juga berharap dapat menutup perjalanan hidup dalam keadaan husnul khatimah.

“Selama ini sudah berjuang semaksimal mungkin untuk rumah tangga dengan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan Allah memberikan kepada kami, saya bersama istri, Ida Farida, wafat dalam keadaan husnul khatimah,” ujar Sulaeman.

Selain menyampaikan rasa syukur, Sulaeman menitipkan pesan kepada anak dan cucunya. Ia meminta mereka menyimak serta mengamalkan nasihat yang disampaikan penceramah dalam pengajian tersebut.

“Anak cucu, perhatikanlah dengan baik apa yang tadi sudah diceramahkan oleh Al-Ustazah Ibu Hajjah Dra. Iia Kurniati Lukmanul Hakim, M.Pd. Hal ini sangat penting untuk pembinaan keluarga,” katanya.

Penceramah, Dra. Iia Kurniati, M.Pd., yang menjabat Ketua Pengurus Aisyiyah Provinsi Jawa Barat, mengungkapkan rasa bangga sekaligus syukur atas perjalanan pernikahan Sulaeman dan Ida yang mencapai 45 tahun.

Menurut Iia, perjalanan panjang tersebut menunjukkan bahwa pasangan suami istri membutuhkan keteguhan untuk menghadapi berbagai ujian kehidupan. Ia juga menilai pengalaman keduanya dapat menjadi pelajaran bagi keluarga besar dalam membangun rumah tangga yang harmonis.

“Orang tua kita sudah mengarungi perjalanan rumah tangga yang ke-45. Menurut beliau juga ini bukan perkara mudah, sudah mampu mengarungi bahtera rumah tangga yang penuh badai, cobaan. Alhamdulillah, Allah memberikan perlindungan,” tutur Iia.

Lebih lanjut, Iia menjelaskan bahwa keluarga sakinah tidak terbentuk secara instan. Setiap anggota keluarga perlu terus belajar, menjaga hubungan, dan membangun komunikasi yang sehat.

Ia menekankan pentingnya suasana tenteram, kasih sayang, dialog, serta musyawarah. Dengan demikian, pasangan dapat menyelesaikan persoalan melalui komunikasi yang baik, bukan dengan kemarahan.

Iia juga menyampaikan empat prinsip penting untuk membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Pertama, menegakkan tauhid sebagai landasan kehidupan. Kedua, menjaga pelaksanaan ibadah. Ketiga, menjalin komunikasi yang baik. Keempat, mengendalikan amarah agar tidak merusak hubungan keluarga.

“Terus berikhtiar secara agama. Mudah-mudahan pokok dari terciptanya rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah ini adalah tadi disampaikan, tegakkan tauhid, yang kedua tegakkan ibadahnya, yang ketiga jalin komunikasi yang baik, yang keempat hindari amarah-amarah yang membabi buta,” jelasnya.

Pesan tersebut juga relevan bagi generasi muda, termasuk Gen Z, yang menghadapi dinamika hubungan dan kehidupan keluarga pada era modern. Karena itu, pendidikan agama perlu berjalan seiring dengan kemampuan berdialog, mengelola emosi, dan menghargai pasangan.

Adik kandung Sulaeman, Drs. H. Hidayat Ratman, Ak., turut menyampaikan rasa syukur atas peringatan tersebut. Ia menyebut kediaman keluarga sebagai tempat yang menyimpan kenangan leluhur sekaligus menjadi saksi perjalanan keluarga besar.

Hidayat berharap perjalanan pernikahan Sulaeman dan Ida dapat menginspirasi anak cucu serta keluarga dari kedua belah pihak. Menurutnya, keberhasilan membina rumah tangga dan mendampingi anak-anak hingga meraih keberhasilan menjadi bagian penting dari keteladanan tersebut.

“Alhamdulillah semuanya mendapat barokah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga bisa membina keluarga sakinah, punya anak yang semuanya berhasil. Mudah-mudahan suri teladan ini menjadi juga contoh untuk generasi-generasi penerusnya,” ungkap Hidayat.

Sementara itu, adik kandung Sulaeman, Hj. Attie Ratman, menyampaikan ucapan selamat atas ulang tahun pernikahan kakaknya bersama Ida Farida. Ia berharap keduanya senantiasa memperoleh kebahagiaan dan terus menjaga keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Attie juga mengajak cucu-cucu keluarga untuk meneladani perjalanan pernikahan tersebut. Baginya, kemampuan pasangan mempertahankan rumah tangga selama 45 tahun merupakan pengalaman berharga yang patut menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

Dukungan serupa datang dari anak pertama, Mochammad Isa Syafa’at Ratman, S.E. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga dan kerabat yang hadir dalam peringatan tersebut.

“Terima kasih buat saudara-saudara yang sudah hadir ke acara pernikahan 45 tahun dari dr. Suleiman dan Ida Farida. Semoga sehat selalu untuk Opa dan Oma, dan bisa selalu menjadi panutan buat anak-anak dan cucu semua,” ujarnya.

Ucapan selamat juga disampaikan Hj. Dedeh Nurhayati dari RSU Bakti Asih Kota Tangerang. Ia berharap Sulaeman dan Ida senantiasa sehat, bahagia, serta menjadi panutan bagi keluarga hingga akhir hayat.

Peringatan 45 tahun pernikahan ini memperlihatkan bahwa keharmonisan keluarga membutuhkan ikhtiar yang berkelanjutan. Nilai agama, kasih sayang, pengendalian emosi, dan komunikasi yang terbuka menjadi fondasi penting untuk menjaga hubungan antargenerasi.

Melalui pengajian tersebut, keluarga besar Sulaeman Ratman dan Ida Farida tidak hanya merayakan perjalanan pernikahan. Mereka juga meneruskan pesan tentang keteguhan, rasa syukur, dan tanggung jawab dalam membina keluarga kepada anak cucu sebagai generasi penerus.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.