Soreang, Info Burinyay — Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia menggelar rapat koordinasi para ketua DPD tingkat kota dan kabupaten se-Jawa Barat bersama DPW Jawa Barat di Grand Sunshine Resort & Convention, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu, 30 Agustus 2026.
Rapat koordinasi tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi IWO Indonesia di Jawa Barat. Selain memperkuat hubungan antarpengurus, forum ini membahas penataan organisasi, penguatan program, peningkatan kompetensi wartawan, serta persiapan menghadapi agenda nasional organisasi.
Ketua Umum DPP IWO Indonesia, Dr. NR Icang Rahardian, SH., MH., mengatakan rapat koordinasi tersebut juga menjadi bagian dari persiapan organisasi menuju proses verifikasi Dewan Pers.
“Kesimpulannya adalah untuk menyongsong verifikasi Dewan Pers kami lakukan rapat koordinasi keseluruhan DPD dan DPW Provinsi Jawa Barat. Tujuannya satu, 2027 IWO Indonesia lolos verifikasi Dewan Pers,” ujar Icang Rahardian.
Menurutnya, konsolidasi di Jawa Barat memiliki posisi penting dalam memperkuat kesiapan organisasi. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran IWO Indonesia menyiapkan diri menghadapi agenda organisasi berikutnya.
“Pesannya, persiapkan diri untuk melakukan Rakernas 2 yang akan diselenggarakan di Provinsi Jawa Barat,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPW IWO Indonesia Provinsi Jawa Barat, Imam Syafei, menjelaskan rapat koordinasi tersebut mempertemukan para ketua DPD dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat. Ketua Umum DPP IWO Indonesia juga hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Imam menyebut DPW Jawa Barat menetapkan tiga prioritas utama dalam penguatan organisasi. Pertama, pengurus akan memaksimalkan konsolidasi internal.
“Kita ingin internal dari mulai kota kabupaten secara rapi administrasi, rapi kepengurusan, dan rapi program-program yang ada di kota kabupaten,” kata Imam.
Selain itu, DPW juga menata administrasi kepengurusan tingkat provinsi untuk menghadapi periode 2026–2030. Penataan tersebut mencakup struktur organisasi serta kelengkapan administrasi.
Selanjutnya, IWO Indonesia Jawa Barat mendorong konsolidasi eksternal melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Pemerintah, industri, akademisi, perguruan tinggi, dan unsur masyarakat menjadi bagian dari jejaring kolaborasi yang ingin dibangun.
“Kolaborasi multi-helix. Jadi tidak hanya pihak-pihak tertentu tapi semua pihak; pemerintah, industri, kemudian akademisi, perguruan tinggi, semuanya akan kita ajak kolaborasi untuk membangun Jawa Barat melalui Ikatan Wartawan Online Indonesia,” ujar Imam.
Di sisi lain, DPW IWO Indonesia Jawa Barat juga menempatkan peningkatan kompetensi sebagai prioritas. Program tersebut mencakup penguatan Pusdiklat, IWO Academy, peningkatan kesejahteraan anggota, hingga fasilitasi BPJS dan pengembangan kewirausahaan.
“Kita akan maksimalkan dalam rangka peningkatan kapasitas, peningkatan kompetensi dari para jurnalis di IWO Indonesia,” katanya.
Dari tingkat daerah, Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Sumedang, Galih Cahyadi, menilai rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari pembenahan organisasi di tingkat Jawa Barat.
“Intinya ini kan pembenahan DPW Jawa Barat. Mudah-mudahan dengan pembenahan ini, hasil kesepakatan bersama, tujuannya semua bagus untuk bagaimana caranya bahwa Ikatan Wartawan Online Indonesia DPW Jawa Barat ini semakin baik, semakin tersusun,” ujar Galih.
Ia berharap penataan organisasi tersebut memberi dampak positif bagi seluruh anggota.
“Ujung-ujungnya untuk kesejahteraan kita semua,” tambahnya.
Harapan serupa disampaikan Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Bandung Barat, Rushendi. Ia menilai konsolidasi antarpengurus dapat kembali membangun semangat bersama dalam menjalankan organisasi.
“Saya berharap dengan adanya rapat kali ini bisa membangkitkan semangat kawan-kawan. Bisa memajukan lagi IWO Indonesia,” kata Rushendi.
Selain itu, ia menekankan pentingnya persahabatan antarpengurus sebagai modal dalam menghadapi berbagai persoalan organisasi.
“Kuncinya persahabatan itu bisa menyelesaikan semua permasalahan. IWO Indonesia semoga tambah sukses, tambah maju,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Karawang, Suhada Wisastra, mengapresiasi pelaksanaan rapat koordinasi tersebut. Ia berharap forum itu menghasilkan program kerja yang mampu menggerakkan organisasi di Jawa Barat.
“Kami apresiasi atas penyelenggaraan daripada rapat kerja daerah ini. Berharap ini adalah program kerja yang luar biasa untuk menggerakkan IWO Indonesia di Jawa Barat,” tutur Suhada.
Ia juga berharap sinergi antara para ketua DPD terus berkembang.
“Mudah-mudahan sinergisitas para ketua DPD se-Jawa Barat bisa terus memajukan IWO Indonesia,” katanya.
Kemudian, Ketua DPD IWO Indonesia Kota Bekasi, Nio Helen, menyoroti pentingnya koordinasi antara DPW dan seluruh DPD di Jawa Barat. Menurutnya, komunikasi organisasi yang konsisten dapat memperkuat kekompakan pengurus.
“Semoga di koordinasi DPW Jawa Barat ini, 22 DPD kota dan kabupaten yang ada di Jawa Barat makin kompak dan bisa membesarkan IWOI di Jawa Barat,” ujar Nio Helen.
Ia berharap kepemimpinan DPW Jawa Barat saat ini mampu menjalankan koordinasi secara lebih aktif dan konsisten.
“Makanya mudah-mudahan ketua DPW yang sekarang lebih bagus dalam menjalankan program organisasi kewartawanan,” katanya.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri para ketua, sekretaris, dan bendahara DPD IWO Indonesia tingkat kota dan kabupaten se-Jawa Barat. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang komunikasi antarpengurus untuk menyamakan langkah organisasi.
Dengan konsolidasi tersebut, IWO Indonesia Jawa Barat menargetkan penguatan struktur, administrasi, program kerja, kompetensi anggota, serta jejaring kolaborasi. Selanjutnya, hasil koordinasi menjadi pijakan bagi pengurus dalam menjalankan agenda organisasi di tingkat provinsi maupun nasional.
Melalui konsolidasi yang lebih terarah, IWO Indonesia Jawa Barat berharap seluruh DPD semakin solid. Selain itu, organisasi menargetkan kesiapan menghadapi verifikasi Dewan Pers pada 2027 serta agenda Rakernas 2 yang akan berlangsung di Jawa Barat.
“Jayalah IWO Indonesia,” menjadi semangat yang mengiringi kegiatan konsolidasi para pengurus IWO Indonesia se-Jawa Barat.