31 C
Bandung
Minggu, Agu 30, 2026
Info Burinyay
ParlementerSeni Budaya

Ngareunggeu Bulan Tak Boleh Berhenti, Cecep Suhendar Dorong Jadi Agenda Tahunan

Cecep Suhendar soroti masa depan Ngareunggeu Bulan di Kabupaten Bandung
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Dr. H. Cecep Suhendar, S.Pd., M.Si., menyampaikan pandangannya kepada awak media dan mendorong Ngareunggeu Bulan menjadi agenda budaya rutin Kabupaten Bandung.

Rancaekek, Info Burinyay — Pagelaran seni tradisi dan atraksi budaya Ngareunggeu Bulan Season 4 berlangsung meriah di Lembur Ambu Apon, Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan beragam seni tradisi Sunda. Pertunjukan Kuda Renggong Abah Jaka dan Cuta Muda turut menarik perhatian warga.

Ngareunggeu Bulan Season 4 mengusung tema “Jagat Pasundan Bersama Menjaga Ragam Budaya”. Tema itu menegaskan semangat masyarakat dalam menjaga keberagaman budaya Sunda.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung H. Irvan Ahmad, SE., MM., membuka kegiatan tersebut. Dinas Kebudayaan juga memberikan dukungan terhadap pelaksanaan agenda budaya di Desa Sukamanah.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Dr. H. Cecep Suhendar, S.Pd., M.Si., menilai kegiatan tersebut memiliki nilai penting bagi pemajuan kebudayaan.

Menurut Cecep, kegiatan seni dapat menjadi ruang untuk mengenalkan budaya Sunda kepada generasi muda. Selain itu, kegiatan tersebut dapat mendorong anak muda mempelajari kesenian daerah.

“Ini manifestasi dari pemajuan kebudayaan. Pemajuan merupakan bagian dari pelestarian dan pengenalan budaya-budaya Sunda, terutama kesenian Sunda kepada generasi muda,” ujar Cecep Suhendar.

Lebih lanjut, Cecep melihat antusiasme generasi muda dalam Ngareunggeu Bulan Season 4. Ia menilai keterlibatan tersebut menunjukkan ketertarikan anak muda terhadap seni budaya Sunda.

“Alhamdulillah antusias anak muda, generasi muda untuk mengetahui, mempelajari, bahkan mempraktikkan nilai-nilai seni budaya Sunda ini bisa kita lihat dalam acara Ngareunggeu Bulan yang keempat,” katanya.

Selain pertunjukan seni, kegiatan tersebut juga menghadirkan Kirab Budaya. Berbagai elemen masyarakat dan lembaga ikut mengambil bagian dalam kirab tersebut.

Cecep menilai keterlibatan banyak unsur menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlangsungan budaya Sunda. Karena itu, ia mengapresiasi kolaborasi masyarakat dengan pemerintah daerah.

“Bahkan ini berbentuk Kirab Budaya dari berbagai elemen, dari berbagai lembaga ikut serta dalam kegiatan ini dan didukung juga oleh Dinas Budaya Kabupaten Bandung,” ucapnya.

Selanjutnya, Cecep mendorong pemerintah daerah memperluas cakupan kegiatan Ngareunggeu Bulan. Ia berharap agenda tersebut tidak hanya menjadi kegiatan Desa Sukamanah.

Cecep juga ingin masyarakat Rancaekek melihat kegiatan tersebut sebagai bagian dari agenda budaya Kabupaten Bandung.

“Tentunya ini harapan kami bahwa kegiatan ini harus rutin, harus menjadi agenda bukan hanya agenda Desa Sukamanah, bukan hanya agenda orang Rancaekek tapi merupakan agenda Dinas Budaya Kabupaten Bandung yang setiap tahun harus dijadikan kalender rutin, terukur, dan terjadwal,” tegasnya.

Menurut Cecep, agenda rutin dapat memberi ruang lebih besar bagi pelaku seni. Selain itu, agenda tersebut dapat membuka kesempatan bagi generasi muda untuk belajar seni tradisi.

Dengan jadwal yang jelas, masyarakat juga dapat mempersiapkan keterlibatan mereka sejak awal. Kondisi tersebut dapat memperkuat regenerasi pelaku seni budaya Sunda.

Di sisi lain, kegiatan budaya juga dapat mempertemukan pemerintah, pelaku seni, lembaga, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dapat memperkuat upaya menjaga budaya lokal.

Karena itu, Cecep mendorong Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung memasukkan Ngareunggeu Bulan ke dalam kalender kegiatan budaya tahunan.

Ia berharap pemerintah dapat menyusun agenda tersebut secara rutin, terukur, dan terjadwal. Dengan langkah tersebut, kegiatan budaya dapat berkembang secara berkelanjutan.

Ngareunggeu Bulan Season 4 akhirnya menjadi ruang pertemuan berbagai unsur masyarakat. Kehadiran generasi muda juga memberi sinyal positif bagi keberlanjutan seni tradisi Sunda.

Bagi Cecep, antusiasme tersebut perlu terus mendapat ruang. Pemerintah, masyarakat, dan pelaku seni perlu menjaga momentum tersebut bersama.

Dengan demikian, Ngareunggeu Bulan tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni. Kegiatan tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pemajuan kebudayaan di Kabupaten Bandung.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.