29.4 C
Bandung
Minggu, Okt 18, 2026
Info Burinyay
Pemerintahan Desa

Seni Terbang Sri Sinar Pangrasa Meriahkan Milangkala Almayra dan Panen Raya Sukamanah

Pagelaran Seni Terbang Sri Sinar Pangrasa meriahkan Gelaran Seni Budaya Sunda dan Panen Raya Sukamanah, Rancaekek.
Pagelaran Seni Terbang Buhun Modern Sri Sinar Pangrasa memeriahkan Gelaran Seni Budaya Sunda dalam rangka milangkala ke-11 Almayra Auditama Soendari dan tasyakur binikmah panen raya di Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Sabtu malam (17/10/2026). Foto:Info Burinyay/dj

Rancaekek, Info Burinyay — Seni Terbang Buhun Modern Sri Sinar Pangrasa memeriahkan Gelaran Seni Budaya Sunda di Kampung Rancaeunteung, RW 03, Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Sabtu malam (17/10/2026).

Kegiatan tersebut menggabungkan perayaan ulang tahun ke-11 Almayra Auditama Soendari dengan tasyakur binikmah panen raya yang digelar keluarga H. Dede Rahim bersama warga Desa Sukamanah. Selain menjadi ajang syukuran, kegiatan ini juga memperkuat pelestarian tradisi Sunda dan kebersamaan masyarakat.

Keluarga H. Auh Rustaman dan Hj. Dian Pertiwi menggelar perayaan milangkala bagi Almayra Auditama Soendari, putri kedua mereka. Pada kesempatan yang sama, keluarga besar Abah Haji Dede Rahim bersama masyarakat mensyukuri hasil panen yang mendukung ketahanan pangan desa.

Seni Terbang Buhun Modern Sri Sinar Pangrasa dari Sukamanah menjadi salah satu daya tarik utama. Penampilan kesenian tradisional tersebut menghadirkan suasana khas budaya Sunda sekaligus menghidupkan tradisi yang tumbuh di tengah masyarakat.

Kepala Desa Sukamanah, H. Dede Rahim, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya panen raya. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki makna sosial karena warga dapat menikmati hasil panen bersama.

“Syukur alhamdulillah, dina danget ieu di Sukamanah diayakeun acara panen raya. Naon maksadna panen? Minimal, panen bisa dahar babarengan,” ujar Dede Rahim.

Menurutnya, masyarakat juga telah melaksanakan ritual adat lembur menjelang waktu Isya. Karena itu, ia berharap tradisi panen raya terus berlangsung dan memberikan manfaat bagi kehidupan warga.

Selain merayakan hasil panen, Dede mengajak masyarakat menjaga adat istiadat dan budaya leluhur. Ia menekankan pentingnya memelihara pamali sebagai pedoman kehidupan masyarakat Sunda.

“Jadi pamali anu teu bisa dirobah ku sasaha, mugia sadayana cing emut kana pamali,” katanya.

Lebih lanjut, Dede mengungkapkan rencana penanaman kembali di Sukamanah pada pekan berikutnya. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Ia juga mengapresiasi kerja sama warga dalam mendukung pengairan yang berkaitan dengan Sungai Citarum. Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor penting bagi keberlangsungan pertanian dan kehidupan masyarakat.

Sementara itu, H. Auh Rustaman selaku tuan rumah menyampaikan terima kasih kepada warga, aparat desa, Ketua BPD, anggota BPD, serta para tokoh yang menghadiri kegiatan tersebut.

“Kami atas keluarga mengucapkan terima kasih kepada warga, aparat, serta Ketua BPD, segenap anggota, dan para tokoh yang telah menghadiri acara syukuran, terkhusus anak kami yang ke-sebelas dan syukuran tasyakur bin ni’mah,” kata Auh Rustaman.

Ia juga bersyukur karena panen tahun ini menghasilkan komoditas yang dapat dibawa pulang dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Dengan demikian, hasil pertanian tersebut turut mendukung kebutuhan pangan keluarga di wilayah Sukamanah.

“Alhamdulillah di tahun ini, bulan ini, alhamdulillah panen rayanya hasil. Dalam artian bisa hasil, bisa dibawa ke rumahnya masing-masing, dan bisa bermanfaat untuk ketahanan pangan yang ada di wilayah Sukamanah,” tuturnya.

Dari sisi pertanian, tokoh tani Desa Sukamanah, H. Atep Rustiana, turut menyampaikan ucapan selamat kepada Almayra. Ia berharap Almayra tumbuh menjadi anak yang salehah, berbakti kepada orang tua, serta bermanfaat bagi agama dan negara.

Atep juga menyampaikan apresiasi terhadap upaya pemerintah desa dalam mendukung pengairan lahan pertanian. Menurutnya, dukungan tersebut membantu petani menghadapi kendala ketersediaan air.

“Alhamdulillah 75% petani Desa Sukamanah sukses panenna,” ungkap Atep.

Ia mengajak para petani menjaga kekompakan untuk mendukung program ketahanan pangan pemerintah. Dengan kerja sama yang kuat, ia berharap produktivitas pertanian Sukamanah terus meningkat.

Ketua BPD Sukamanah, Dadi Febrianto, A.M.K., juga mengapresiasi hasil panen masyarakat. Ia mengakui petani sempat menghadapi kekurangan air. Namun, panen kali ini tetap berjalan lancar dan menghasilkan capaian yang memuaskan.

“Harapan ke depannya mungkin dari Kepala Desa Sukamanah, Pak Dede Rahim, dengan pengairannya yang terus programnya sangat-sangat baik kepada para petani,” ujar Dadi.

Selain unsur pemerintah desa dan kelompok tani, tokoh pemuda E. Koesnadi, S.Sos., turut menyampaikan harapan agar perayaan tersebut membawa kebahagiaan bagi keluarga dan masyarakat.

Ia berharap Almayra memperoleh kesehatan dan umur panjang. Sementara itu, ia juga mendoakan agar hasil panen masyarakat melimpah, membawa manfaat, serta memberikan keberkahan.

Senada dengan itu, Dadan Randani selaku komandan regu Linmas Desa Sukamanah menyampaikan ucapan selamat ulang tahun dan panen raya. Ia berharap kegiatan tersebut menghadirkan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat desa.

Melalui gelaran seni budaya ini, masyarakat Sukamanah tidak hanya merayakan pertambahan usia Almayra dan mensyukuri hasil pertanian. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah desa, petani, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga.

Di sisi lain, pelestarian Seni Terbang Buhun Modern Sri Sinar Pangrasa memperlihatkan peran kesenian tradisional dalam menjaga identitas budaya Sunda. Perpaduan tradisi, rasa syukur, dan semangat ketahanan pangan pun menjadi pesan utama dalam kegiatan masyarakat Sukamanah tersebut.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.