Soreang, Info Burinyay – Pemerintah Kabupaten Bandung menyoroti persoalan judi online yang masih melibatkan sekitar 1.000 aparatur sipil negara (ASN). Bupati Bandung Dadang Supriatna atau KDS menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap ASN yang masih terlibat aktivitas perjudian.
KDS menyampaikan hal tersebut saat memberikan Siraman Rohani bagi pegawai di lingkungan Pemkab Bandung di Gedung Moh. Toha, Senin (5/10/2026). Dalam kesempatan itu, ia meminta seluruh ASN memperkuat ketahanan spiritual sebagai salah satu benteng menghadapi perilaku yang dapat merusak kehidupan pribadi maupun keluarga.
KDS mengungkapkan, persoalan judi online di kalangan ASN Kabupaten Bandung perlu mendapat perhatian serius. Ia menyebut total transaksi judi online yang melibatkan ASN mencapai Rp4,4 miliar sepanjang 2024.
“Ini keterlaluan. Saya minta seluruh ASN menghentikan kebiasaan ini. Tidak ada yang kaya dari judi. Itu hanya khayalan,” tegas KDS.
Menurut KDS, aktivitas judi online tidak memberikan solusi terhadap persoalan ekonomi. Sebaliknya, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan masalah keuangan dan berdampak terhadap kehidupan keluarga.
Karena itu, KDS meminta ASN menggunakan jalur pembiayaan yang lebih sehat ketika membutuhkan modal atau dana untuk keperluan tertentu. Ia mendorong optimalisasi Koperasi KORPRI sebagai salah satu alternatif bagi pegawai.
“Kalau ada keperluan, gunakan Koperasi KORPRI. Jangan pakai judi online dan pinjol,” katanya.
Selain membahas persoalan judi online, KDS mengaitkan kesehatan ASN dengan empat aspek penting, yakni kesehatan fisik, spiritual, sosial, dan finansial. Menurutnya, keempat aspek tersebut harus berjalan secara seimbang agar ASN mampu menjalankan tugas pelayanan publik secara optimal.
Pada aspek kesehatan fisik, KDS mendorong ASN membangun kebiasaan hidup aktif dan rutin berolahraga. Ia juga mengarahkan pegawai memanfaatkan kegiatan olahraga melalui FORMI.
Sementara itu, aspek spiritual mendapat perhatian khusus dalam kegiatan siraman rohani tersebut. KDS menilai penguatan agama dapat menjadi salah satu fondasi dalam membentuk karakter dan mengendalikan perilaku.
“Tanpa agama, kita akan rusak. Manusia tidak sempurna kalau tanpa agama,” tegasnya.
KDS kemudian memaparkan capaian pembangunan kesehatan Kabupaten Bandung. Ia menyebut Pemkab Bandung telah membangun enam rumah sakit selama masa kepemimpinannya, yakni RSUD Arjasari, Cimaung, Pacira, Tegalluar, Kertasari, dan Cimenyan.
Pembangunan fasilitas kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. KDS menyebut angka harapan hidup masyarakat Kabupaten Bandung kini mencapai 75,70 tahun.
“Alhamdulillah, angka harapan hidup masyarakat Kabupaten Bandung saat ini sudah mencapai 75,70 tahun. Ini bukan angka asal-asalan, tapi hasil dari indikator kesehatan yang terus kami perbaiki,” ujar KDS.
Ia menjelaskan, Kabupaten Bandung memiliki sekitar 3,79 juta penduduk, 62 puskesmas, dan sembilan rumah sakit. Dengan jumlah penduduk tersebut, kebutuhan tempat tidur rumah sakit mencapai sekitar 3.700 unit.
Karena itu, KDS meminta seluruh rumah sakit terus meningkatkan kualitas pelayanan. Ia juga meminta jajaran terkait mengatasi kesenjangan layanan kesehatan yang masih muncul di sejumlah wilayah.
Berikutnya, KDS menekankan pentingnya kesehatan sosial bagi ASN. Salah satu bentuk tanggung jawab sosial tersebut, menurutnya, terlihat dari kepatuhan membayar pajak.
“Saya tegaskan, kalau ada ASN yang tidak bayar pajak, itu tidak bisa dibiarkan. Pajak itu bagian dari tanggung jawab kita bersama,” katanya.
KDS juga meminta ASN meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat di lingkungan masing-masing. Ia menilai kepedulian sosial perlu berjalan bersama dengan pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
Dalam aspek sosial tersebut, KDS turut menyoroti peran BAZNAS Kabupaten Bandung. Ia menyebut ASN Kabupaten Bandung menyalurkan zakat profesi sekitar Rp1,2 miliar setiap bulan melalui lembaga tersebut.
“Setiap bulan, BAZNAS menampung zakat profesi ASN kita Rp1,2 miliar. Ini luar biasa. Silakan warga yang membutuhkan bersurat ke BAZNAS,” ujarnya.
KDS meminta potensi zakat tersebut dapat tersalurkan secara tepat kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia mendorong adanya mekanisme bantuan yang mampu menjangkau kebutuhan dasar warga, termasuk bantuan beras dan kepesertaan BPJS.
Di sisi lain, aspek finansial juga menjadi perhatian KDS. Ia meminta ASN mengelola pendapatan secara bijak dan menghindari aktivitas yang dapat memperburuk kondisi ekonomi keluarga.
KDS menilai kebutuhan finansial tidak boleh mendorong ASN mengambil keputusan berisiko, terutama melalui judi online maupun pinjaman online yang tidak dikelola secara bijak. Ia kembali mengingatkan bahwa perjudian tidak akan menjadi jalan menuju kesejahteraan.
Melalui kegiatan Siraman Rohani tersebut, Pemkab Bandung mendorong ASN membangun keseimbangan antara kesehatan fisik, spiritual, sosial, dan finansial. Keseimbangan itu diharapkan memperkuat integritas sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
KDS juga meminta ASN yang masih terlibat judi online segera menghentikan kebiasaan tersebut. Ia mengajak para pegawai melakukan introspeksi dan memperkuat kehidupan spiritual sebagai bagian dari upaya memperbaiki diri.
“Catat baik-baik, tidak ada yang kaya dari judi. Silakan ambil keputusan, tolong jangan sampai kejadian lagi,” pungkas KDS.