Jumat, Apr 17, 2026
Info Burinyay
Pemerintahan

Bupati Bandung Tancap Gas Bedah 12 Rumah di Pangalengan

Bupati Bandung memberikan keterangan pers saat pelaksanaan program bedah rumah di Desa Banjarsari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung
Bupati Bandung (tengah) menyampaikan keterangan kepada wartawan saat pelaksanaan program bedah rumah di Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Sabtu (24/1/2026). -Foto:InfoBurinyay/Denjaya

Pangalengan, info Burinyay – Bupati Bandung Dadang Supriatna melaksanakan program bedah rumah milik Agus di Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Sabtu (24/1/2026) pagi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperbaiki kondisi rumah tidak layak huni.

Program bedah rumah itu terlaksana setelah Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama istrinya, Emma Dety Permanawati, menginap di rumah warga melalui program Bunga Desa atau Bupati Ngamumule Desa. Melalui program tersebut, kepala daerah mendekatkan pelayanan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Bandung menggandeng berbagai mitra. BAZNAS, PDAM Tirta Raharja, BPR Kerta Raharja, bank bjb, serta sejumlah pemangku kepentingan lain turut berkontribusi. Kolaborasi lintas sektor tersebut memperkuat pendekatan pentahelix dalam penanganan rutilahu.

Pada tahap awal, pemerintah daerah menargetkan bedah rumah terhadap 10 unit. Namun, Bupati Bandung menambah sasaran menjadi 12 unit rumah setelah meninjau langsung kondisi lapangan dan kebutuhan warga.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan bahwa program bedah rumah merupakan kelanjutan dari kebijakan yang telah ia jalankan pada periode pertama kepemimpinannya. Ia menyebut program tersebut telah berjalan secara konsisten selama beberapa tahun.

“Bedah rumah ini sudah berjalan pada periode pertama. Selama 3,5 tahun, kami sudah menyelesaikan 29.327 unit rumah pada program perbaikan rutilahu,” kata Dadang Supriatna, yang akrab disapa Kang DS, di sela kegiatan.

Meski demikian, Kang DS menyampaikan bahwa hasil pendataan terbaru masih menunjukkan sekitar 15.000 unit rumah tidak layak huni di Kabupaten Bandung. Data tersebut mencakup sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Pangalengan.

Ia menyoroti karakteristik wilayah Pangalengan, khususnya kawasan perkebunan. Menurutnya, kondisi lahan tersebut memerlukan pola kerja sama khusus dengan berbagai pihak.

“Kenapa di Kecamatan Pangalengan ini, terutama di daerah perkebunan, kita gunakan pentahelix dalam pengerjaan bedah rumah karena lahannya merupakan lahan perkebunan,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Bandung melakukan koordinasi dengan sejumlah leading sector dan mitra kerja. Langkah tersebut bertujuan agar pelaksanaan bedah rumah berjalan sesuai ketentuan dan kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini di Desa Banjarsari ada 12 unit rumah yang kita bedah. Termasuk dukungan Kang Haji Cucun, Anggota DPR RI, serta DPRD Provinsi Jawa Barat yang sudah mulai bergerak,” tutur Kang DS.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Kang DS mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan mitra yang telah mendukung pelaksanaan bedah rumah secara serentak.

Dalam kesempatan itu, Kang DS juga memaparkan kondisi anggaran daerah tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa pengurangan transfer ke daerah memengaruhi alokasi anggaran program rutilahu.

“Tahun ini kita baru bisa menganggarkan sekitar 560 unit rumah melalui desa dan 2.000 unit rumah melalui Disperkintan. Totalnya 2.560 unit rumah,” jelasnya.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten Bandung tetap menyiapkan langkah lanjutan. Pemerintah daerah merencanakan penambahan anggaran melalui APBD Perubahan hasil pembahasan bersama para kepala desa.

“Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp16,8 miliar. Insya Allah akan kita tambah di APBD Perubahan, termasuk melalui Disperkintan,” ungkapnya.

Kang DS menargetkan perbaikan 4.000 hingga 5.000 unit rumah tidak layak huni pada tahun 2026. Ia berharap seluruh rutilahu di Kabupaten Bandung dapat terselesaikan dalam waktu tiga tahun ke depan.

“Target kami agar masyarakat hidup lebih sehat. Rumah yang sehat akan berdampak langsung pada kesehatan pribadi dan lingkungan,” pungkasnya.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.