27.9 C
Bandung
Selasa, Jun 16, 2026
Info Burinyay
Kab. BandungPemerintahan

Malam 1 Muharam, Dadang Supriatna Kembali Bagikan Ribuan Kain Kafan untuk Warga

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyerahkan kain kafan kepada perwakilan masyarakat dalam tradisi berbagi kain kafan menjelang Tahun Baru Islam 1 Muharam di Kabupaten Bandung.
Dadang Supriatna menyerahkan kain kafan kepada warga dalam tradisi berbagi kain kafan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam di Kabupaten Bandung. - Foto:infoburinyay/diskominfo

Soreang, Info Burinyay – Bupati Bandung Dadang Supriatna kembali melanjutkan tradisi berbagi kain kafan saat menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. Ia menggelar kegiatan tersebut di Dome Balerame Soreang, Jalan Raya Al Fathu, Kabupaten Bandung, Senin (15/6/2026) malam.

Pada kegiatan itu, Dadang menyalurkan ribuan lembar kain kafan kepada pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), ketua RT, ketua RW, kepala desa, dan berbagai unsur masyarakat lainnya. Melalui kegiatan tersebut, ia ingin mengajak masyarakat memperkuat nilai keagamaan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial.

Dadang menegaskan bahwa tradisi berbagi kain kafan tidak memiliki kaitan dengan unsur mistis. Menurutnya, kegiatan itu berfungsi sebagai pengingat bahwa setiap manusia akan menghadapi akhir kehidupan sehingga masyarakat perlu memperbanyak amal kebaikan dan menjaga hubungan sosial.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Tahun Baru Islam untuk melakukan introspeksi. Selain itu, ia mendorong warga memperkuat keimanan serta menumbuhkan semangat hijrah dalam kehidupan sehari-hari.

Dadang memulai tradisi tersebut ketika memimpin Desa Tegalluar. Setelah itu, ia terus melanjutkan kegiatan berbagi kain kafan setiap malam pergantian Tahun Baru Islam.

Menurut Dadang, kesadaran terhadap kematian dapat membantu seseorang mengambil keputusan secara lebih bijaksana. Karena itu, ia mengajak masyarakat menjalani kehidupan dengan penuh tanggung jawab dan pertimbangan yang matang.

KDS menjelaskan bahwa pengalaman pribadi melatarbelakangi lahirnya tradisi tersebut. Saat masih menjabat sebagai kepala desa, ia menghadiri takziah bersama istrinya ke rumah salah seorang warga.

Dalam kesempatan itu, Dadang melihat keluarga almarhum masih mencari kain kafan untuk proses pemulasaraan jenazah. Kondisi tersebut mendorong dirinya mencari solusi agar masyarakat dapat memperoleh kain kafan dengan lebih mudah ketika kebutuhan mendesak muncul.

Ia kemudian menggagas program berbagi kain kafan kepada masyarakat setiap malam Tahun Baru Islam. Sejak saat itu, tradisi tersebut terus berlangsung dan mendapat respons positif dari berbagai kalangan masyarakat.

Dadang berharap masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum refleksi diri. Ia juga mengajak warga mempererat silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial, dan memperkuat kesiapan spiritual dalam menjalani kehidupan.

“Pembagian kain kafan ini bukan mistis, melainkan wujud kepedulian sekaligus pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan menghadapi kematian,” kata Dadang Supriatna.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.