Margaasih, Info Burinyay – Pemerintah Kabupaten Bandung mempercepat realisasi pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPST Oxbow Cicukang, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih. Langkah itu mengemuka setelah tim Kementerian Dalam Negeri bersama calon investor asal China meninjau lokasi proyek pada Selasa (30/6/2026).
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan kunjungan tersebut melanjutkan koordinasi yang berlangsung bersama Kementerian Dalam Negeri pada pekan sebelumnya. Menurutnya, pemerintah pusat ingin memastikan kesiapan proyek sebelum memasuki tahapan berikutnya.
“Hari ini perwakilan yang ditugaskan langsung oleh Pak Menteri Dalam Negeri hadir ke TPST Cicukang. Alhamdulillah investor dari China juga hadir untuk melihat langsung kesiapan lokasi,” kata Dadang Supriatna.
Pemkab Bandung memanfaatkan kunjungan itu untuk memaparkan perkembangan proyek kepada rombongan. Selain itu, pemerintah menunjukkan kondisi lahan, rencana akses jalan, serta dukungan Pemerintah Desa Mekar Rahayu terhadap pembangunan fasilitas tersebut.
Dadang Supriatna menjelaskan pemerintah sudah menyiapkan lahan yang menjadi kebutuhan utama proyek. Selanjutnya, pemerintah akan melaksanakan pembebasan lahan bersamaan dengan pelebaran akses jalan agar seluruh pekerjaan berlangsung lebih efisien.
“Lokasinya sudah clear, lahannya siap dibebaskan, jalan juga siap dilebarkan. Tidak ada alasan lagi untuk menunda-nunda,” ujarnya.
Sesudah peninjauan lapangan berakhir, Pemkab Bandung segera melapor kepada Menteri Dalam Negeri. Laporan tersebut akan menjadi dasar pembahasan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Setelah itu, pemerintah bersama investor akan menyusun jadwal pelaksanaan pembangunan secara terperinci.
“Kami akan langsung menyusun timeline mulai dari pembebasan lahan, pelebaran jalan sampai proses pembangunan. Insya Allah akhir tahun ini pembangunan sudah dimulai,” kata Dadang Supriatna.
Pemkab Bandung menargetkan pekerjaan konstruksi mulai berjalan pada akhir 2026. Karena itu, pemerintah mulai mengatur setiap tahapan pekerjaan sejak sekarang. Pemerintah akan menyelesaikan pembebasan lahan lebih dahulu. Berikutnya, pemerintah memperlebar akses jalan menuju lokasi. Setelah seluruh kebutuhan dasar terpenuhi, kontraktor akan memulai pembangunan fasilitas utama.
PSEL TPST Cicukang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 600 hingga 800 ton sampah setiap hari. Fasilitas tersebut mengubah sampah menjadi energi listrik melalui teknologi modern. Mesin pengolah bekerja di dalam ruang tertutup. Oleh sebab itu, sistem tersebut membantu mengurangi potensi bau yang selama ini sering muncul pada lokasi pengelolaan sampah terbuka.
“Semua sampah masuk ke ruang tertutup dan langsung diproses menjadi energi sehingga tidak menimbulkan bau,” ujar Dadang Supriatna.
Menurut Dadang Supriatna, Kabupaten Bandung memproduksi sekitar 1.800 ton sampah setiap hari. Oleh karena itu, pemerintah membutuhkan fasilitas pengolahan berkapasitas besar agar mampu mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
Ia optimistis PSEL Cicukang mulai beroperasi pada 2027. Pemerintah berharap fasilitas tersebut memperkuat sistem pengelolaan sampah sekaligus mendukung penyediaan energi yang lebih ramah lingkungan.
Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengunjungi TPST Cicukang pada Mei 2026. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan dukungan terhadap percepatan pembangunan PSEL sebagai bagian dari upaya mengatasi persoalan sampah di kawasan Bandung Raya.
Selain itu, pemerintah pusat juga berencana membahas proyek tersebut melalui rapat koordinasi terbatas. Melalui langkah itu, pemerintah ingin mempercepat seluruh proses administrasi dan pelaksanaan. Dengan dukungan pemerintah pusat, Pemkab Bandung, serta investor, proyek PSEL TPST Cicukang memasuki fase percepatan dan mengarah pada target awal konstruksi pada akhir 2026.
