Senin, Jul 27, 2026
Info Burinyay
Pendidikan

Kepala SMAN 1 Bojongsoang Dorong Penguatan Bahasa Sunda untuk Memperkuat Pendidikan Karakter Pancawaluya

Kepala SMAN 1 Bojongsoang Ari Andriansyah menyampaikan pentingnya penguatan Bahasa Sunda sebagai fondasi pendidikan karakter Pancawaluya di Jawa Barat.
Kepala SMAN 1 Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Ari Andriansyah, menegaskan bahwa penguatan pembelajaran Bahasa Sunda menjadi langkah penting untuk memperkokoh implementasi Pendidikan Karakter Pancawaluya. (Foto: Info Burinyay/yk)

Bojongsoang, Info Burinyay – Program Pendidikan Karakter Pancawaluya yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapat dukungan dari Kepala SMAN 1 Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Ari Andriansyah. Namun, ia meminta pemerintah memperkuat pembelajaran Bahasa Sunda agar program tersebut benar-benar membentuk karakter generasi muda.

Ari menyampaikan pandangan itu saat menerima wawancara infoburinyay.com di SMAN 1 Bojongsoang, Senin (27/7/2026). Menurutnya, pendidikan karakter tidak dapat berdiri sendiri. Sekolah harus memadukan program tersebut dengan pembelajaran bahasa dan budaya Sunda karena keduanya mengajarkan nilai yang sama.

Ia menjelaskan, konsep Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer sudah lama hadir dalam mata pelajaran Bahasa Sunda. Karena itu, sekolah sebenarnya telah memiliki fondasi untuk menanamkan nilai-nilai tersebut kepada peserta didik.

“Bagus sekali jika bahasa dan budaya Sunda kembali digaungkan oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi. Artinya pembelajaran Bahasa Sunda harus mendapat perhatian dan dikelola dengan lebih sungguh-sungguh,” ujar Ari.

Menurut Ari, seluruh warga sekolah harus menjalankan nilai Pancawaluya secara nyata. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, bahkan masyarakat sekitar perlu memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara itu, sekolah tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga membangun budaya yang positif.

Selain itu, Ari menilai pembelajaran Bahasa Sunda memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar melatih kemampuan berbicara atau menulis. Mata pelajaran tersebut mengenalkan etika, tata krama, sastra, seni, moral, serta filosofi hidup masyarakat Sunda.

“Bahasa adalah identitas utama suatu bangsa. Kemampuan berbahasa Sunda para siswa harus terus diasah di sekolah. Melestarikan budaya sangat erat kaitannya dengan melestarikan bahasa,” katanya.

Karena itu, ia mengajak pemerintah, sekolah, dan masyarakat memberi perhatian lebih besar terhadap pembelajaran Bahasa Sunda. Menurutnya, pelestarian budaya akan berjalan lebih efektif apabila semua pihak ikut menjaga penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

Ari menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menerbitkan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 69 Tahun 2013 tentang Pembelajaran Muatan Lokal Bahasa dan Sastra Daerah. Regulasi tersebut memberi dasar yang kuat bagi sekolah untuk mengembangkan pembelajaran Bahasa Sunda.

Namun, Ari menilai implementasi aturan itu masih belum maksimal. Ia melihat beberapa kebijakan pendidikan belum memberikan ruang yang cukup bagi mata pelajaran Bahasa Sunda.

Salah satu contohnya muncul dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Penyelenggara SPMB belum memasukkan nilai Bahasa Sunda sebagai komponen utama penilaian. Akibatnya, sebagian masyarakat menganggap mata pelajaran tersebut tidak memiliki posisi yang sama penting dengan mata pelajaran lainnya.

Menurut Ari, kondisi tersebut dapat menurunkan motivasi peserta didik untuk mempelajari Bahasa Sunda secara lebih serius. Padahal, mata pelajaran itu mengajarkan karakter sekaligus memperkenalkan identitas budaya daerah kepada generasi muda.

Selain itu, Ari juga menyoroti kondisi guru Bahasa Sunda. Ia menilai para guru tidak hanya mengajar di ruang kelas. Mereka juga terus menjaga keberlangsungan bahasa dan budaya Sunda melalui berbagai kegiatan pendidikan.

“Bahkan, formasi Aparatur Sipil Negara bagi guru Bahasa Sunda hingga kini masih digabungkan dengan rumpun Seni Budaya. Padahal kebutuhan dan kompetensinya berbeda,” ungkap Ari.

Menurutnya, pemerintah perlu memberikan perhatian yang lebih besar terhadap profesi guru Bahasa Sunda. Langkah tersebut akan memperkuat pembelajaran sekaligus mendukung keberhasilan Program Pendidikan Karakter Pancawaluya.

Selain mendorong penguatan pembelajaran Bahasa Sunda, Ari juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghidupkan kembali Balai Pengembangan Bahasa dan Kesenian Daerah (BPBK). Menurutnya, lembaga tersebut pernah memainkan peran penting dalam pengembangan bahasa, sastra, dan budaya Sunda.

Ari mengatakan BPBK mampu melahirkan berbagai program yang memberi manfaat bagi sekolah, guru, dan peserta didik. Karena itu, ia berharap pemerintah mengembalikan fungsi lembaga tersebut agar pengembangan budaya Sunda berjalan lebih terarah.

“Alhamdulillah, saat itu banyak program yang dapat dijalankan, mulai dari penyelenggaraan berbagai perlombaan, peningkatan kompetensi guru Bahasa Sunda, pengusulan formasi PNS, hingga penilaian buku ajar. Banyak produk dan program yang berhasil dihasilkan BPBK,” tuturnya.

Menurut Ari, pemerintah dapat memanfaatkan kembali BPBK sebagai pusat pengembangan bahasa, sastra, seni, dan budaya Sunda. Lembaga tersebut juga dapat menyusun berbagai program pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal.

Ia menilai langkah tersebut akan memperkuat implementasi Pancawaluya di sekolah. Selain itu, pemerintah dapat menjaga kesinambungan program melalui pembinaan yang terencana dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Ari juga menyoroti pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI). Menurutnya, kegiatan tersebut berhasil menumbuhkan kecintaan siswa terhadap bahasa daerah sejak usia dini.

FTBI selama ini menghadirkan berbagai perlombaan, seperti nulis carita pondok, nembang pupuh, maca sajak, biantara, maca jeung nulis Aksara Sunda, ngabodor sorangan, serta ngadongéng. Berbagai lomba tersebut memberi ruang bagi siswa SD dan SMP untuk mengembangkan kemampuan berbahasa sekaligus mengenal budaya Sunda.

Namun, Ari melihat belum ada kegiatan serupa bagi peserta didik tingkat SMA dan SMK. Karena itu, ia mengusulkan agar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menghadirkan Festival Pancawaluya sebagai wadah prestasi bagi siswa pada jenjang tersebut.

Menurutnya, festival itu dapat memadukan lomba Bahasa Sunda, sastra, seni budaya, serta pendidikan karakter. Dengan demikian, sekolah memiliki sarana untuk mengembangkan potensi peserta didik sekaligus mengukur keberhasilan penerapan nilai-nilai Pancawaluya.

Selain itu, festival tersebut dapat melahirkan generasi muda yang bangga menggunakan Bahasa Sunda. Para siswa juga akan memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan berbahasa, berkarya, dan berkreasi di bidang seni budaya.

Ari menambahkan bahwa Festival Pancawaluya dapat melengkapi program Anugerah Gapura Pancawaluya yang telah menyasar satuan pendidikan. Menurutnya, penghargaan bagi sekolah perlu berjalan seiring dengan kompetisi yang memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan prestasi.

“Selain Anugerah Gapura Pancawaluya bagi satuan pendidikan, perlu pula diselenggarakan Festival Pancawaluya sebagai ajang prestasi siswa. Festival tersebut dapat menghadirkan olimpiade maupun perlombaan Bahasa Sunda, sastra, dan seni budaya yang mencerminkan nilai-nilai Pancawaluya,” ujarnya.

Ia meyakini festival tersebut akan mendorong sekolah semakin serius mengembangkan pendidikan karakter. Di sisi lain, peserta didik akan memperoleh pengalaman belajar yang lebih menarik karena mereka dapat mempraktikkan kemampuan berbahasa, bersastra, dan berkesenian secara langsung.

Ari berharap pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat memperkuat sinergi untuk menjaga bahasa serta budaya Sunda. Menurutnya, penguatan karakter tidak cukup mengandalkan kebijakan semata. Semua pihak harus ikut menghidupkan nilai-nilai Pancawaluya melalui pembelajaran, keteladanan, dan budaya sekolah. Dengan langkah tersebut, Jawa Barat dapat melahirkan generasi yang cageur, bageur, bener, pinter, dan singer sekaligus tetap bangga terhadap identitas budayanya.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.