Soreang, Info Burinyay – SDN Cingcin 01 Kecamatan Soreang memulai pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan tertib dan lancar, Senin (8/6/2026). Sejak pagi, ratusan orang tua calon murid mendatangi sekolah yang berlokasi di Jalan Terusan Kopo KM 15 untuk mengikuti proses pendaftaran.
Tingginya animo masyarakat langsung terlihat pada hari pertama. Hingga pukul 08.00 WIB, panitia mencatat nomor antrean telah mencapai 192 pendaftar. Sementara itu, sekolah hanya menyediakan kuota bagi 160 siswa yang akan menempati empat rombongan belajar (rombel).
Kepala SDN Cingcin 01, Dra. Hj. Nuryati Suryani, M.Pd., mengatakan seluruh sekolah dasar melaksanakan SPMB secara serentak mulai 8 Juni 2026. Namun, SDN Cingcin 01 tahun ini mengurangi jumlah rombel dibandingkan tahun sebelumnya.
“Untuk SDN Cingcin 01, kami menyediakan empat rombel dengan total 160 siswa. Tahun lalu kami membuka lima rombel dan menerima sekitar 200 siswa. Tahun ini jumlah penerimaan berkurang,” ujar Nuryati.
Menurutnya, sekolah mengambil langkah tersebut agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif dan sesuai kapasitas ruang belajar yang tersedia.
Selain menjelaskan kuota penerimaan, Nuryati juga mengingatkan orang tua agar menyiapkan seluruh dokumen persyaratan sejak awal. Panitia meminta fotokopi KTP orang tua, fotokopi Kartu Keluarga (KK), fotokopi akta kelahiran, serta ijazah atau surat keterangan dari taman kanak-kanak apabila sudah tersedia.
Lebih lanjut, Nuryati menekankan pentingnya kesesuaian data kependudukan. Ia meminta orang tua memastikan data pada KK sesuai dengan catatan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
“Orang tua harus memastikan data kependudukan sinkron dengan catatan sipil. Jika data tidak sesuai, anak bisa mengalami kendala administrasi saat proses pendataan pendidikan berlangsung. Kondisi itu berpotensi menimbulkan masalah pada masa mendatang,” jelasnya.
Di sisi lain, pihak sekolah juga menegaskan bahwa seluruh tahapan SPMB berlangsung tanpa pungutan biaya. Sekolah memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk mendukung seluruh kegiatan penerimaan murid baru.
“Orang tua tidak perlu membayar biaya apa pun. Dana BOS sudah mendukung pelaksanaan SPMB,” katanya.
Karena jumlah pendaftar melebihi kuota yang tersedia, panitia akan melakukan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku. Sekolah menggunakan usia calon peserta didik dan domisili sebagai dasar utama dalam proses seleksi.
Meski demikian, Nuryati mengajak para orang tua untuk tetap optimistis apabila anak mereka belum memperoleh kesempatan bersekolah di SDN Cingcin 01.
“Jika anak belum memenuhi syarat usia atau domisilinya berada cukup jauh dari sekolah, orang tua bisa memilih sekolah lain yang lebih dekat. Yang terpenting, semua anak tetap mendapatkan akses pendidikan,” tuturnya.
Sementara itu, Pengawas Pembina SD Kecamatan Soreang, Yono Suryono, S.Pd., M.Pd., terus memantau pelaksanaan SPMB di SDN Cingcin 01. Menurutnya, pengawasan menjadi penting karena sekolah tersebut selalu menarik perhatian masyarakat setiap tahun.
“Kami terus mengawal proses SPMB agar berjalan adil, transparan, dan akuntabel. Sekolah harus menjalankan seluruh tahapan sesuai aturan, mulai dari pendaftaran, verifikasi berkas, hingga pengumuman hasil seleksi,” kata Yono.
Selain itu, Yono kembali mengingatkan masyarakat bahwa pemerintah tidak memungut biaya dalam pelaksanaan SPMB jenjang sekolah dasar. Karena itu, ia mendorong orang tua untuk memilih sekolah yang paling dekat dengan tempat tinggal.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu terpaku pada anggapan mengenai sekolah favorit. Ia menilai seluruh sekolah memiliki tanggung jawab yang sama dalam memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik.
“Semua sekolah memberikan pelayanan pendidikan yang sama. Karena itu, orang tua sebaiknya memilih sekolah yang dekat dengan rumah agar anak lebih mudah berangkat sekolah dan orang tua tidak terbebani biaya transportasi,” ujarnya.
Salah seorang orang tua pendaftar, Melina Astari, warga Taman Kopo Katapang, mengaku sengaja datang sejak pagi untuk mendaftarkan anak keduanya ke SDN Cingcin 01. Ia berharap anaknya dapat mengikuti pendidikan di sekolah tersebut.
“Saya datang untuk mendaftarkan anak kedua saya. Saya berharap anak saya bisa diterima karena sekolah ini banyak diminati masyarakat dan memiliki lingkungan belajar yang baik,” kata Melina.
